alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Mantan Anggota Dewan Divonis 15 Bulan Penjara

SURABAYA – Sidang perkara penggelapan mobil dinas (mobdin) dengan terdakwa mantan anggota DPRD Bangkalan Ahmad Safrudin sudah final. Terdakwa divonis 1 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider kurungan 2 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya Selasa (18/12).

Vonis majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. Jaksa Dewi Ika Agustina menuntut terdakwa 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta atau subsider 4 bulan kurungan. Baik majelis hakim yang dipimpin Wiwin maupun jaksa menerapkan pasal yang sama terhadap terdakwa. Yakni, pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Baca Juga :  Hakim Sepelekan Kekerasan terhadap Wartawan

Kepala Kejari Bangkalan Badrut Tamam mengatakan, pada sidang terakhir kemarin, Ahmad Safrudin dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindakan penggelapan mobdin. Atas perbuatannya itu, terdakwa divonis hukuman pidana 1 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta.

Mendengar vonis yang dibacakan majelis hakim, terdakwa menyatakan menerima. Terdakwa mengakui perbuatannya telah melakukan penggelapan mobdin. ”Terdakwa Ahmad Safrudin divonis terbukti bersalah,” tegas Badrut Tamam. ”Terdakwa menyatakan menerima putusan majelis hakim,” sambungnya.

BT–panggilan karib Badrut Tamam–menambahkan, atas putusan tersebut, jaksa masih pikir-pikir apakah menerima atau banding. Jaksa memiliki waktu satu pekan ke depan untuk menyatakan menerima atau banding.

Untuk diketahui, November 2013, Safrudin menggadaikan mobdin Daihatsu Xenia M 491 GP kepada Marlandas, 33. Mobil hitam itu merupakan kendaraan operasional Fraksi Reformasi Perjuangan Rakyat DPRD Bangkalan. Pada 20 Agustus 2014, masa jabatan Safrudin sebagai anggota DPRD habis. Namun, mobdin itu tidak dikembalikan ke sekretariat DPRD. 

Baca Juga :  Petugas Pasar Blega Terjaring OTT, Begini Komentar Bupati Bangkalan

SURABAYA – Sidang perkara penggelapan mobil dinas (mobdin) dengan terdakwa mantan anggota DPRD Bangkalan Ahmad Safrudin sudah final. Terdakwa divonis 1 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider kurungan 2 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya Selasa (18/12).

Vonis majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. Jaksa Dewi Ika Agustina menuntut terdakwa 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta atau subsider 4 bulan kurungan. Baik majelis hakim yang dipimpin Wiwin maupun jaksa menerapkan pasal yang sama terhadap terdakwa. Yakni, pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Baca Juga :  Datangi Mapolres, Ratusan Massa FMIB Tuntut Sukmawati Diproses Hukum

Kepala Kejari Bangkalan Badrut Tamam mengatakan, pada sidang terakhir kemarin, Ahmad Safrudin dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindakan penggelapan mobdin. Atas perbuatannya itu, terdakwa divonis hukuman pidana 1 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta.


Mendengar vonis yang dibacakan majelis hakim, terdakwa menyatakan menerima. Terdakwa mengakui perbuatannya telah melakukan penggelapan mobdin. ”Terdakwa Ahmad Safrudin divonis terbukti bersalah,” tegas Badrut Tamam. ”Terdakwa menyatakan menerima putusan majelis hakim,” sambungnya.

BT–panggilan karib Badrut Tamam–menambahkan, atas putusan tersebut, jaksa masih pikir-pikir apakah menerima atau banding. Jaksa memiliki waktu satu pekan ke depan untuk menyatakan menerima atau banding.

Untuk diketahui, November 2013, Safrudin menggadaikan mobdin Daihatsu Xenia M 491 GP kepada Marlandas, 33. Mobil hitam itu merupakan kendaraan operasional Fraksi Reformasi Perjuangan Rakyat DPRD Bangkalan. Pada 20 Agustus 2014, masa jabatan Safrudin sebagai anggota DPRD habis. Namun, mobdin itu tidak dikembalikan ke sekretariat DPRD. 

Baca Juga :  Petugas Coklit Harus Paham Kondisi Wilayah
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/