alexametrics
20.8 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Terdakwa Pencabulan Ngaku Kerja Sama dalam Sidang Pleidoi

SAMPANG – Proses hukum dugaan pencabulan dengan terdakwa Moh. Hasbi terus berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Sampang. Sidang Senin (19/3) merupakan pembacaan pleidoi dari pria 50 tahun asal Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan itu. Naskah pembelaan dibacakan penasihat hukum (PH).

Humas PN Sampang I Gede Perwata mengatakan, sidang pleidoi berlangsung aman dan lancar. Dalam pembelaannya, terdakwa keberatan dengan tuntutan pidana 14 tahun. Pertimbangannya, lanjut dia, salah satunya karena pelaku yang menyetubuhi korban tidak hanya Hasbi. Di persidangan juga disebutkan bahwa yang menghamili korban bukan Hasbi.

”Intinya, dalam sidang pleidoi, PH keberatan atas tuntutan pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa,” katanya.

Pihaknya menegaskan jika penasihat hukum meminta supaya terdakwa diberikan keringanan dengan beberapa pertimbangan dan alasan. Meski begitu, hakim akan memutus kasus tersebut berdasarkan pertimbangan hasil di persidangan. ”Sidang ditunda dan dilanjutkan pada Rabu (28/3) dengan agenda sidang replik,” terangnya.

Baca Juga :  Usai Cabuli Anak 14 Tahun, Kakek Ini Lanjut Cari Rumput

Sementara itu, Munarwi selaku jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang menegaskan, dirinya akan mengajukan replik. Itu dilakukan untuk menguatkan tuntutan yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya. ”Permasalahan ada tersangka lain dan semacamnya itu prosesnya lain lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam persidangan Moh. Hasbi sudah terbukti melakukan pencabulan dengan kekerasan terhadap anak di bawah umur berinisial F. Karena itu, pihaknya menggunakan pasal 81 ayat 1 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan tuntutan 14 tahun penjara.

”Kami akan pertahankan tuntutan kami. Jangan sampai pelaku pencabulan terhadap anak dihukum ringan,” tandasnya.

SAMPANG – Proses hukum dugaan pencabulan dengan terdakwa Moh. Hasbi terus berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Sampang. Sidang Senin (19/3) merupakan pembacaan pleidoi dari pria 50 tahun asal Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan itu. Naskah pembelaan dibacakan penasihat hukum (PH).

Humas PN Sampang I Gede Perwata mengatakan, sidang pleidoi berlangsung aman dan lancar. Dalam pembelaannya, terdakwa keberatan dengan tuntutan pidana 14 tahun. Pertimbangannya, lanjut dia, salah satunya karena pelaku yang menyetubuhi korban tidak hanya Hasbi. Di persidangan juga disebutkan bahwa yang menghamili korban bukan Hasbi.

”Intinya, dalam sidang pleidoi, PH keberatan atas tuntutan pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa,” katanya.


Pihaknya menegaskan jika penasihat hukum meminta supaya terdakwa diberikan keringanan dengan beberapa pertimbangan dan alasan. Meski begitu, hakim akan memutus kasus tersebut berdasarkan pertimbangan hasil di persidangan. ”Sidang ditunda dan dilanjutkan pada Rabu (28/3) dengan agenda sidang replik,” terangnya.

Baca Juga :  Biadab, Setelah Diperkosa, Korban Ditelantarkan

Sementara itu, Munarwi selaku jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang menegaskan, dirinya akan mengajukan replik. Itu dilakukan untuk menguatkan tuntutan yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya. ”Permasalahan ada tersangka lain dan semacamnya itu prosesnya lain lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam persidangan Moh. Hasbi sudah terbukti melakukan pencabulan dengan kekerasan terhadap anak di bawah umur berinisial F. Karena itu, pihaknya menggunakan pasal 81 ayat 1 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan tuntutan 14 tahun penjara.

”Kami akan pertahankan tuntutan kami. Jangan sampai pelaku pencabulan terhadap anak dihukum ringan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/