alexametrics
23.1 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Bakar 225 Gram Sabu-Sabu dan 27 Pil Y

SAMPANG – Barang bukti (BB) kasus narkotika di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang akhirnya dimusnahkan bersama-sama oleh forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) kemarin (20/2). Ada 225 gram sabu-sabu (SS) dan 27 pil berlogo Y yang dibakar di halaman Pengadilan Negeri (PN) Sampang.

Kepala Kejari Sampang Setyo Utomo melalui Kasi Barang Bukti Erick Herlambang mengatakan, BB yang dimusnahkan pada 2019 ini sebanyak 225 gram narkotika jenis SS dan 27 pil berlogo Y.

”Itu barang bukti sejak Agustus 2018 sampai Januari 2019 dari perkara yang sudah inkrah,” kata Erick.

Menurut dia, BB yang dimusnahkan tidak hanya narkotika, melainkan seluruh perangkat dan peralatan untuk mengonsumsi barang terlarang tersebut. ”Yang belum inkrah barang buktinya disimpan di gudang,” ungkap dia.

Baca Juga :  Esai Madura: Sa-raksa

Ketua PN Sampang Budi Setyawan menyampaikan, perkara narkoba yang disidangkan di pengadilan dalam dua tahun ini mengalami penurunan. Pada 2017 ada 83 perkara, sementara pada 2018 ada 70 perkara.

”Perkara narkoba di Sampang relatif masih tinggi, tapi 2018 sudah ada penurunan meski tak signifikan,” terangnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menegaskan bahwa pada awal tahun 2019 pihaknya sudah mengungkap 18 perkara kasus narkoba dengan 21 tersangka. BB sudah mencapai 28,16 gram sabu-sabu.

”Narkoba adalah musuh kita bersama dan juga musuh negara ini. Jadi kami tidak akan main-main dalam mengungkap dan menangkap siapa pun yang terlibat kasus narkoba,” tegasnya.

Bupati Sampang Slamet Junaidi berjanji, penyadaran terhadap masyarakat mengenai bahaya narkoba melalui sosialisasi akan ditingkatkan. Dengan demikian, penyalahgunaan narkoba di Kota Bahari semakin berkurang.

Baca Juga :  Ciduk Penyabu Depan Mapolsek

”Jika dilihat dari data pengadilan, turunnya perkara narkoba tak begitu signifikan. Itu menjadi catatan bagi kami supaya seluruh elemen ikut andil dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” paparnya.

Tak hanya itu, narkoba juga merusak moral bangsa ini. Maka dari itu, butuh komitmen yang sungguh-sungguh untuk memberantas peredaran narkoba di Sampang.

”Kami akan terus berkoordinasi dengan forkopimda dan seluruh tokoh masyarakat dalam hal pemberantasan narkoba di Kabupaten Sampang ini,” tandasnya.

SAMPANG – Barang bukti (BB) kasus narkotika di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang akhirnya dimusnahkan bersama-sama oleh forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) kemarin (20/2). Ada 225 gram sabu-sabu (SS) dan 27 pil berlogo Y yang dibakar di halaman Pengadilan Negeri (PN) Sampang.

Kepala Kejari Sampang Setyo Utomo melalui Kasi Barang Bukti Erick Herlambang mengatakan, BB yang dimusnahkan pada 2019 ini sebanyak 225 gram narkotika jenis SS dan 27 pil berlogo Y.

”Itu barang bukti sejak Agustus 2018 sampai Januari 2019 dari perkara yang sudah inkrah,” kata Erick.


Menurut dia, BB yang dimusnahkan tidak hanya narkotika, melainkan seluruh perangkat dan peralatan untuk mengonsumsi barang terlarang tersebut. ”Yang belum inkrah barang buktinya disimpan di gudang,” ungkap dia.

Baca Juga :  Habib: Saya Tidak Berniat Menipu

Ketua PN Sampang Budi Setyawan menyampaikan, perkara narkoba yang disidangkan di pengadilan dalam dua tahun ini mengalami penurunan. Pada 2017 ada 83 perkara, sementara pada 2018 ada 70 perkara.

”Perkara narkoba di Sampang relatif masih tinggi, tapi 2018 sudah ada penurunan meski tak signifikan,” terangnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menegaskan bahwa pada awal tahun 2019 pihaknya sudah mengungkap 18 perkara kasus narkoba dengan 21 tersangka. BB sudah mencapai 28,16 gram sabu-sabu.

”Narkoba adalah musuh kita bersama dan juga musuh negara ini. Jadi kami tidak akan main-main dalam mengungkap dan menangkap siapa pun yang terlibat kasus narkoba,” tegasnya.

Bupati Sampang Slamet Junaidi berjanji, penyadaran terhadap masyarakat mengenai bahaya narkoba melalui sosialisasi akan ditingkatkan. Dengan demikian, penyalahgunaan narkoba di Kota Bahari semakin berkurang.

Baca Juga :  75 Persen Tersandung Kasus Narkoba

”Jika dilihat dari data pengadilan, turunnya perkara narkoba tak begitu signifikan. Itu menjadi catatan bagi kami supaya seluruh elemen ikut andil dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” paparnya.

Tak hanya itu, narkoba juga merusak moral bangsa ini. Maka dari itu, butuh komitmen yang sungguh-sungguh untuk memberantas peredaran narkoba di Sampang.

”Kami akan terus berkoordinasi dengan forkopimda dan seluruh tokoh masyarakat dalam hal pemberantasan narkoba di Kabupaten Sampang ini,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/