alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Tingkatkan Investasi Desa, BNI Optimalkan BUMDes

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) semakin proaktif mencari sumber pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal. Hal itu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih stabil dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BNI berkontribusi dalam project Pengembangan Investasi & Usaha BUMDes Berbasis Kearifan Lokal. Dalam program itu, BNI menggandeng Kementerian Desa PDTT, UGM dan Bumdes.
Launching program ditandai dengan diselenggarakannya Galeri Ekonomi dan Investasi Desa di Balkondes Wanurejo, Magelang, Kamis lalu (19/5).

Selain Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, acara tersebut dihadiri Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, dan Bupati Magelang Zaenal Arifin. Termasuk Wakil Dirut BNI Adi Sulistyowati yang didapuk sebagai tamu utama untuk memaparkan potensi-potensi kerja sama BUMDes dan BNI.

Adi Sulistyowati mengatakan, program yang mengusung konsep kolaborasi pentahelix tersebut merupakan terobosan transformasi dalam pengembangan dan peningkatan ekonomi desa. Melalui kemajuan teknologi dan informasi, nantinya akan banyak sekali kegiatan desa yang dapat dilaksanakan secara digital.

Baca Juga :  Diaspora Indonesia Bisa Investasi lewat BNI

Mulai dari pendampingan dan pembinaan usaha desa, penjualan produk UMKM secara virtual berbasis Metaverse, hingga Pariwara Wisata secara Virtual.

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif pengembangan ekonomi dan investasi untuk usaha produktif berbasis digital melalui BUMDes, Balkondes, dan pengembangan Galeri Ekonomi dan Investasi Desa (GEID) yang digagas Kementerian Desa PDTT. Kami berharap hal ini dapat menjadi sumber kegiatan ekonomi produktif yang mampu mendorong peningkatan taraf hidup sekaligus memperkaya ekonomi berbasis kearifan lokal Indonesia,” katanya.

Menurut Adi Sulistyowati, BNI hadir dan komitmen semakin mengdekatkan diri kepada nasabah melalui berbagai solusi keuangan berbasis ekosistem yang terintegrasi. Sehingga, memudahkan nasabah mengakses beragam fitur layanan transaksi digital secara cepat, mudah, aman, nyaman, dimana saja, dan kapan saja.

”Channel yang dimiliki BNI pun sangat luas. Memiliki lebih dari 1.800 outlet, 16.000 jaringan ATM, serta jaringan BNI Agen46 yang jumlahnya lebih dari 158.000 agen di seluruh Indonesia,” papar Adi Sulistyowati.

Ditambahkan, BNI juga hadir dalam setiap ekosistem bisnis dari mulai ekosistem pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pariwisata, UMKM, pertanian di pusat, daerah, sampai dengan tingkat pedesaan. Hal itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan dan solusi keuangan masyarakat.

Baca Juga :  BRI Jadi Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia 8 Tahun Berturut-turut

“Kami berharap semua solusi tersebut dapat membantu segenap masyarakat dan UMKM. Sehingga, lebih mudah mengakses layanan perbankan. Misalnya mulai transfer, penarikan tunai tanpa kartu, transaksi dan top up e-wallet, QRIS, pembukaan rekening digital, dan lain-lain. Terutama masyarakat di pedesaan,” ulasnya.

Adi Sulistyowati menyatakan, BNI juga secara aktif menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat. Misalnya melalui skema kredit program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon Rp 500 juta. Termasuk, skema kredit komersial yang sesuai dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan bisnis UMKM.

