alexametrics
25.8 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Lari ke Luar Jawa, Dua Terduga Eksekutor Kiai Idris Terdeteksi

    SAMPANG – Polisi terus memburu pelaku pembunuhan kiai Idris, warga Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates, Sampang. Setelah menangkap M (inisial), warga kecamatan setempat, Korps Bhayangkara mengejar dua terduga pelaku lainnya. Keduanya diperkirakan melarikan diri ke luar Pulau Jawa.

Mereka adalah M (inisial), warga Kabupaten Bangkalan, dan S (inisial), warga Kabupaten Sampang. Saat ini tim opsnal Satreskrim Polres Sampang tengah melakukan pengejaran. ”Keberadaan dua eksekutor sudah terdeteksi, menunggu waktu yang tepat untuk ditangkap,” kata Kasatreskrim AKP Heri Kusnanto Senin (19/2).

Heri Kusnanto menjelaskan, dua orang yang diduga sebagai eksekutor tersebut melarikan diri ke lokasi berbeda. Pihaknya sudah menerjunkan dua tim gabungan untuk menangkapan. ”Sementara yang tertangkap tetap satu orang, dua lainnya sedang dikejar oleh tim karena lari ke luar Pulau Jawa,” katanya.

Baca Juga :  Istri Mantan Direktur Poltera Polisikan Habib

Saat ditanyakan mengenai otak pembunuhan, Heri Kusnanto mengatakan, penyelidikan belum mengarah ke sana. Dia berjanji akan mengungkap semua yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Menurut dia, pembunuhan tokoh agama di Kecamatan Banyuates itu merupakan salah satu teror yang menjadi atensi polres.

Perwira pertama dengan tiga balok emas di pundaknya itu menjelaskan, rumah keduanya sudah digerebek usai penangkapan tersangka pertama. Namun, yang bersangkutan sudah tidak ada, diduga melarikan diri.

Sementara itu, KH Yahya Hamiduddin selaku ketua Majelis Silaturahmi Ulama Sampang (Majsus) meminta kasus kriminalisasi terhadap kiai diusut tuntas. Jika itu dibiarkan, akan meresahkan warga. ”Semua pelaku yang terlibat dalam pembunuh Kiai Idris harus terungkap dan tertangkap, termasuk otaknya,” pintanya.

Baca Juga :  Oplos Spiritus hingga Obat Kuat Enam Anak Diringkus Polisi

Pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Menurut dia, kepolisian masih banyak memiliki tunggakan pengungkapan kasus pembunuhan. ”Saya harap, pembunuhan terhadap kiai dan tokoh masyarakat tak terjadi lagi. Ini harus jadi atensi khusus aparat kepolisian di tingkat polres, polda, dan Polri,” harapnya.

 

    SAMPANG – Polisi terus memburu pelaku pembunuhan kiai Idris, warga Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates, Sampang. Setelah menangkap M (inisial), warga kecamatan setempat, Korps Bhayangkara mengejar dua terduga pelaku lainnya. Keduanya diperkirakan melarikan diri ke luar Pulau Jawa.

Mereka adalah M (inisial), warga Kabupaten Bangkalan, dan S (inisial), warga Kabupaten Sampang. Saat ini tim opsnal Satreskrim Polres Sampang tengah melakukan pengejaran. ”Keberadaan dua eksekutor sudah terdeteksi, menunggu waktu yang tepat untuk ditangkap,” kata Kasatreskrim AKP Heri Kusnanto Senin (19/2).

Heri Kusnanto menjelaskan, dua orang yang diduga sebagai eksekutor tersebut melarikan diri ke lokasi berbeda. Pihaknya sudah menerjunkan dua tim gabungan untuk menangkapan. ”Sementara yang tertangkap tetap satu orang, dua lainnya sedang dikejar oleh tim karena lari ke luar Pulau Jawa,” katanya.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Luncurkan Tim Khusus Antibegal, Siap Tembak Mati

Saat ditanyakan mengenai otak pembunuhan, Heri Kusnanto mengatakan, penyelidikan belum mengarah ke sana. Dia berjanji akan mengungkap semua yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Menurut dia, pembunuhan tokoh agama di Kecamatan Banyuates itu merupakan salah satu teror yang menjadi atensi polres.

Perwira pertama dengan tiga balok emas di pundaknya itu menjelaskan, rumah keduanya sudah digerebek usai penangkapan tersangka pertama. Namun, yang bersangkutan sudah tidak ada, diduga melarikan diri.

Sementara itu, KH Yahya Hamiduddin selaku ketua Majelis Silaturahmi Ulama Sampang (Majsus) meminta kasus kriminalisasi terhadap kiai diusut tuntas. Jika itu dibiarkan, akan meresahkan warga. ”Semua pelaku yang terlibat dalam pembunuh Kiai Idris harus terungkap dan tertangkap, termasuk otaknya,” pintanya.

Baca Juga :  Gelorakan Spirit Nasionalisme┬áPemuda

Pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Menurut dia, kepolisian masih banyak memiliki tunggakan pengungkapan kasus pembunuhan. ”Saya harap, pembunuhan terhadap kiai dan tokoh masyarakat tak terjadi lagi. Ini harus jadi atensi khusus aparat kepolisian di tingkat polres, polda, dan Polri,” harapnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/