alexametrics
22 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Pjs Bupati Pamekasan Masih Misteri

PAMEKASAN – Masa jabatan Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari (Asri) resmi berakhir Sabtu (21/4). Lima tahun yang lalu dia mencalonkan diri bersama Achmad Syafii. Pasangan pemimpin yang terkenal ramah, bijak, dan sederhana itu genap memimpin Pamekasan selama lima tahun.

Beberapa bulan ke depan, Kota Gerbang Salam akan dipimpin pejabat sementara (Pjs). Jabatan itu selama Pamekasan belum memiliki bupati dan wakil bupati definitif. Sosok Pjs yang akan menakhodai pemerintaha itu masih misteri hingga Jumat (20/4).

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin mengatakan, Pjs bupati yang akan mengisi kekosongan jabatan itu belum diketahui. Belum ada pemberitahuan secara resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Pjs yang akan menakhodai Pamekasan itu ditunjuk oleh Gubernur Jatim Soekarwo untuk menjalankan roda pemerintahan sampai adanya bupati-Wabup definitif.

Idealnya, pengisian Pjs tidak berjeda. Pasca akhir masa jabatan (AMJ) langsung diisi. Tidak boleh ada kekosongan. Jika kosong, pemerintahan akan mandek. ”Idealnya seperti itu (tidak ada jeda, Red),” katanya.

Masa jabatan Khalil Asy’ari berakhir hari ini. Idealnya, Senin (23/4) pemerintahan sudah dinakhodai Pjs. Tetapi, fakta di lapangan berbeda. Pjs masih misteri. Hingga hari aktif kerja terakhir, belum ada undangan pelantikan Pjs.

Baca Juga :  Nyabu, Mantan Kades Diciduk

Politikus PPP itu menyampaikan, pengangkatan Pjs juga melalui prosesi pelantikan. Sejumlah pejabat diundang dalam pelantikan itu. Termasuk, pimpinan DPRD Pamekasan. ”Sampai sekarang (20/4) saya belum menerima undangan,” katanya.

Secara kelembagaan, dewan akan berkoordinasi dengan eksekutif untuk menanyakan Pjs yang akan ditunjuk gubernur. Harapannya, komunikasi dari awal terbangun. Dengan demikian, pemerintahan akan berjalan optimal.

Halili menyampaikan, pasangan Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (Asri) selalu mengedepankan koordinasi dengan siapa pun. Termasuk dengan anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Dengan demikian, tradisi merawat komunikasi itu harus terus dijalankan.

Sebab, komunikasi dan koordinasi merupakan kunci keberhasilan suatu program. Tanpa adanya komunikasi yang baik, program pemerintahan dinilai sulit tercapai dengan baik. ”Akan kami koordinasikan dengan eksekutif mengenai Pjs itu,” katanya.

Dirjen Otonomi Daerah (Otoda) Kemendagri Sumarsono mengatakan, Pjs bupati Pamekasan sudah ditunjuk. Bahkan, surat keputusan (SK) pengangkatan Pjs itu sudah ditandatangani. ”SK sudah terbit,” katanya ketika dihubungi.

Pada Pilkada 2013, ada tiga paslon yang bertarung. Yakni, Al Anwari-Holil dengan nomor urut satu. Pasangan ini mendapat suara 6,905 suara (1,49 persen). Kemudian, nomor urut dua KH Khalilurrahman-Moh. Masduki dengan perolehan 205.902 suara (44,45 persen). Pemenang pilkada saat itu pasangan nomor urut 3, Asri. Pasangan ini mengumpulkan 250.336 suara (54,51 persen).

Baca Juga :  Disharmonisasi Harus Segera Diakhiri

Pilkada 2013 diwarnai dengan gugatan ke MK. Paslon nomor urut dua menilai banyak terjadi kecurangan sehingga perlu diulang. Namun, gugatan itu mental. Pada 21 April 2013, Pasangan Asri dilantik menjadi bupati dan wakil bupati definitif.

Perjalanan pasangan pemimpin bersahaja itu cukup baik. Mereka selalu kompak dalam membuat kebijakan. Tak ayal, dua sosok pemimpin itu disenangi hampir seluruh lapisan masyarakat.

Namun, pada Rabu 2 Agustus 2017 lalu, Achmad Syafii tersandung kasus hukum. Mantan ketua DPRD Pamekasan itu terlibat kasus suap dana desa (DD) Dasok, Kecamatan Pademawu ,terhadap mantan Kajari Pamekasan Rudi Indra Presetya.

Majelis hakim memvonis Syafii bersalah dan harus dipenjara selama 2 tahun 8 bulan. Februari lalu, Kemendagri mengeluarkan SK pemberhentian Syafii sebagai bupati. Dengan demikian, roda pemerintahan dilanjutkan Khalil Asy’ari dengan status tetap Wabup.

DPRD Pamekasan mengirimkan surat pengusulan Wabup Khalil menjadi bupati definitif. Namun, usulan itu ditolak. Kemendagri beralasan, AMJ Khalil tidak sampai satu bulan. Dengan demikian, tidak perlu ada pengangkatan bupati definitif.

