alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

BNI Rampungkan Dua Aksi Korporasi

JAKARTA – Momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi dimanfaatkan secara serius oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Emiten dengan kode saham BBNI tersebut bergegas meraih peluang pertumbuhan kinerja dengan menuntaskan dua aksi korporasi secara sekaligus.

Dua aksi tersebut adalah mengambil alih Bank Mayora dalam keluarga besar perseroan dan pendirian BNI Modal Ventura, perusahaan anak terbarunya. Hal itu menunjukkan keseriusan BNI dalam mengeksplorasi potensi bisnis digital dan memperdalam basis usahanya pada rantai pasok yang semakin luas.

Peluang pasar di segmen UMKM serta ritel pun akan digali. Khususnya dalam pengembangan Bank Mayora ke depan. Terlebih, segmen tersebut memiliki potensi yang sangat besar serta dapat berintegrasi dengan existing bisnis BNI.

Corporate Secretary BNI Mucharom mengatakan, BNI telah menyelesaikan pendirian dan penyertaan modal pada BNI Modal Ventura. Aksi pendirian telah dicantumkan pada Rencana Bisnis Bank (RBB) 2022 BNI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan kepada BNI untuk melakukan penyertaan modal senilai Rp 500 miliar.

Baca Juga :  Pasang Sembarangan, Bawaslu Turunkan 62 APK Caleg

Mucharom menuturkan, pendirian dan penyertaan modal pada BNI Modal Ventura merupakan rangkaian strategi BNI menjawab potensi pengembangan digital banking. “Tentunya banyak potensi pengembangan bisnis yang dapat diraih BNI Group bersama BNI Modal Ventura. Khususnya, pada pengembangan bisnis digital di Indonesia,” katanya.

Dijelaskan, BNI Modal ventura akan menjadi strategic vehicle BNI Group dalam mengembangkan inovasi teknologi di internal grup perusahaan. Perseroan juga akan didorong untuk mampu menjawab kebutuhan penyertaan modal pada bisnis start-up feasibility dan potensial.

“Semua dilakukan dengan harapan mempercepat transformasi digital di semua lini bisnis BNI guna menambah penciptaan nilai. Termasuk mempercepat proses optimalisasi potensi ekonomi digital di Indonesia,” tegasnya.

Bank Mayora Manfaatkan Cross selling
Di saat yang bersamaan, Mucharom menuturkan Bank Mayora ke depan dipersiapkan untuk menjawab berbagai potensi pengembangan bisnis segmen UKM di seluruh Indonesia. Fokus awal berada dalam value chain BNI dan Mayora Group saat ini.

Perlu diketahui, segmen tersebut juga memiliki potensi pengembangan bisnis produk cross selling di segmen konsumer. Khususnya, untuk pelanggan ritel UKM dan kebutuhan pribadi pemilik UKM.

Baca Juga :  Target Penanaman Jagung Capai 50 Ribu Hektare

“Segmen ini sangat besar dan potensial. Kami terus berintegrasi dengan pihak Mayora Group sebagai salah satu perusahaan fast moving consumer goods terbesar di Indonesia. Apalagi, memiliki jaringan luas untuk menciptakan segmen bisnis unik sekaligus berdaya saing,” katanya.

Ke depan, sambung Mucharom, perseroan akan melakukan rebranding dengan Bank Mayora. Bank tersebut akan semakin fokus pada berbagai bisnis digital banking. ”Dengan dana murah, BNI akan mendorong penyaluran kredit dengan suku bunga lebih rendah dari level suku bunga UMKM saat ini,” ulasnya.

Mucharom menambahkan akuisisi sudah selesai. BNI sedang berkoordinasi secara intensif dengan tech partner yakni Sea Limited. “Sekarang tech partner kami sudah terlibat penyusunan bisnis model dan penyusunan model teknologi informasi. Tim pengembangan bisnis telah terbentuk dengan formasi di Indonesia maupun di luar negeri,” tandasnya. (*/par)

JAKARTA – Momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi dimanfaatkan secara serius oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Emiten dengan kode saham BBNI tersebut bergegas meraih peluang pertumbuhan kinerja dengan menuntaskan dua aksi korporasi secara sekaligus.

