alexametrics
20.3 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Syarat Ratusan Bacaleg Tak Lengkap

SUMENEP – Proses pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg) memang sudah tuntas di KPU. Akan tetapi dari sisi kelengkapan administrasi, masih banyak yang perlu dibenahi. Penyebabnya, syarat pendaftaran ratusan bacaleg tidak lengkap.

Fakta itu terungkap setelah staf KPU melakukan penelitian terhadap berkas-berkas pencalonan. Ketua KPU Sumenep A. Warits mengatakan, jumlah yang tidak lengkap cukup dominan. Sebab, bacaleg yang tidak lengkap dari sisi administrasi bukan hanya dari satu parpol.

”Sekarang sedang diteliti. Total angka pastinya berapa orang belum jelas. Sebab belum direkap semua,” kata A. Warits saat ditemui di kantornya Jumat (20/7). ”Tapi dari tujuh parpol yang sudah direkap, ada ratusan bacaleg yang tidak lengkap. Mungkin bisa mencapai 200 lebih,” tambahnya.

Baca Juga :  Diberi Rp 60 M, Minta Rp 73,5 M

Banyak faktor mengapa persyaratan pencalonan dinyatakan tidak lengkap. Pertama, ada beberapa bacaleg yang tidak melampirkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Ada pula yang tidak menyertakan surat keterangan bebas narkoba.

”Untuk keterangan kesehatan itu ada tiga. Yakni sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba. Sebagian bacaleg belum melampirkan itu,” jelasnya.

Pihaknya memaklumi banyak bacaleg yang belum melampirkan SKCK atau surat keterangan kesehatan. Sebab, jumlah bacaleg di Sumenep cukup banyak. Sementara instansi yang bisa mengeluarkan dua surat tersebut terbatas.

Ada juga faktor lain persyaratan pencalonan dianggap tidak lengkap. Misalnya, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) terlalu buram, sehingga tidak bisa dibaca. Ada pula yang fotokopi ijazahnya tidak dilegalisasi ke lembaga tempat bacaleg menempuh pendidikan.

”Termasuk juga ada bacaleg yang tidak ada tanda tangan pada dokumen curriculum vitae yang disetorkan ke KPU. Itu juga kami anggap tidak memenuhi syarat,” tambahnya.

Baca Juga :  Reses 1 Belum Diparipurnakan, Sudah Diagendakan Lagi

Karena itu, pihaknya meminta agar bacaleg segera menyiapkan dokumen-dokumen persyaratan yang dibutuhkan. KPU sendiri memberikan waktu sekitar sepuluh hari untuk perbaikan dokumen. Yakni mulai 22–31 Juli 2018.

”Mulai besok (hari ini, Red) hasil rekap persyaratan calon akan kami serahkan ke partai masing-masing. Yang tidak lengkap segera melengkapinya melalui partainya,” tegasnya.

Jumlah bacaleg di Sumenep ada 617 orang. Perinciannya, 361 bacaleg laki-laki dan 256 perempuan. Mereka berasal dari 16 parpol yang terdaftar di KPU Sumenep. Mereka memperebutkan 50 kursi di DPRD dari tujuh daerah pemilihan (dapil) yang tersebar di 27 kecamatan.

SUMENEP – Proses pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg) memang sudah tuntas di KPU. Akan tetapi dari sisi kelengkapan administrasi, masih banyak yang perlu dibenahi. Penyebabnya, syarat pendaftaran ratusan bacaleg tidak lengkap.

Fakta itu terungkap setelah staf KPU melakukan penelitian terhadap berkas-berkas pencalonan. Ketua KPU Sumenep A. Warits mengatakan, jumlah yang tidak lengkap cukup dominan. Sebab, bacaleg yang tidak lengkap dari sisi administrasi bukan hanya dari satu parpol.

”Sekarang sedang diteliti. Total angka pastinya berapa orang belum jelas. Sebab belum direkap semua,” kata A. Warits saat ditemui di kantornya Jumat (20/7). ”Tapi dari tujuh parpol yang sudah direkap, ada ratusan bacaleg yang tidak lengkap. Mungkin bisa mencapai 200 lebih,” tambahnya.

Baca Juga :  Korupsi Banyak Terjadi di Pemerintah Desa

Banyak faktor mengapa persyaratan pencalonan dinyatakan tidak lengkap. Pertama, ada beberapa bacaleg yang tidak melampirkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Ada pula yang tidak menyertakan surat keterangan bebas narkoba.

”Untuk keterangan kesehatan itu ada tiga. Yakni sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba. Sebagian bacaleg belum melampirkan itu,” jelasnya.

Pihaknya memaklumi banyak bacaleg yang belum melampirkan SKCK atau surat keterangan kesehatan. Sebab, jumlah bacaleg di Sumenep cukup banyak. Sementara instansi yang bisa mengeluarkan dua surat tersebut terbatas.

Ada juga faktor lain persyaratan pencalonan dianggap tidak lengkap. Misalnya, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) terlalu buram, sehingga tidak bisa dibaca. Ada pula yang fotokopi ijazahnya tidak dilegalisasi ke lembaga tempat bacaleg menempuh pendidikan.

”Termasuk juga ada bacaleg yang tidak ada tanda tangan pada dokumen curriculum vitae yang disetorkan ke KPU. Itu juga kami anggap tidak memenuhi syarat,” tambahnya.

Baca Juga :  Panwaslu Ekstra Hati-Hati Terkait ”Salam Jempol” Ketua KPU

Karena itu, pihaknya meminta agar bacaleg segera menyiapkan dokumen-dokumen persyaratan yang dibutuhkan. KPU sendiri memberikan waktu sekitar sepuluh hari untuk perbaikan dokumen. Yakni mulai 22–31 Juli 2018.

”Mulai besok (hari ini, Red) hasil rekap persyaratan calon akan kami serahkan ke partai masing-masing. Yang tidak lengkap segera melengkapinya melalui partainya,” tegasnya.

Jumlah bacaleg di Sumenep ada 617 orang. Perinciannya, 361 bacaleg laki-laki dan 256 perempuan. Mereka berasal dari 16 parpol yang terdaftar di KPU Sumenep. Mereka memperebutkan 50 kursi di DPRD dari tujuh daerah pemilihan (dapil) yang tersebar di 27 kecamatan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/