alexametrics
23 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Beber Penyebab Kematian Tersangka Narkoba

SAMPANG – Penyebab kematian tersangka kasus narkoba Ainur Rohman belum terungkap. Polres Sampang belum merilis hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya yang diterima Jumat (19/1). Senin (22/1) mereka dimungkinkan baru membeber ke publik.

Kasatnarkoba Polres Sampang AKP Arief Kurniady mengaku belum menerima hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangakara Surabaya. Sebab, hasil otopsi masih dipegang KBO Satnarkoba Polres Sampang Ipda Edi Eko Purnomo. ”Saya belum tahu. Mungkin besok (hari ini, Red) bisa,” ujarnya Minggu (21/1).

Arief menambahkan, pihaknya tidak membuka hasil pemeriksaan itu karena belum dilaporkan kepada Kapolres. Sehingga, tidak tahu seperti apa hasil dari otopsi tersebut. ”Itu menyangkut keterangan ahli. Saya harus laporan ke Pak Kapolres dulu,” imbuh pria asal Pamekasan itu.

Baca Juga :  Slamet Sosok Pemimpin Visioner

Arman Syaputra selaku kuasa hukum keluarga Ainur Rohman membenarkan bahwa Polres Sampang sudah mengambil hasil otopsi pada Jumat (19/1). Pihaknya diminta bertemu Kapolres dan jajarannya Sabtu (20/1). ”Saya datang ke polres ada informasi, dari polres tidak bisa menerima karena ada penangkapan tersangka kasus pembunuhan di Kecamatan Banyuates,” katanya.

Karena itu, pihaknya masih menunggu informasi dari polres. Informasi yang diterima, hasil otopsi akan dikoordinasikan hari ini. ”Masih menunggu Senin besok (hari ini, Red). Hasilnya belum tahu seperti apa,” terang alumnus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan itu.

Arman menjelaskan, hasil otopsi dari RS Bhayangkara Surabaya nantinya akan dijelaskan. Jika memang hasil dari otopsi menyatakan kematian Ainur Rohman tidak wajar, pihaknya akan melakukan langkah hukum. Minimal lapor ke propam. ”Tapi kalau meninggalnya wajar, mungkin keluarga menerima,” tandasnya.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Nunggak Kasus Penipuan dan Penggelapan

Seperti diberitakan, anggota Satnarkoba Polres Sampang menangkap Ainur Rohman, 35, warga Dusun Morong, Desa Rong Dalam, Kecamatan Omben, Jumat (5/1). Anggota mengamankan barang bukti (BB) enam poket sabu-sabu. Total sabu-sabu yang disita seberat 2,32 gram. Beberapa saat setelah ditangkap, bapak dua anak itu meninggal dunia.

SAMPANG – Penyebab kematian tersangka kasus narkoba Ainur Rohman belum terungkap. Polres Sampang belum merilis hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya yang diterima Jumat (19/1). Senin (22/1) mereka dimungkinkan baru membeber ke publik.

Kasatnarkoba Polres Sampang AKP Arief Kurniady mengaku belum menerima hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangakara Surabaya. Sebab, hasil otopsi masih dipegang KBO Satnarkoba Polres Sampang Ipda Edi Eko Purnomo. ”Saya belum tahu. Mungkin besok (hari ini, Red) bisa,” ujarnya Minggu (21/1).

Arief menambahkan, pihaknya tidak membuka hasil pemeriksaan itu karena belum dilaporkan kepada Kapolres. Sehingga, tidak tahu seperti apa hasil dari otopsi tersebut. ”Itu menyangkut keterangan ahli. Saya harus laporan ke Pak Kapolres dulu,” imbuh pria asal Pamekasan itu.

Baca Juga :  Programnya Bagus, Trah Soekarno, dan Pesona Pribadi

Arman Syaputra selaku kuasa hukum keluarga Ainur Rohman membenarkan bahwa Polres Sampang sudah mengambil hasil otopsi pada Jumat (19/1). Pihaknya diminta bertemu Kapolres dan jajarannya Sabtu (20/1). ”Saya datang ke polres ada informasi, dari polres tidak bisa menerima karena ada penangkapan tersangka kasus pembunuhan di Kecamatan Banyuates,” katanya.

Karena itu, pihaknya masih menunggu informasi dari polres. Informasi yang diterima, hasil otopsi akan dikoordinasikan hari ini. ”Masih menunggu Senin besok (hari ini, Red). Hasilnya belum tahu seperti apa,” terang alumnus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan itu.

Arman menjelaskan, hasil otopsi dari RS Bhayangkara Surabaya nantinya akan dijelaskan. Jika memang hasil dari otopsi menyatakan kematian Ainur Rohman tidak wajar, pihaknya akan melakukan langkah hukum. Minimal lapor ke propam. ”Tapi kalau meninggalnya wajar, mungkin keluarga menerima,” tandasnya.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Nunggak Kasus Penipuan dan Penggelapan

Seperti diberitakan, anggota Satnarkoba Polres Sampang menangkap Ainur Rohman, 35, warga Dusun Morong, Desa Rong Dalam, Kecamatan Omben, Jumat (5/1). Anggota mengamankan barang bukti (BB) enam poket sabu-sabu. Total sabu-sabu yang disita seberat 2,32 gram. Beberapa saat setelah ditangkap, bapak dua anak itu meninggal dunia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/