alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Pendapatan Daerah Susut Rp 59,2 Miliar

DPRD dan Pemkab Bangkalan menggelar rapat paripurna kemarin (18/11). Agendanya penyampaian pengantar nota keuangan oleh bupati tentang RAPBD 2020.

Postur anggaran RAPBD 2020 menyusut jika dibandingkan dengan APBD 2019. Yakni, total proyeksi pendapatan Bangkalan tahun depan menyusut hingga Rp 59.299.171.479. Begitu pun dengan total proyeksi belanja yang turun hingga 124.832.480.158.

Adapun peruntukan RAPBD 2020 tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Yakni, lebih mengutamakan urusan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, secara keseluruhan postur anggaran dalam RAPBD 2020 memang menurun. Alasannya, saat ini Kabupaten Bangkalan tidak lagi menyandang sebagai daerah tertinggal.

”Dana besar itu kan tetap dari pusat. Sekarang ini ada beberapa program tidak dapat lagi. Karena Bangkalan bukan lagi daerah tertinggal,” kata bupati yang akrab disapa Ra Latif itu.

Baca Juga :  Satu Tahun Jual Miras Oplosan

Menurut dia, dalam bidang pendapatan daerah itu terdapat tiga target. Yaitu, pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Tiga sumber pendapatan paling besar itu tetap yang mendominasi dana perimbangan.

”Estimasi dana perimbangan yang akan kami terima 2020 mendatang sebesar Rp 1.478.670.541.267. Sedangkan di APBD 2019 senilai Rp 1.511.063.071.417,” terangnya.

Termasuk dari lain-lain pendapatan daerah yang sah juga turun. Di RAPBD 2020 sebesar Rp 569.668.037.628, sedangkan APBD 2019 senilai Rp 612.899.686.028. ”Pendapatan asli daerah tetap kami target naik,” jelasnya.

Misalnya, PAD yang ditarget 2019 senilai Rp 244.180.072.574. Lalu, PAD di RAPBD 2020 sebesar Rp 260.505.079.645. ”Target tetap harus naik karena PAD yang mengelola kita sendiri,” paparnya.

Baca Juga :  KPU Bangkalan Tanam Pohon Demokrasi

Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad menyatakan, kegiatan yang tertuang dalam RAPBD 2020 baru bisa ditanggapi melalui pandangan umum (PU) fraksi-fraksi hari ini (19/11). Namun, nanti secara detail dibahas di tiap mitra kerja komisi.

”Kritik dan masukan besok (hari ini, Red) disampaikan. Yang jelas, APBD itu untuk kepentingan masyarakat Bangkalan,” katanya.

DPRD dan Pemkab Bangkalan menggelar rapat paripurna kemarin (18/11). Agendanya penyampaian pengantar nota keuangan oleh bupati tentang RAPBD 2020.

Postur anggaran RAPBD 2020 menyusut jika dibandingkan dengan APBD 2019. Yakni, total proyeksi pendapatan Bangkalan tahun depan menyusut hingga Rp 59.299.171.479. Begitu pun dengan total proyeksi belanja yang turun hingga 124.832.480.158.

Adapun peruntukan RAPBD 2020 tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Yakni, lebih mengutamakan urusan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.


Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, secara keseluruhan postur anggaran dalam RAPBD 2020 memang menurun. Alasannya, saat ini Kabupaten Bangkalan tidak lagi menyandang sebagai daerah tertinggal.

”Dana besar itu kan tetap dari pusat. Sekarang ini ada beberapa program tidak dapat lagi. Karena Bangkalan bukan lagi daerah tertinggal,” kata bupati yang akrab disapa Ra Latif itu.

Baca Juga :  Cetak Kader Bangsa Berkualitas dan Berakhlakul Karimah

Menurut dia, dalam bidang pendapatan daerah itu terdapat tiga target. Yaitu, pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Tiga sumber pendapatan paling besar itu tetap yang mendominasi dana perimbangan.

”Estimasi dana perimbangan yang akan kami terima 2020 mendatang sebesar Rp 1.478.670.541.267. Sedangkan di APBD 2019 senilai Rp 1.511.063.071.417,” terangnya.

- Advertisement -

Termasuk dari lain-lain pendapatan daerah yang sah juga turun. Di RAPBD 2020 sebesar Rp 569.668.037.628, sedangkan APBD 2019 senilai Rp 612.899.686.028. ”Pendapatan asli daerah tetap kami target naik,” jelasnya.

Misalnya, PAD yang ditarget 2019 senilai Rp 244.180.072.574. Lalu, PAD di RAPBD 2020 sebesar Rp 260.505.079.645. ”Target tetap harus naik karena PAD yang mengelola kita sendiri,” paparnya.

Baca Juga :  Satu Tahun Jual Miras Oplosan

Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad menyatakan, kegiatan yang tertuang dalam RAPBD 2020 baru bisa ditanggapi melalui pandangan umum (PU) fraksi-fraksi hari ini (19/11). Namun, nanti secara detail dibahas di tiap mitra kerja komisi.

”Kritik dan masukan besok (hari ini, Red) disampaikan. Yang jelas, APBD itu untuk kepentingan masyarakat Bangkalan,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/