alexametrics
21 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Polisi Amankan Truk Biang Kecelakaan

PAMEKASAN – Polres Pamekasan menggelar razia gabungan guna mencegah kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Razia dilaksanakan di Jalan Raya Sumenep–Pamekasan atau di sekitar Polsek Larangan. Sejumlah truk yang diduga menjadi biang laka lantas diamankan. Operasi gabungan itu dimulai Senin (18/9) pukul 22.00 dan berakhir dini hari Selasa (19/9).

Kabagops Polres Pamekasan Kompol Sarpan mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat, hampir setiap malam ada truk mengangkut garam basah. Air garam berceceran di sepanjang jalan. Dengan begitu, aspal menjadi licin dan hal itulah yang menyebabkan laka lantas. ”Berdasarkan data dari satlantas, setiap hari lebih dari tiga kasus laka lantas yang disebabkan jalan licin itu,” katanya.

Sarpan mengatakan, dari operasi tersebut, polisi mengamankan tiga truk pengangkut garam. Rata-rata truk tersebut dari Sumenep menuju arah Surabaya dan Sidoarjo. Truk yang diamankan itu sudah dimodifikasi. Di bagian samping ada saluran air sebagai tempat pembuangan. Air yang menyusut dari kandungan NaCl keluar melalui saluran tersebut.

Baca Juga :  Dana Santunan Tembus Rp 22 M

Sopir dan truk tersebut diamankan ke kantor satlantas. Kemudian, polisi memberi pembinaan terhadap pengangkut garam tersebut. ”Kami beri pembinaan agar tidak mengulangi lagi,” katanya.

Zairupi, 38, supir truk yang diamakan polisi mengatakan, setiap musim panen garam, truk secara rutin mengangkut ke pabrikan. Jalanan basah akibat penyusutan air garam dipastikan terjadi. Sebab, garam memang terbuat dari air.

Dalam proses pengangkutan, dipastikan ada air yang menetes. Apalagi, usia garam itu baru sepekan lalu diangkut. ”Tetes air sedikit kalau garamnya disimpan dulu, misalnya setahun, itu baru sedikit tetas airnya,” katanya.

Pria asal Kecamatan Lenteng itu menyampaikan, modifikasi dengan cara memberi saluran itu sebenarnya untuk menghindari ceceran air lebih banyak. Sebab, air yang susut dari garam keluar melalui satu pintu.

Baca Juga :  Kejari Sampang Tangkap Buronan Pesangon Jilid II

Supir biasanya menutup ujung saluran itu baru dibuka saat istirahat. ”Kalaupun tidak diberi saluran, air tetap akan menetes. Namanya juga garam terbuat dari air,” tandasnya.

PAMEKASAN – Polres Pamekasan menggelar razia gabungan guna mencegah kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Razia dilaksanakan di Jalan Raya Sumenep–Pamekasan atau di sekitar Polsek Larangan. Sejumlah truk yang diduga menjadi biang laka lantas diamankan. Operasi gabungan itu dimulai Senin (18/9) pukul 22.00 dan berakhir dini hari Selasa (19/9).

Kabagops Polres Pamekasan Kompol Sarpan mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat, hampir setiap malam ada truk mengangkut garam basah. Air garam berceceran di sepanjang jalan. Dengan begitu, aspal menjadi licin dan hal itulah yang menyebabkan laka lantas. ”Berdasarkan data dari satlantas, setiap hari lebih dari tiga kasus laka lantas yang disebabkan jalan licin itu,” katanya.

Sarpan mengatakan, dari operasi tersebut, polisi mengamankan tiga truk pengangkut garam. Rata-rata truk tersebut dari Sumenep menuju arah Surabaya dan Sidoarjo. Truk yang diamankan itu sudah dimodifikasi. Di bagian samping ada saluran air sebagai tempat pembuangan. Air yang menyusut dari kandungan NaCl keluar melalui saluran tersebut.

Baca Juga :  Urutan Dapil Berubah, Jatah Kursi Bergeser

Sopir dan truk tersebut diamankan ke kantor satlantas. Kemudian, polisi memberi pembinaan terhadap pengangkut garam tersebut. ”Kami beri pembinaan agar tidak mengulangi lagi,” katanya.

Zairupi, 38, supir truk yang diamakan polisi mengatakan, setiap musim panen garam, truk secara rutin mengangkut ke pabrikan. Jalanan basah akibat penyusutan air garam dipastikan terjadi. Sebab, garam memang terbuat dari air.

Dalam proses pengangkutan, dipastikan ada air yang menetes. Apalagi, usia garam itu baru sepekan lalu diangkut. ”Tetes air sedikit kalau garamnya disimpan dulu, misalnya setahun, itu baru sedikit tetas airnya,” katanya.

Pria asal Kecamatan Lenteng itu menyampaikan, modifikasi dengan cara memberi saluran itu sebenarnya untuk menghindari ceceran air lebih banyak. Sebab, air yang susut dari garam keluar melalui satu pintu.

Baca Juga :  Ban Motor Kempes, Pemudi Tewas Tertabrak Truk

Supir biasanya menutup ujung saluran itu baru dibuka saat istirahat. ”Kalaupun tidak diberi saluran, air tetap akan menetes. Namanya juga garam terbuat dari air,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/