Dua aksi tersebut adalah mengambil alih Bank Mayora dalam keluarga besar perseroan dan pendirian BNI Modal Ventura, perusahaan anak terbarunya. Hal itu menunjukkan keseriusan BNI dalam mengeksplorasi potensi bisnis digital dan memperdalam basis usahanya pada rantai pasok yang semakin luas.

Peluang pasar di segmen UMKM serta ritel pun akan digali. Khususnya dalam pengembangan Bank Mayora ke depan. Terlebih, segmen tersebut memiliki potensi yang sangat besar serta dapat berintegrasi dengan existing bisnis BNI.


Corporate Secretary BNI Mucharom mengatakan, BNI telah menyelesaikan pendirian dan penyertaan modal pada BNI Modal Ventura. Aksi pendirian telah dicantumkan pada Rencana Bisnis Bank (RBB) 2022 BNI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan kepada BNI untuk melakukan penyertaan modal senilai Rp 500 miliar.

Baca Juga :  Pulang Tahlilan Jadi Korban Pembacokan

Mucharom menuturkan, pendirian dan penyertaan modal pada BNI Modal Ventura merupakan rangkaian strategi BNI menjawab potensi pengembangan digital banking. “Tentunya banyak potensi pengembangan bisnis yang dapat diraih BNI Group bersama BNI Modal Ventura. Khususnya, pada pengembangan bisnis digital di Indonesia,” katanya.

Dijelaskan, BNI Modal ventura akan menjadi strategic vehicle BNI Group dalam mengembangkan inovasi teknologi di internal grup perusahaan. Perseroan juga akan didorong untuk mampu menjawab kebutuhan penyertaan modal pada bisnis start-up feasibility dan potensial.

“Semua dilakukan dengan harapan mempercepat transformasi digital di semua lini bisnis BNI guna menambah penciptaan nilai. Termasuk mempercepat proses optimalisasi potensi ekonomi digital di Indonesia,” tegasnya.

Bank Mayora Manfaatkan Cross selling
Di saat yang bersamaan, Mucharom menuturkan Bank Mayora ke depan dipersiapkan untuk menjawab berbagai potensi pengembangan bisnis segmen UKM di seluruh Indonesia. Fokus awal berada dalam value chain BNI dan Mayora Group saat ini.

Perlu diketahui, segmen tersebut juga memiliki potensi pengembangan bisnis produk cross selling di segmen konsumer. Khususnya, untuk pelanggan ritel UKM dan kebutuhan pribadi pemilik UKM.

Baca Juga :  HUT Ke-76, BNI Perkuat Bisnis Global

“Segmen ini sangat besar dan potensial. Kami terus berintegrasi dengan pihak Mayora Group sebagai salah satu perusahaan fast moving consumer goods terbesar di Indonesia. Apalagi, memiliki jaringan luas untuk menciptakan segmen bisnis unik sekaligus berdaya saing,” katanya.

Ke depan, sambung Mucharom, perseroan akan melakukan rebranding dengan Bank Mayora. Bank tersebut akan semakin fokus pada berbagai bisnis digital banking. ”Dengan dana murah, BNI akan mendorong penyaluran kredit dengan suku bunga lebih rendah dari level suku bunga UMKM saat ini,” ulasnya.

Mucharom menambahkan akuisisi sudah selesai. BNI sedang berkoordinasi secara intensif dengan tech partner yakni Sea Limited. “Sekarang tech partner kami sudah terlibat penyusunan bisnis model dan penyusunan model teknologi informasi. Tim pengembangan bisnis telah terbentuk dengan formasi di Indonesia maupun di luar negeri,” tandasnya. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/