alexametrics
26.3 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Apresiasi Polri

Karena Bantu Pemerintah Sukseskan Mudik dan Jaga Stabilitas Harga Pangan

JAKARTA – Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengucapkan terima kasih kepada institusi Polri. Sebab, Polri bersama TNI berhasil menyukseskan sejumlah program pemerintah. Termasuk, membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19.

Menurut Airlangga, kolaborasi pemerintah dengan Polri dan TNI telah menyukseskan sejumlah program. Antara lain, penyaluran berbagai Program Perlindungan Sosial yang termasuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), stabilitas harga pangan, pelonggaran mudik Lebaran, hingga percepatan vaksinasi Covid-19.

“Pada Kuartal II-2022 ini, terdapat momentum ekonomi akibat adanya kebijakan pelonggaran mudik Lebaran. Saya mengapresiasi kerja keras Polri dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran. Alhamdulillah, mudik tahun ini tidak disertai lonjakan kasus Covid-19,” tutur Airlangga saat menyampaikan materi pembelajaran pada Sespimti Polri Dikreg ke-31 TA 2022, Kamis (19/5).

Airlangga menambahkan, pelonggaran mudik mendorong peningkatan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 1,09 persen atau mendorong pertumbuhan PDB pada Kuartal II sebesar 0,56 persen. Tahun ini, inflasi pada Ramadhan dan Idul Fitri berhasil dijaga.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Didukung Kebijakan People First

“Terima kasih kepada jajaran Polri, terutama Satgas Pangan yang terus mendukung kebijakan pemerintah dalam menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok,” puji Airlangga.

Dijelaskan, Polri juga telah membantu pemerintah dalam program BT-PKLWN serta program BLT Minyak Goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kenaikan harga minyak goreng (Migor) kemasan dan curah. Hingga 9 Mei 2022, Polri berhasil menyalurkan BT-PKLWN kepada 638 ribu penerima dan BLT migor kepada 1,16 juta penerima.

“Partisipasi Polri juga dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19 melalui sosialisasi, edukasi, penegakan hukum, dan percepatan vaksinasi,” tegas Airlangga.

Airlangga mengakui pengawalan dan dukungan Polri juga diperlukan untuk pelaksanaan Presidensi G20. Termasuk menjaga ketahanan pangan maupun energi serta mengantisipasi kemungkinan dampak gejolak keamanan di dalam negeri.

Baca Juga :  Kebijakan dan Program Pemerintah Dinilai Sudah Tepat

Airlangga yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar mengatakan, konflik antara Rusia dan Ukraina berpengaruh terhadap penawaran dan permintaan pasar dunia. Bahkan, hal itu berdampak pada terganggunya pasokan energi, pangan, serta komponen input produksi di dunia.

Ditambahkan, belajar dari pengalaman pada 2021, kolaborasi dan sinergi merupakan hal penting. Sebab, ke depan banyak tantangan yang akan dihadapi selain pandemi Covid-19. Dikatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2022 yaitu 5,01 persen (yoy), masih lebih baik dibanding negara-negara lainnya.

”Misalnya Korea Selatan (3,07 persen), Singapura (3,40 persen), Jerman (4,00 persen), Amerika Serikat (4,29 persen), dan Tiongkok (4,80 persen). Indonesia hanya sedikit di bawah Vietnam (5,03 persen),” tandas Airlangga. (*/par)

JAKARTA – Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengucapkan terima kasih kepada institusi Polri. Sebab, Polri bersama TNI berhasil menyukseskan sejumlah program pemerintah. Termasuk, membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19.

Menurut Airlangga, kolaborasi pemerintah dengan Polri dan TNI telah menyukseskan sejumlah program. Antara lain, penyaluran berbagai Program Perlindungan Sosial yang termasuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), stabilitas harga pangan, pelonggaran mudik Lebaran, hingga percepatan vaksinasi Covid-19.

“Pada Kuartal II-2022 ini, terdapat momentum ekonomi akibat adanya kebijakan pelonggaran mudik Lebaran. Saya mengapresiasi kerja keras Polri dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran. Alhamdulillah, mudik tahun ini tidak disertai lonjakan kasus Covid-19,” tutur Airlangga saat menyampaikan materi pembelajaran pada Sespimti Polri Dikreg ke-31 TA 2022, Kamis (19/5).


Airlangga menambahkan, pelonggaran mudik mendorong peningkatan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 1,09 persen atau mendorong pertumbuhan PDB pada Kuartal II sebesar 0,56 persen. Tahun ini, inflasi pada Ramadhan dan Idul Fitri berhasil dijaga.

Baca Juga :  Airlangga: Almarhum Harmoko Panutan Kader Partai Golkar

“Terima kasih kepada jajaran Polri, terutama Satgas Pangan yang terus mendukung kebijakan pemerintah dalam menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok,” puji Airlangga.

Dijelaskan, Polri juga telah membantu pemerintah dalam program BT-PKLWN serta program BLT Minyak Goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kenaikan harga minyak goreng (Migor) kemasan dan curah. Hingga 9 Mei 2022, Polri berhasil menyalurkan BT-PKLWN kepada 638 ribu penerima dan BLT migor kepada 1,16 juta penerima.

“Partisipasi Polri juga dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19 melalui sosialisasi, edukasi, penegakan hukum, dan percepatan vaksinasi,” tegas Airlangga.

Airlangga mengakui pengawalan dan dukungan Polri juga diperlukan untuk pelaksanaan Presidensi G20. Termasuk menjaga ketahanan pangan maupun energi serta mengantisipasi kemungkinan dampak gejolak keamanan di dalam negeri.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Luncurkan Tim Khusus Antibegal, Siap Tembak Mati

Airlangga yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar mengatakan, konflik antara Rusia dan Ukraina berpengaruh terhadap penawaran dan permintaan pasar dunia. Bahkan, hal itu berdampak pada terganggunya pasokan energi, pangan, serta komponen input produksi di dunia.

Ditambahkan, belajar dari pengalaman pada 2021, kolaborasi dan sinergi merupakan hal penting. Sebab, ke depan banyak tantangan yang akan dihadapi selain pandemi Covid-19. Dikatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2022 yaitu 5,01 persen (yoy), masih lebih baik dibanding negara-negara lainnya.

”Misalnya Korea Selatan (3,07 persen), Singapura (3,40 persen), Jerman (4,00 persen), Amerika Serikat (4,29 persen), dan Tiongkok (4,80 persen). Indonesia hanya sedikit di bawah Vietnam (5,03 persen),” tandas Airlangga. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/