alexametrics
29.4 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Temukan WNA Masuk DPT

PAMEKASAN – Warga negara asing (WNA) masuk daftar pemilih tetap (DPT) ditemukan di Pamekasan. Berdasarkan hasil kroscek Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan, ada dua warga asing yang terdaftar sebagai pemilih.

Temuan itu diungkapkan Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pamekasan Khotim Ubaidillah pada rapat pleno penetapan DPTb-2 kemarin (20/3). Dia meminta agar warga asing itu segera dihapus dari sistem informasi data pemilih (Sidalih).

Ubaid –sapaan Khotim Ubaidillah– mengatakan, dua WNA asing itu masing-masing berasal dari Iran dan Malaysia. Keduanya tercatat sebagai pemilih. Padahal, mereka tidak memiliki hak menjadi peserta pemilu. ”Kami sudah kroscek ke kantor imigrasi, ternyata benar warga negara asing,” katanya.

Ubaid menyampaikan, WNA masuk DPT itu isu nasional. Sebab, di beberapa daerah juga ditemukan. Dengan demikian, Bawaslu terus mengeroscek data pemilih agar tidak ada warga asing yang terdaftar sebagai pemilih.

Baca Juga :  PC NU Pamekasan Serukan Kampanye Damai

KPU Pamekasan harus segera menghapus data bermasalah itu. Sebab, tidak ada lagi rapat pleno daftar pemilih tambahan (DPTb). ”Sekarang ini rapat pleno terakhir,” katanya usai menghadiri rapat pleno.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, dua WNA masuk DPT itu sudah dihapus. Pasca ada temuan dari Bawaslu, penyelenggara lansung menindaklanjuti dengan mengkroscek temuan itu.

Terdaftarnya warga asing itu sebagai pemilih bukan karena keteledoran petugas pencocokan dan penelitian (coklit). Sebab, keduanya memiliki dokumen kependudukan secara resmi seperti e-KTP dan kartu keluarga (KK). Dengan demikian, petugas coklit memasukkan sebagai pemilih. ”Tapi sudah kami hapus,” katanya.

Hamzah mengatakan, KPU terus melakukan updating data pemilih. Warga yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti meninggal langsung dihapus. Dia yakin data pemilih sangat valid.

Baca Juga :  KPU Terima Laporan Dugaan DPT Ganda

Mengenai warga di bawah 17 tahun yang masuk DPT, diakui ada di sejumlah kecamatan. Tetapi, secara prosedur mereka memiliki hak pilih. Sebab, sudah menikah dan memiliki e-KTP.

Kemudian, warga di atas usia 90 tahun juga sempat menjadi bahan pembicaraan. KPU mengeroscek langsung. Hasilnya, memang ada pemilih yang usianya di atas 90 tahun. ”Orangnya masih hidup dan sehat. Mereka memiliki hak pilih,” katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan rapat pleno DPTb-2, jumlah DPT untuk pemilu di Pamekasan sebanyak 707.103 orang. Jumlah tersebut berkurang dibanding DPTb-1 yang mencapai 707.620 orang. 

PAMEKASAN – Warga negara asing (WNA) masuk daftar pemilih tetap (DPT) ditemukan di Pamekasan. Berdasarkan hasil kroscek Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan, ada dua warga asing yang terdaftar sebagai pemilih.

Temuan itu diungkapkan Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pamekasan Khotim Ubaidillah pada rapat pleno penetapan DPTb-2 kemarin (20/3). Dia meminta agar warga asing itu segera dihapus dari sistem informasi data pemilih (Sidalih).

Ubaid –sapaan Khotim Ubaidillah– mengatakan, dua WNA asing itu masing-masing berasal dari Iran dan Malaysia. Keduanya tercatat sebagai pemilih. Padahal, mereka tidak memiliki hak menjadi peserta pemilu. ”Kami sudah kroscek ke kantor imigrasi, ternyata benar warga negara asing,” katanya.


Ubaid menyampaikan, WNA masuk DPT itu isu nasional. Sebab, di beberapa daerah juga ditemukan. Dengan demikian, Bawaslu terus mengeroscek data pemilih agar tidak ada warga asing yang terdaftar sebagai pemilih.

Baca Juga :  Pilkada Bangkalan, 7.268 Jiwa Tak Memenuhi Syarat Pemilih

KPU Pamekasan harus segera menghapus data bermasalah itu. Sebab, tidak ada lagi rapat pleno daftar pemilih tambahan (DPTb). ”Sekarang ini rapat pleno terakhir,” katanya usai menghadiri rapat pleno.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, dua WNA masuk DPT itu sudah dihapus. Pasca ada temuan dari Bawaslu, penyelenggara lansung menindaklanjuti dengan mengkroscek temuan itu.

Terdaftarnya warga asing itu sebagai pemilih bukan karena keteledoran petugas pencocokan dan penelitian (coklit). Sebab, keduanya memiliki dokumen kependudukan secara resmi seperti e-KTP dan kartu keluarga (KK). Dengan demikian, petugas coklit memasukkan sebagai pemilih. ”Tapi sudah kami hapus,” katanya.

Hamzah mengatakan, KPU terus melakukan updating data pemilih. Warga yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti meninggal langsung dihapus. Dia yakin data pemilih sangat valid.

Baca Juga :  Pemilih dari Kaum Disabilitas Capai 2.671 Orang

Mengenai warga di bawah 17 tahun yang masuk DPT, diakui ada di sejumlah kecamatan. Tetapi, secara prosedur mereka memiliki hak pilih. Sebab, sudah menikah dan memiliki e-KTP.

Kemudian, warga di atas usia 90 tahun juga sempat menjadi bahan pembicaraan. KPU mengeroscek langsung. Hasilnya, memang ada pemilih yang usianya di atas 90 tahun. ”Orangnya masih hidup dan sehat. Mereka memiliki hak pilih,” katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan rapat pleno DPTb-2, jumlah DPT untuk pemilu di Pamekasan sebanyak 707.103 orang. Jumlah tersebut berkurang dibanding DPTb-1 yang mencapai 707.620 orang. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Menjadi Puskesmas yang Sayang Anak

Bupati Siap Hadir, CFD Bakal Meriah

Song-osong Lombung Bantu Masyarakat

Artikel Terbaru

/