alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Pokdarwis Minta Stop Tambak Dekat Wisata

SUMENEP – Pengembangan areal lahan tambak udang di dekat Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, terus mendapat penolakan. Sebab, jika lahan tambak semakin ke barat, dampaknya terhadap areal wisata pantai tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lombang Suryadi mengatakan, di areal yang sudah berproduksi dekat dengan Pantai Lombang. Pengusaha masih menambah lahan lagi ke arah barat.

”Kalau semakin menambah ke arat barat, tentu semakin dekat ke pantai. Kami berharap pemerintah tegas dengan cara menyetop pengembangan tambak,” katanya tegas Rabu (20/9).

Menurut dia, jika semakin dekat ke lokasi wisata, ada efek seperti bau menyengat dari lokasi tambak. Hal itu harus dicegah dengan menghentikan pengembangan tambak agar tidak semakin dekat. Sebab, keberadaan tambak bisa menghambat pengembangan pariwisata.

Baca Juga :  Sebagian Pendapatan Wisata Mengalir ke Pihak Ketiga

”Pokdarwis akan terus menyikapi permasalahan ini demi menjaga keberlangsungan tempat wisata Pantai Lombang,” ujarnya.

Pokdarwis bakal menggalang penolakan pengembangan tambak ke lokasi wisata. Pihaknya akan bersurat ke instansi terkait dan melakukan gerakan penyelamatan lahan. Sehingga, sekitar pantai tidak akan mudah dimanfaatkan di luar kepentingan wisata.

Suryadi menambahkan, gerakan penolakan sudah berjalan, tapi belum efektif. Terbukti, pembebasan tanah terus berjalan. Padahal mengancam eksistensi cemara udang. Bahkan, ada cemara yang sudah mati.

Sementara itu, Robi, dari pihak pengusaha, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, cemara udang mati tidak berhubungan dengan tambak. Menurut dia, di sekitar tambak banyak cemara yang masih tumbuh seperti biasa. ”Hasil uji limbah bagus dan tidak ada masalah,” terangnya.

Baca Juga :  Tahun Baru, Wisata Alam Bakal Diburu

SUMENEP – Pengembangan areal lahan tambak udang di dekat Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, terus mendapat penolakan. Sebab, jika lahan tambak semakin ke barat, dampaknya terhadap areal wisata pantai tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lombang Suryadi mengatakan, di areal yang sudah berproduksi dekat dengan Pantai Lombang. Pengusaha masih menambah lahan lagi ke arah barat.

”Kalau semakin menambah ke arat barat, tentu semakin dekat ke pantai. Kami berharap pemerintah tegas dengan cara menyetop pengembangan tambak,” katanya tegas Rabu (20/9).


Menurut dia, jika semakin dekat ke lokasi wisata, ada efek seperti bau menyengat dari lokasi tambak. Hal itu harus dicegah dengan menghentikan pengembangan tambak agar tidak semakin dekat. Sebab, keberadaan tambak bisa menghambat pengembangan pariwisata.

Baca Juga :  Renovasi Fasilitas Pantai Lombang, Pemerintah Anggarkan Rp 2,2 Miliar

”Pokdarwis akan terus menyikapi permasalahan ini demi menjaga keberlangsungan tempat wisata Pantai Lombang,” ujarnya.

Pokdarwis bakal menggalang penolakan pengembangan tambak ke lokasi wisata. Pihaknya akan bersurat ke instansi terkait dan melakukan gerakan penyelamatan lahan. Sehingga, sekitar pantai tidak akan mudah dimanfaatkan di luar kepentingan wisata.

Suryadi menambahkan, gerakan penolakan sudah berjalan, tapi belum efektif. Terbukti, pembebasan tanah terus berjalan. Padahal mengancam eksistensi cemara udang. Bahkan, ada cemara yang sudah mati.

Sementara itu, Robi, dari pihak pengusaha, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, cemara udang mati tidak berhubungan dengan tambak. Menurut dia, di sekitar tambak banyak cemara yang masih tumbuh seperti biasa. ”Hasil uji limbah bagus dan tidak ada masalah,” terangnya.

Baca Juga :  Polisikan Oknum Dewan, Istri Siri Ngaku Sering Dipukul
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/