alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Serapan Anggaran di Sembilan OPD Rendah, Apa Saja?

BANGKALAN – Keseriusan Pemkab Bangkalan meningkatkan serapan anggaran meragukan. Buktinya, terdapat sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang serapan anggarannya jauh dari ideal.

OPD yang serapan anggarannya rendah justru memiliki alokasi dana cukup besar. Misalnya, dinas pendidikan (disdik), dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (perkim), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kerja OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan belum maksimal. Bagaimana tidak, per 24 Agustus 2017, serapan anggarannya masih di bawah 30 persen.

Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengutarakan, alokasi anggaran untuk disdik memang cukup besar. Namun, realisasinya rendah. Dia berdalih, serapan anggaran bukan tolok ukur disdik tidak bekerja.

Baca Juga :  Ribuan Tanah Pemkab Belum Bersertifikat

Bambang menyatakan, kegiatan disdik lebih banyak di akhir tahun. ”Wajar jika sampai sekarang serapan anggaran masih terlihat rendah. Baru bisa terlihat nanti manakala sudah akhir tahun,” katanya.

Dia menyampaikan, semua kegiatan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan, tengah dikerjakan. Yakni, pembangunan gedung disdik lanjutan, rehab gedung SD, dan pembangunan-pembangunan yang tersebar di kecamatan.

”Semua dalam proses. Kami optimistis akhir tahun serapan anggaran di lembaga kami sesuai alokasi yang ada,” ucapnya.

Kepala Dinas Perkim Bangkalan Ach. Fauzan kemarin mengatakan, sejauh ini pihaknya terus menggenjot realisasi kegiatan. ”Benar serapan anggaran kami rendah. Tapi, kami yakin November serapan anggaran kami naik. Sekarang dikerjakan di lapangan,” tuturnya.

Dia melanjutkan, dalam meningkatkan serapan anggaran tidak lepas dari tahapan. Misalnya, untuk dinas perkim, kegiatan lebih banyak ke fisik. ”Maka, yang harus dilalui lelang dan seterusnya. Ketika proyek selesai dikerjakan, baru bisa dilihat progresnya,” ucap Fauzan.

Baca Juga :  Hari Ini Bupati Lantik 9 Pejabat

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili menegaskan, rendahnya serapan di dishub disebabkan beberapa kendala di bawah. Namun, pihaknya yakin Oktober serapan anggaran mencapai 60 persen. ”Kendala ya ada saja,” selorohnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Benny Sampirwanto mengaku kaget jika sampai sekarang serapan anggaran sembilan OPD di Bangkalan di bawah 30 persen. Semestinya, kata dia, pada triwulan ketiga sudah di atas 50 persen. ”Ini rendah. Harus digenjot karena yang menjadi korban masyarakat tidak menikmati pembangunan,” tegasnya.

BANGKALAN – Keseriusan Pemkab Bangkalan meningkatkan serapan anggaran meragukan. Buktinya, terdapat sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang serapan anggarannya jauh dari ideal.

OPD yang serapan anggarannya rendah justru memiliki alokasi dana cukup besar. Misalnya, dinas pendidikan (disdik), dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (perkim), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kerja OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan belum maksimal. Bagaimana tidak, per 24 Agustus 2017, serapan anggarannya masih di bawah 30 persen.


Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengutarakan, alokasi anggaran untuk disdik memang cukup besar. Namun, realisasinya rendah. Dia berdalih, serapan anggaran bukan tolok ukur disdik tidak bekerja.

Baca Juga :  Megaproyek Jalan MISI Mangkrak

Bambang menyatakan, kegiatan disdik lebih banyak di akhir tahun. ”Wajar jika sampai sekarang serapan anggaran masih terlihat rendah. Baru bisa terlihat nanti manakala sudah akhir tahun,” katanya.

Dia menyampaikan, semua kegiatan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan, tengah dikerjakan. Yakni, pembangunan gedung disdik lanjutan, rehab gedung SD, dan pembangunan-pembangunan yang tersebar di kecamatan.

”Semua dalam proses. Kami optimistis akhir tahun serapan anggaran di lembaga kami sesuai alokasi yang ada,” ucapnya.

Kepala Dinas Perkim Bangkalan Ach. Fauzan kemarin mengatakan, sejauh ini pihaknya terus menggenjot realisasi kegiatan. ”Benar serapan anggaran kami rendah. Tapi, kami yakin November serapan anggaran kami naik. Sekarang dikerjakan di lapangan,” tuturnya.

Dia melanjutkan, dalam meningkatkan serapan anggaran tidak lepas dari tahapan. Misalnya, untuk dinas perkim, kegiatan lebih banyak ke fisik. ”Maka, yang harus dilalui lelang dan seterusnya. Ketika proyek selesai dikerjakan, baru bisa dilihat progresnya,” ucap Fauzan.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Panen Tangkapan Narkoba

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili menegaskan, rendahnya serapan di dishub disebabkan beberapa kendala di bawah. Namun, pihaknya yakin Oktober serapan anggaran mencapai 60 persen. ”Kendala ya ada saja,” selorohnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Benny Sampirwanto mengaku kaget jika sampai sekarang serapan anggaran sembilan OPD di Bangkalan di bawah 30 persen. Semestinya, kata dia, pada triwulan ketiga sudah di atas 50 persen. ”Ini rendah. Harus digenjot karena yang menjadi korban masyarakat tidak menikmati pembangunan,” tegasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/