PAMEKASAN – Masa jabatan Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari (Asri) resmi berakhir Sabtu (21/4). Lima tahun yang lalu dia mencalonkan diri bersama Achmad Syafii. Pasangan pemimpin yang terkenal ramah, bijak, dan sederhana itu genap memimpin Pamekasan selama lima tahun.

Beberapa bulan ke depan, Kota Gerbang Salam akan dipimpin pejabat sementara (Pjs). Jabatan itu selama Pamekasan belum memiliki bupati dan wakil bupati definitif. Sosok Pjs yang akan menakhodai pemerintaha itu masih misteri hingga Jumat (20/4).

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin mengatakan, Pjs bupati yang akan mengisi kekosongan jabatan itu belum diketahui. Belum ada pemberitahuan secara resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Pjs yang akan menakhodai Pamekasan itu ditunjuk oleh Gubernur Jatim Soekarwo untuk menjalankan roda pemerintahan sampai adanya bupati-Wabup definitif.


Idealnya, pengisian Pjs tidak berjeda. Pasca akhir masa jabatan (AMJ) langsung diisi. Tidak boleh ada kekosongan. Jika kosong, pemerintahan akan mandek. ”Idealnya seperti itu (tidak ada jeda, Red),” katanya.

Masa jabatan Khalil Asy’ari berakhir hari ini. Idealnya, Senin (23/4) pemerintahan sudah dinakhodai Pjs. Tetapi, fakta di lapangan berbeda. Pjs masih misteri. Hingga hari aktif kerja terakhir, belum ada undangan pelantikan Pjs.

Baca Juga :  PPNI Bangun Kemitraan dengan Pemkab

Politikus PPP itu menyampaikan, pengangkatan Pjs juga melalui prosesi pelantikan. Sejumlah pejabat diundang dalam pelantikan itu. Termasuk, pimpinan DPRD Pamekasan. ”Sampai sekarang (20/4) saya belum menerima undangan,” katanya.

Secara kelembagaan, dewan akan berkoordinasi dengan eksekutif untuk menanyakan Pjs yang akan ditunjuk gubernur. Harapannya, komunikasi dari awal terbangun. Dengan demikian, pemerintahan akan berjalan optimal.

Halili menyampaikan, pasangan Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (Asri) selalu mengedepankan koordinasi dengan siapa pun. Termasuk dengan anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Dengan demikian, tradisi merawat komunikasi itu harus terus dijalankan.

Sebab, komunikasi dan koordinasi merupakan kunci keberhasilan suatu program. Tanpa adanya komunikasi yang baik, program pemerintahan dinilai sulit tercapai dengan baik. ”Akan kami koordinasikan dengan eksekutif mengenai Pjs itu,” katanya.

Dirjen Otonomi Daerah (Otoda) Kemendagri Sumarsono mengatakan, Pjs bupati Pamekasan sudah ditunjuk. Bahkan, surat keputusan (SK) pengangkatan Pjs itu sudah ditandatangani. ”SK sudah terbit,” katanya ketika dihubungi.

Pada Pilkada 2013, ada tiga paslon yang bertarung. Yakni, Al Anwari-Holil dengan nomor urut satu. Pasangan ini mendapat suara 6,905 suara (1,49 persen). Kemudian, nomor urut dua KH Khalilurrahman-Moh. Masduki dengan perolehan 205.902 suara (44,45 persen). Pemenang pilkada saat itu pasangan nomor urut 3, Asri. Pasangan ini mengumpulkan 250.336 suara (54,51 persen).

Baca Juga :  Abaikan SK, Bakal Lawan Bupati di Pengadilan

Pilkada 2013 diwarnai dengan gugatan ke MK. Paslon nomor urut dua menilai banyak terjadi kecurangan sehingga perlu diulang. Namun, gugatan itu mental. Pada 21 April 2013, Pasangan Asri dilantik menjadi bupati dan wakil bupati definitif.

Perjalanan pasangan pemimpin bersahaja itu cukup baik. Mereka selalu kompak dalam membuat kebijakan. Tak ayal, dua sosok pemimpin itu disenangi hampir seluruh lapisan masyarakat.

Namun, pada Rabu 2 Agustus 2017 lalu, Achmad Syafii tersandung kasus hukum. Mantan ketua DPRD Pamekasan itu terlibat kasus suap dana desa (DD) Dasok, Kecamatan Pademawu ,terhadap mantan Kajari Pamekasan Rudi Indra Presetya.

Majelis hakim memvonis Syafii bersalah dan harus dipenjara selama 2 tahun 8 bulan. Februari lalu, Kemendagri mengeluarkan SK pemberhentian Syafii sebagai bupati. Dengan demikian, roda pemerintahan dilanjutkan Khalil Asy’ari dengan status tetap Wabup.

DPRD Pamekasan mengirimkan surat pengusulan Wabup Khalil menjadi bupati definitif. Namun, usulan itu ditolak. Kemendagri beralasan, AMJ Khalil tidak sampai satu bulan. Dengan demikian, tidak perlu ada pengangkatan bupati definitif.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/