alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Anak Disuntik Kena Tulang, Wali Murid Polisikan Dinkes

SAMPANG – Program bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) dikeluhkan wali murid. Orang tua siswa menduga terjadi malapraktik pada program tahunan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang tersebut. Akibatnya, instansi yang dipimpin Firman Pria Abadi itu dilaporkan kepada polisi.

Dugaan malapraktik itu menimpa Nur Latifah, siswa SDN Gunung Sekar II. Anak 7 tahun asal Kecamatan Sampang itu pada Selasa (14/11) disuntik mengenai tulang. Peristiwa pertama terjadi pada Oktober lalu.

Awalnya kondisi Nur Latifahbaik-baik saja. Setelah disuntik kondisi kesehatannya semakin menurun. Takut terjadi sesuatu, Marsuji membawa anaknya itu kepadaseorang dokter di Sampang. Karena tidak bisa menangani, sang anak dibawa ke RSUD.

”Ketika disuntik tidak ada pemberitahuan kepada saya. Setelah disuntik anak saya sakit panas,” katanya Senin (20/11).

Baca Juga :  Hari Ini Suntik Vaksin 3.250 Warga

Pria 35 tahun itu menambahkan, putrinya disuntik dua kali mengenai tulang. Kata dokter di RSUD, putrinya terindikasi gejala gizi buruk. ”Saat ini kondisinya agak baik. Sebelum disuntik tidak sakit,” ujarnya.

”Bukan cuma mengenai tulang ketika disuntik. Tapi juga tidak dikasih obat dari dinkes,” imbuhnya. Atas dasar itu, dia melaporkan dinkes ke Polres Sampang. Dia menduga anaknya menjadi korban malapraktik petugas medis. ”Kedatangan kami ke mapolres ingin melapor karena ada indikasi malapraktik,” tutur Marsuji.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi membantah tudingan Marsuji tersebut. Pihaknya sudah mengecek langsung. ”Kasusnya panas, anaknya kurang gizi. Umur 7 tahun, beratnya 14 kilogram,” paparnya.

Pria asal Pamekasan itu menambahkan, pihaknya sudah mendengar informasi tersebut. Anak itu sudah mau pulang dari RSUD karena ditangani dokter spesialis anak. ”Tidak ada kasus itu lah. Kena (suntik) tulang itu karena kurus. Kena tulang juga tidak apa-apa. Bukan masalah tulang kalau imunisasi itu. Tapi, masalah vaksin. Bukan masalah cara nyuntik,” jelasnya.

Baca Juga :  Tahap Tiga, Sasaran Vaksinasi Warga Rentan

Firman menerangkan, BIAS merupakan program pemerintah yang dilaksanakan dinkes melalaui puskesmas. ”Sekolah wajib imunisasi anak didiknya. Sudah ada pernyataan dari wali kelas dan kepala sekolah. Pada saat nyuntik, ada pendampingan,” pungkasnya.

SAMPANG – Program bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) dikeluhkan wali murid. Orang tua siswa menduga terjadi malapraktik pada program tahunan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang tersebut. Akibatnya, instansi yang dipimpin Firman Pria Abadi itu dilaporkan kepada polisi.

Dugaan malapraktik itu menimpa Nur Latifah, siswa SDN Gunung Sekar II. Anak 7 tahun asal Kecamatan Sampang itu pada Selasa (14/11) disuntik mengenai tulang. Peristiwa pertama terjadi pada Oktober lalu.

Awalnya kondisi Nur Latifahbaik-baik saja. Setelah disuntik kondisi kesehatannya semakin menurun. Takut terjadi sesuatu, Marsuji membawa anaknya itu kepadaseorang dokter di Sampang. Karena tidak bisa menangani, sang anak dibawa ke RSUD.


”Ketika disuntik tidak ada pemberitahuan kepada saya. Setelah disuntik anak saya sakit panas,” katanya Senin (20/11).

Baca Juga :  Menko Airlangga: 1,47 Juta Nakes Akan Terima Vaksin Dosis Ketiga

Pria 35 tahun itu menambahkan, putrinya disuntik dua kali mengenai tulang. Kata dokter di RSUD, putrinya terindikasi gejala gizi buruk. ”Saat ini kondisinya agak baik. Sebelum disuntik tidak sakit,” ujarnya.

”Bukan cuma mengenai tulang ketika disuntik. Tapi juga tidak dikasih obat dari dinkes,” imbuhnya. Atas dasar itu, dia melaporkan dinkes ke Polres Sampang. Dia menduga anaknya menjadi korban malapraktik petugas medis. ”Kedatangan kami ke mapolres ingin melapor karena ada indikasi malapraktik,” tutur Marsuji.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi membantah tudingan Marsuji tersebut. Pihaknya sudah mengecek langsung. ”Kasusnya panas, anaknya kurang gizi. Umur 7 tahun, beratnya 14 kilogram,” paparnya.

Pria asal Pamekasan itu menambahkan, pihaknya sudah mendengar informasi tersebut. Anak itu sudah mau pulang dari RSUD karena ditangani dokter spesialis anak. ”Tidak ada kasus itu lah. Kena (suntik) tulang itu karena kurus. Kena tulang juga tidak apa-apa. Bukan masalah tulang kalau imunisasi itu. Tapi, masalah vaksin. Bukan masalah cara nyuntik,” jelasnya.

Baca Juga :  Fungsi Kontrol Dewan Terhadap Eksekutif Lemah

Firman menerangkan, BIAS merupakan program pemerintah yang dilaksanakan dinkes melalaui puskesmas. ”Sekolah wajib imunisasi anak didiknya. Sudah ada pernyataan dari wali kelas dan kepala sekolah. Pada saat nyuntik, ada pendampingan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/