alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Pembunuh Istri Pegawai Dishub Belum Terungkap, Tetangga Mengungsi

PAMEKASAN – Polres Pamekasan belum berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap istri pegawai dinas perhubungan (dishub). Selama ini polisi belum bisa menjawab kegelisahan warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu.

Lambannya pengungkapan kasus tersebut membuat warga resah. Banyak ibu-ibu yang gelisah karena suami mereka mayoritas pekerja di luar rumah. ”Ibu-ibu pagi hari mengunci pintu. Bahkan penghuni rumah di depan TKP mengungsi ke luar desa. Sebab perempuan janda,” kata KH Mukhellis Ansori.

Tokoh masyarakat setempat itu menjelaskan, masyarakat terus bertanya-tanya pelaku pembunuhan tersebut. Apalagi sudah melebihi 40 hari dari peristiwa tersebut. Mereka menilai pengungkapan kasus ini terkesan lamban. ”Saya lihat di mana-mana biasanya seminggu atau dua hari sudah terungkap. Ini kok bisa lama?” terangnya.

Baca Juga :  Jaksa Absen, Sidang Dugaan Pemerkosaan Ditunda

Karena itu, dalam waktu dekat akan beraudiensi dengan kepolisian. Audiensi itu akan diikuti oleh tokoh masyarakat, ulama, dan warga setempat. ”Kami akan menanyakan kejelasannya. Kita mengharapkan agar cepat diungkap. Kalau belum, saya berharap agar  bisa dijelaskan kepada masyarkat,” terangnya.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo memastikan pihaknya terus bekerja untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Pihaknya juga berkeinginan pelaku segera bisa tertangkap. ”Memang ada yang cepat dan lamban. Itu kan butuh proses. Sampai saat ini kami sudah memanggil beberapa saksi. Tunggu saja,” terangnya.

Untuk diketahui, tiga hari lalu warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, geger. Sebab, Sri Banowati Ningsih ditemukan tak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya. Polisi memastikan kematian ibu satu anak itu karena faktor pembunuhan.

Baca Juga :  Menyumpah ”Kembali” Pemuda Milenial

PAMEKASAN – Polres Pamekasan belum berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap istri pegawai dinas perhubungan (dishub). Selama ini polisi belum bisa menjawab kegelisahan warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu.

Lambannya pengungkapan kasus tersebut membuat warga resah. Banyak ibu-ibu yang gelisah karena suami mereka mayoritas pekerja di luar rumah. ”Ibu-ibu pagi hari mengunci pintu. Bahkan penghuni rumah di depan TKP mengungsi ke luar desa. Sebab perempuan janda,” kata KH Mukhellis Ansori.

Tokoh masyarakat setempat itu menjelaskan, masyarakat terus bertanya-tanya pelaku pembunuhan tersebut. Apalagi sudah melebihi 40 hari dari peristiwa tersebut. Mereka menilai pengungkapan kasus ini terkesan lamban. ”Saya lihat di mana-mana biasanya seminggu atau dua hari sudah terungkap. Ini kok bisa lama?” terangnya.

Baca Juga :  Jaksa Tuntut Mati Mat Beta

Karena itu, dalam waktu dekat akan beraudiensi dengan kepolisian. Audiensi itu akan diikuti oleh tokoh masyarakat, ulama, dan warga setempat. ”Kami akan menanyakan kejelasannya. Kita mengharapkan agar cepat diungkap. Kalau belum, saya berharap agar  bisa dijelaskan kepada masyarkat,” terangnya.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo memastikan pihaknya terus bekerja untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Pihaknya juga berkeinginan pelaku segera bisa tertangkap. ”Memang ada yang cepat dan lamban. Itu kan butuh proses. Sampai saat ini kami sudah memanggil beberapa saksi. Tunggu saja,” terangnya.

Untuk diketahui, tiga hari lalu warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, geger. Sebab, Sri Banowati Ningsih ditemukan tak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya. Polisi memastikan kematian ibu satu anak itu karena faktor pembunuhan.

Baca Juga :  Gugatan Sebelas Caleg Lanjut

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/