alexametrics
21.3 C
Madura
Saturday, October 1, 2022

Kurangi Emisi Karbon, BRI Pakai Kendaraan Listrik

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk menerapkan aspek sustainability dalam setiap operasional bisnisnya. Salah satunya melalui inisiatif akselerasi transisi kendaraan listrik.

Langkah tersebut sejalan dengan Surat Edaran (SE) Menteri BUMN S-565/MBU/09/2022 tanggal 12 September 2022. SE itu mengatur tentang dukungan percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.

Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto mengatakan, perseroan senantiasa menjalankan prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) untuk keberlanjutan kehidupan manusia. Juga mendorong tingkat kemakmuran atau prosperity.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi upaya nyata BRI mengurangi emisi karbon. Juga untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

“BRI sebagai lembaga keuangan konsisten berperan aktif dalam upaya pengurangan emisi di Indonesia. Penggunaan kendaraan listrik ini akan kami tingkatkan secara bertahap,” ucap Solichin.

Dijelaskan, BRI saat ini telah menggunakan 30 mobil listrik yang tersebar di berbagai Regional Office (RO) sebagai kendaraan operasional. Sebanyak 50 sepeda motor listrik GESITS juga digunakan para Tenaga Pemasar BRI.

Baca Juga :  Menko Airlangga: T20 Dorong Aspek Inklusivitas sebagai Solusi Masalah Global

Solichin menambahkan, penggantian kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik di seluruh unit kerja BRI akan dilaksanakan secara bertahap. Tentunya, memperhatikan kesiapan infrastruktur dan jenis kendaraan listrik.

Berdasar riset yang dilakukan BRI, selain ramah lingkungan, penggunaan mobil listrik juga lebih ekonomis dibanding kendaraan konvensional. Biaya yang dikeluarkan mobil listrik lebih rendah lima kali lipat dibanding kendaraan konvensional.

BRI sebagai lembaga keuangan juga berperan aktif dalam mendorong pembiayaan bagi sektor berkelanjutan. Hingga kuartal II-2022, sebanyak Rp 657,1 triliun atau setara 65,5 % dari total portofolio kredit BRI telah menerapkan prinsip ESG.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Solichin, dari ratusan trilium tersebut, sebesar Rp 74,7 triliun di antaranya disalurkan kepada sektor kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL).

BRI sebagai salah satu ‘First Mover on Sustainable Finance’, telah mengimplementasikan secara bertahap strategi keberlanjutan. Hal itu diharapkan dapat berdampak positif dalam mendorong percepatan implementasi keuangan.

“BRI akan fokus mewujudkan solusi keuangan yang terintegrasi kepada masyarakat,” terang Solichin.

Baca Juga :  Mamaca Mengandung Nilai Spiritual dan Pendidikan

BRI berkomitmen untuk terus memperkuat peran dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Caranya, dengan meningkatkan pembiayaan pada sektor berkelanjutan.

Pada Juni 2022, BRI telah menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI atau Green Bond dengan menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 15 triliun, jumlah emisi tahap I di tahun 2022 sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun.

“Penerbitan Green Bond BRI Tahap I Tahun 2022 tersebut berhasil mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga sebanyak 4,4 kali,” ulasnya.

Hasil penghimpunan dana Green Bond tersebut dialokasikan paling sedikit 70 % untuk kegiatan usaha. Juga untuk kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria KUBL (baik yang baru, sedang berjalan, atau telah selesai sesuai dengan kerangka kerja obligasi).

Selain itu, BRI juga senantiasa aktif mengikuti rating MSCI, SUSTAINALYTICS, Dow Jones, S&P Global sebagai bagian dari continuous improvement penerapan ESG dan sustainability. Hal itu juga sesuai Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03.2017. (*/par)

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk menerapkan aspek sustainability dalam setiap operasional bisnisnya. Salah satunya melalui inisiatif akselerasi transisi kendaraan listrik.

Langkah tersebut sejalan dengan Surat Edaran (SE) Menteri BUMN S-565/MBU/09/2022 tanggal 12 September 2022. SE itu mengatur tentang dukungan percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.

Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto mengatakan, perseroan senantiasa menjalankan prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) untuk keberlanjutan kehidupan manusia. Juga mendorong tingkat kemakmuran atau prosperity.


Menurutnya, langkah tersebut menjadi upaya nyata BRI mengurangi emisi karbon. Juga untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

“BRI sebagai lembaga keuangan konsisten berperan aktif dalam upaya pengurangan emisi di Indonesia. Penggunaan kendaraan listrik ini akan kami tingkatkan secara bertahap,” ucap Solichin.

Dijelaskan, BRI saat ini telah menggunakan 30 mobil listrik yang tersebar di berbagai Regional Office (RO) sebagai kendaraan operasional. Sebanyak 50 sepeda motor listrik GESITS juga digunakan para Tenaga Pemasar BRI.

Baca Juga :  Apresiasi Nasabah, Persero Gelar BRI Client Summit 2022

Solichin menambahkan, penggantian kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik di seluruh unit kerja BRI akan dilaksanakan secara bertahap. Tentunya, memperhatikan kesiapan infrastruktur dan jenis kendaraan listrik.

- Advertisement -

Berdasar riset yang dilakukan BRI, selain ramah lingkungan, penggunaan mobil listrik juga lebih ekonomis dibanding kendaraan konvensional. Biaya yang dikeluarkan mobil listrik lebih rendah lima kali lipat dibanding kendaraan konvensional.

BRI sebagai lembaga keuangan juga berperan aktif dalam mendorong pembiayaan bagi sektor berkelanjutan. Hingga kuartal II-2022, sebanyak Rp 657,1 triliun atau setara 65,5 % dari total portofolio kredit BRI telah menerapkan prinsip ESG.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Solichin, dari ratusan trilium tersebut, sebesar Rp 74,7 triliun di antaranya disalurkan kepada sektor kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL).

BRI sebagai salah satu ‘First Mover on Sustainable Finance’, telah mengimplementasikan secara bertahap strategi keberlanjutan. Hal itu diharapkan dapat berdampak positif dalam mendorong percepatan implementasi keuangan.

“BRI akan fokus mewujudkan solusi keuangan yang terintegrasi kepada masyarakat,” terang Solichin.

Baca Juga :  24 Nasabah BRI Dapat Undian Panen Hadiah Simpedes

BRI berkomitmen untuk terus memperkuat peran dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Caranya, dengan meningkatkan pembiayaan pada sektor berkelanjutan.

Pada Juni 2022, BRI telah menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI atau Green Bond dengan menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 15 triliun, jumlah emisi tahap I di tahun 2022 sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun.

“Penerbitan Green Bond BRI Tahap I Tahun 2022 tersebut berhasil mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga sebanyak 4,4 kali,” ulasnya.

Hasil penghimpunan dana Green Bond tersebut dialokasikan paling sedikit 70 % untuk kegiatan usaha. Juga untuk kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria KUBL (baik yang baru, sedang berjalan, atau telah selesai sesuai dengan kerangka kerja obligasi).

Selain itu, BRI juga senantiasa aktif mengikuti rating MSCI, SUSTAINALYTICS, Dow Jones, S&P Global sebagai bagian dari continuous improvement penerapan ESG dan sustainability. Hal itu juga sesuai Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03.2017. (*/par)

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/