alexametrics
21.3 C
Madura
Saturday, October 1, 2022

Airlangga Terima Prabowo, Bahas Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Nasional

JAKARTA – Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Pertemuan kedua tokoh bangsa itu digelar di kantor Kemenko Perekonomian pada Senin (19/9) sore di Jakarta.

Pertemuan empat mata ruang kerja Airlangga tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Topik pembahasan seputar isu-isu global dan tantangan yang sedang dihadapi dunia. Juga berbagai dinamika permasalahan nasional. Terutama isu-isu kemandirian ekonomi, ketahanan nasional, keamanan, dan perkembangan geopolitik dunia.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari 1 jam itu, juga membahas mengenai strategi dan sinergi antar kementerian untuk menghadapi situasi dunia yang tidak menentu dan penuh dengan ketidakpastian. Misalnya seperti tantangan krisis pangan, energi dan keuangan, sebagai dampak dari konflik Rusai – Ukraina serta pandemi Covid-19 yang masih belum usai.

Airlangga menyambut baik kunjungan dari sahabatnya, Prabowo Subianto. “Membahas berbagai isu penting dan strategis di tingkat global, yang berdampak pada kehidupan bangsa Indonesia. Mulai dari isu ketahanan pangan, krisis energi, ancaman krisis keuangan di berbagai negara lain, serta sejumlah tantangan yang sedang dihadapi masyarakat dunia,” katanya.

Keduanya juga membahas lebih teknis terkait isu ketahanan pangan. Terutama setelah digelar rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi yang mengarahkan agar para menteri terus menjaga ketahanan pangan, melalui peningkatan produktivitas di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor pangan.

Baca Juga :  Satu Dicabut, Muncul Laporan Kedua, Dugaan Money Politics Lanjut

Presiden Jokowi menginginkan agar neraca ketersediaan dan harga berbagai komoditas terjaga. Misalnya seperti kedelai, cabai dan bawang merah agar bisa tetap terjaga sampai akhir tahun 2022.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan agar dapat mendorong peningkatan produksi kedelai nasional. Sehingga, kebutuhan kedelai dalam negeri sebesar 2,4 juta ton tidak 100 persen bergantung kepada impor.

Airlangga menerangkan, Presiden Jokowi juga menginginkan agar petani bisa memproduksi kedelai. Juga meminta BUMN untuk membeli dari petani dengan harga Rp 10.000 per kilogram. “Sehingga, harga yang sudah dijamin menjadi cukup menarik bagi petani agar mau menanam kedelai,” ulasnya.

Presiden Jokowi juga mendorong penggunaan bibit unggul yang telah direkayasa secara genetik atau atau Genetically Modified Organism (GMO). Tujuannya, agar produktivitas bisa meningkat.

Dengan GMO, produksi kedelai diharapkan bisa meningkat hampir 2 kali lipat. Yaitu dari 1,6 ton sampai 2 ton per hektar menjadi 3,5 ton sampai 4 ton per hektar. Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk perluasan lahan tanam. Sehingga bisa meningkatkan produksi di dalam negeri dan mengurangi impor pangan.

Baca Juga :  Airlangga Jadi Tokoh Pemerintahan Paling Dipilih Jika Pemilu Digelar Hari Ini

Perlu diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk Kementerian Pertahanan untuk turut membantu program food estate atau lumbung pangan nasional bersama kementerian lainnya. Dalam program food estate Kemhan di Kalimantan Tengah, lahan food estate ditanami singkong. Nantinya dapat diolah menjadi tepung, mie hingga sumber energi.

Untuk memperluas pelaksanaan program, tentunya akan dilakukan uji coba pada skala yang lebih kecil. Namun jika program itu telah berhasil, maka akan dilakukan dalam skala yang lebih luas di berbagai wilayah di Indonesia dengan tidak tertutup kemungkinan melibatkan badan usaha.

Food Estate dapat dikembangkan sebagai pusat produksi cadangan pangan dari tanah milik negara, pengelolaan penyimpanan cadangan pangan untuk pertahanan negara, dan distribusi cadangan pangan ke seluruh wilayah Indonesia.

Airlangga dan Prabowo sepakat untuk terus saling bekerja sama sesuai arahan Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan 16 Agustus lalu. Semua lembaga negara perlu untuk selalu waspada, hati-hati dan siaga di tengah kondisi dunia yang tidak menentu. Kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional, merupakan pilar paling penting dalam mewujudkan cita-cita dan perjuangan bangsa Indonesia. (ekon/*/par)

JAKARTA – Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Pertemuan kedua tokoh bangsa itu digelar di kantor Kemenko Perekonomian pada Senin (19/9) sore di Jakarta.