“Kami juga fokus mendorong UMKM agar naik kelas. Salah satu lewat program utama kami yaitu BNI Xpora. Melalui program tersebut, BNI mengangkat tiga value preposition agar UMKM naik kelas. Yaitu Go Productive, Go Digital, dan Go Global. BNI melakukan pendampingan sampai dengan business matching untuk meningkatkan produktifitas, kualitas, dan daya saing UMKM Lokal secara simultan,” tandasnya. (*/par)

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) semakin proaktif mencari sumber pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal. Hal itu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih stabil dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BNI berkontribusi dalam project Pengembangan Investasi & Usaha BUMDes Berbasis Kearifan Lokal. Dalam program itu, BNI menggandeng Kementerian Desa PDTT, UGM dan Bumdes.
Launching program ditandai dengan diselenggarakannya Galeri Ekonomi dan Investasi Desa di Balkondes Wanurejo, Magelang, Kamis lalu (19/5).

Selain Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, acara tersebut dihadiri Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, dan Bupati Magelang Zaenal Arifin. Termasuk Wakil Dirut BNI Adi Sulistyowati yang didapuk sebagai tamu utama untuk memaparkan potensi-potensi kerja sama BUMDes dan BNI.


Adi Sulistyowati mengatakan, program yang mengusung konsep kolaborasi pentahelix tersebut merupakan terobosan transformasi dalam pengembangan dan peningkatan ekonomi desa. Melalui kemajuan teknologi dan informasi, nantinya akan banyak sekali kegiatan desa yang dapat dilaksanakan secara digital.

Baca Juga :  Pembacaan Pleidoi Kasus Penipuan Umrah Geruduk PN

Mulai dari pendampingan dan pembinaan usaha desa, penjualan produk UMKM secara virtual berbasis Metaverse, hingga Pariwara Wisata secara Virtual.

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif pengembangan ekonomi dan investasi untuk usaha produktif berbasis digital melalui BUMDes, Balkondes, dan pengembangan Galeri Ekonomi dan Investasi Desa (GEID) yang digagas Kementerian Desa PDTT. Kami berharap hal ini dapat menjadi sumber kegiatan ekonomi produktif yang mampu mendorong peningkatan taraf hidup sekaligus memperkaya ekonomi berbasis kearifan lokal Indonesia,” katanya.

Menurut Adi Sulistyowati, BNI hadir dan komitmen semakin mengdekatkan diri kepada nasabah melalui berbagai solusi keuangan berbasis ekosistem yang terintegrasi. Sehingga, memudahkan nasabah mengakses beragam fitur layanan transaksi digital secara cepat, mudah, aman, nyaman, dimana saja, dan kapan saja.

”Channel yang dimiliki BNI pun sangat luas. Memiliki lebih dari 1.800 outlet, 16.000 jaringan ATM, serta jaringan BNI Agen46 yang jumlahnya lebih dari 158.000 agen di seluruh Indonesia,” papar Adi Sulistyowati.

Ditambahkan, BNI juga hadir dalam setiap ekosistem bisnis dari mulai ekosistem pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pariwisata, UMKM, pertanian di pusat, daerah, sampai dengan tingkat pedesaan. Hal itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan dan solusi keuangan masyarakat.

Baca Juga :  Target Penanaman Jagung Capai 50 Ribu Hektare

“Kami berharap semua solusi tersebut dapat membantu segenap masyarakat dan UMKM. Sehingga, lebih mudah mengakses layanan perbankan. Misalnya mulai transfer, penarikan tunai tanpa kartu, transaksi dan top up e-wallet, QRIS, pembukaan rekening digital, dan lain-lain. Terutama masyarakat di pedesaan,” ulasnya.

Adi Sulistyowati menyatakan, BNI juga secara aktif menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat. Misalnya melalui skema kredit program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon Rp 500 juta. Termasuk, skema kredit komersial yang sesuai dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan bisnis UMKM.

“Kami juga fokus mendorong UMKM agar naik kelas. Salah satu lewat program utama kami yaitu BNI Xpora. Melalui program tersebut, BNI mengangkat tiga value preposition agar UMKM naik kelas. Yaitu Go Productive, Go Digital, dan Go Global. BNI melakukan pendampingan sampai dengan business matching untuk meningkatkan produktifitas, kualitas, dan daya saing UMKM Lokal secara simultan,” tandasnya. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/