alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Wisatawan Butuh Jaminan Keselamatan

BANGKALAN – Keamanan suatu daerah menjadi salah satu penentu animo wisatawan. Tindak kriminal menyebabkan wisatawan enggan berkunjung ke Bangkalan. Berkali-kali pelancong menjadi korban di wilayah maupun akses menuju lokasi wisata.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad, Sabtu (20/1). Menurut dia, pelancong domestik dan mancanegara butuh jaminan keselamatan selama berwisata. ”Kalau tidak aman, orang jadi berpikir dua kali untuk datang ke Bangkalan. Sebab, trauma dengan berbagai kejadian menimpa pengunjung yang berwisata,” ungkapnya.

Politikus PPP itu memaparkan, pemkab perlu bekerja sama dengan petugas keamanan. Dengan begitu, di sejumlah titik rawan tindak kriminal bisa dilakukan penjagaan. Tidak dipungkiri, citra suatu daerah akan menurun jika tindak kejahatannya tinggi. ”Sering-sering koordinasi dengan pihak berwajib. Harus berupaya memberikan rasa aman kepada pengunjung,” tutur anggota dewan empat periode itu.

Baca Juga :  CFD JPRM Sesi ke-3, Didukung Daffi Hijab Style Sumenep

Kepala Disbudpar Bangkalan Lily Setiawaty Mukti mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait pengamanan lokasi wisata. Pemkab sudah pernah melakukan pertemuan dengan TNI-Polri. ”Kami bersama sejumlah pihak juga sempat pantau lokasi rawan tindak kriminal,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada sejumlah pengelola wisata agar memperhatikan segala aspek ketersediaan layanan pengunjung. Terlebih, untuk ikut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya tindak kriminal. ”Kami sudah sampaikan untuk saling koordinasi,” ucapnya.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menyampaikan, pengamanan di akses dan lokasi wisata menjadi tanggung jawab polsek. Itu sesuai petunjuk Kapolres. ”Secara rutin diminta patroli. Kami juga ada tim khusus untuk patroli. Salah satunya Sakera Tujuh,” jelasnya.

Baca Juga :  Usai UTS, Lomba Azan Kembali Digelar

Dia tidak bisa menyebut data jumlah tindak kriminal yang menimpa wisatawan. Namun diakui ada beberapa laporan mengenai pengunjung wisata yang menjadi korban begal. Menurut dia, sejauh ini tidak ada permintaan kerja sama khusus untuk pengamanan rutin di akses lokasi wisata. ”Kami inisiatif sendiri untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan,” terangnya.

Mengacu pada data Disbudpar Bangkalan,  pada 2014 tercatat 1.931.875 wisatawan berkunjung ke Kota Salak. Kemudian 2015, terjadi penurunan menjadi 1.777.251. Tahun 2016 pelancong kembali menurun. Hanya 1.694.092 wisatawan. Sedangkan 2017 dari Januari hingga Oktober, total pengunjung baru mencapai 1.065.276 wisatawan.

BANGKALAN – Keamanan suatu daerah menjadi salah satu penentu animo wisatawan. Tindak kriminal menyebabkan wisatawan enggan berkunjung ke Bangkalan. Berkali-kali pelancong menjadi korban di wilayah maupun akses menuju lokasi wisata.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad, Sabtu (20/1). Menurut dia, pelancong domestik dan mancanegara butuh jaminan keselamatan selama berwisata. ”Kalau tidak aman, orang jadi berpikir dua kali untuk datang ke Bangkalan. Sebab, trauma dengan berbagai kejadian menimpa pengunjung yang berwisata,” ungkapnya.

Politikus PPP itu memaparkan, pemkab perlu bekerja sama dengan petugas keamanan. Dengan begitu, di sejumlah titik rawan tindak kriminal bisa dilakukan penjagaan. Tidak dipungkiri, citra suatu daerah akan menurun jika tindak kejahatannya tinggi. ”Sering-sering koordinasi dengan pihak berwajib. Harus berupaya memberikan rasa aman kepada pengunjung,” tutur anggota dewan empat periode itu.

Baca Juga :  Usai UTS, Lomba Azan Kembali Digelar

Kepala Disbudpar Bangkalan Lily Setiawaty Mukti mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait pengamanan lokasi wisata. Pemkab sudah pernah melakukan pertemuan dengan TNI-Polri. ”Kami bersama sejumlah pihak juga sempat pantau lokasi rawan tindak kriminal,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada sejumlah pengelola wisata agar memperhatikan segala aspek ketersediaan layanan pengunjung. Terlebih, untuk ikut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya tindak kriminal. ”Kami sudah sampaikan untuk saling koordinasi,” ucapnya.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menyampaikan, pengamanan di akses dan lokasi wisata menjadi tanggung jawab polsek. Itu sesuai petunjuk Kapolres. ”Secara rutin diminta patroli. Kami juga ada tim khusus untuk patroli. Salah satunya Sakera Tujuh,” jelasnya.

Baca Juga :  Hindari Kejahatan Social Engineering, BRI Rahasiakan Data Pribadi

Dia tidak bisa menyebut data jumlah tindak kriminal yang menimpa wisatawan. Namun diakui ada beberapa laporan mengenai pengunjung wisata yang menjadi korban begal. Menurut dia, sejauh ini tidak ada permintaan kerja sama khusus untuk pengamanan rutin di akses lokasi wisata. ”Kami inisiatif sendiri untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan,” terangnya.

Mengacu pada data Disbudpar Bangkalan,  pada 2014 tercatat 1.931.875 wisatawan berkunjung ke Kota Salak. Kemudian 2015, terjadi penurunan menjadi 1.777.251. Tahun 2016 pelancong kembali menurun. Hanya 1.694.092 wisatawan. Sedangkan 2017 dari Januari hingga Oktober, total pengunjung baru mencapai 1.065.276 wisatawan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Hantam Truk Roda Enam, Mahasiswa Tewas

PKL Margalela Tagih Janji Pemkab

Ternak Ayam Petelur Semakin Menjanjikan

Polisi Ringkus Pengedar Narkoba

Artikel Terbaru

/