Pertemuan empat mata ruang kerja Airlangga tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Topik pembahasan seputar isu-isu global dan tantangan yang sedang dihadapi dunia. Juga berbagai dinamika permasalahan nasional. Terutama isu-isu kemandirian ekonomi, ketahanan nasional, keamanan, dan perkembangan geopolitik dunia.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari 1 jam itu, juga membahas mengenai strategi dan sinergi antar kementerian untuk menghadapi situasi dunia yang tidak menentu dan penuh dengan ketidakpastian. Misalnya seperti tantangan krisis pangan, energi dan keuangan, sebagai dampak dari konflik Rusai – Ukraina serta pandemi Covid-19 yang masih belum usai.


Airlangga menyambut baik kunjungan dari sahabatnya, Prabowo Subianto. “Membahas berbagai isu penting dan strategis di tingkat global, yang berdampak pada kehidupan bangsa Indonesia. Mulai dari isu ketahanan pangan, krisis energi, ancaman krisis keuangan di berbagai negara lain, serta sejumlah tantangan yang sedang dihadapi masyarakat dunia,” katanya.

Keduanya juga membahas lebih teknis terkait isu ketahanan pangan. Terutama setelah digelar rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi yang mengarahkan agar para menteri terus menjaga ketahanan pangan, melalui peningkatan produktivitas di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor pangan.

Baca Juga :  Airlangga Temui Partai Penguasa Jepang, Sepakati Pertukaran Pemuda Golkar-LDP

Presiden Jokowi menginginkan agar neraca ketersediaan dan harga berbagai komoditas terjaga. Misalnya seperti kedelai, cabai dan bawang merah agar bisa tetap terjaga sampai akhir tahun 2022.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan agar dapat mendorong peningkatan produksi kedelai nasional. Sehingga, kebutuhan kedelai dalam negeri sebesar 2,4 juta ton tidak 100 persen bergantung kepada impor.

- Advertisement -

Airlangga menerangkan, Presiden Jokowi juga menginginkan agar petani bisa memproduksi kedelai. Juga meminta BUMN untuk membeli dari petani dengan harga Rp 10.000 per kilogram. “Sehingga, harga yang sudah dijamin menjadi cukup menarik bagi petani agar mau menanam kedelai,” ulasnya.

Presiden Jokowi juga mendorong penggunaan bibit unggul yang telah direkayasa secara genetik atau atau Genetically Modified Organism (GMO). Tujuannya, agar produktivitas bisa meningkat.

Dengan GMO, produksi kedelai diharapkan bisa meningkat hampir 2 kali lipat. Yaitu dari 1,6 ton sampai 2 ton per hektar menjadi 3,5 ton sampai 4 ton per hektar. Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk perluasan lahan tanam. Sehingga bisa meningkatkan produksi di dalam negeri dan mengurangi impor pangan.

Baca Juga :  Pengumuman Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan

Perlu diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk Kementerian Pertahanan untuk turut membantu program food estate atau lumbung pangan nasional bersama kementerian lainnya. Dalam program food estate Kemhan di Kalimantan Tengah, lahan food estate ditanami singkong. Nantinya dapat diolah menjadi tepung, mie hingga sumber energi.

Untuk memperluas pelaksanaan program, tentunya akan dilakukan uji coba pada skala yang lebih kecil. Namun jika program itu telah berhasil, maka akan dilakukan dalam skala yang lebih luas di berbagai wilayah di Indonesia dengan tidak tertutup kemungkinan melibatkan badan usaha.

Food Estate dapat dikembangkan sebagai pusat produksi cadangan pangan dari tanah milik negara, pengelolaan penyimpanan cadangan pangan untuk pertahanan negara, dan distribusi cadangan pangan ke seluruh wilayah Indonesia.

Airlangga dan Prabowo sepakat untuk terus saling bekerja sama sesuai arahan Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan 16 Agustus lalu. Semua lembaga negara perlu untuk selalu waspada, hati-hati dan siaga di tengah kondisi dunia yang tidak menentu. Kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional, merupakan pilar paling penting dalam mewujudkan cita-cita dan perjuangan bangsa Indonesia. (ekon/*/par)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/