alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

PPP Pilih Kholifah, Duet Kholil-Khalil Tak Terwujud

PAMEKASAN – Harapan masyarakat untuk memasangkan Kholilurrahman dan Khalil Asy’ari dalam Pilkada Pamekasan 2018 dipastikan gagal. Sebab, Khalil Asy’ari sudah menyatakan tidak lagi mau berkontestasi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. Jabatannya sebagai wakil bupati Pamekasan periode 2013–2018 akan menjadi akhir dari karir politik praktis Khalil Asy’ari.

Sampai detik ini, Khalil Asy’ari belum pernah berstatemen secara tegas di depan media. Namun, sumber internal PPP memastikan bahwa mantan ketua DPRD Pamekasan itu sudah 99 persen tidak akan maju dalam pilkada tahun depan. Karena itu, PPP menyiapkan figur lain yang akan diusung sebagai pengganti Khalil Asy’ari.

Banyak nama yang muncul dari kader partai Kakbah. Namun, yang paling ramai dibicarakan adalah Fathor Rahman. Anggota Komisi III DPRD Pamekasan itu dikabarkan telah mendapat restu dari para tokoh PPP di Kota Gerbang Salam. 

Baca Juga :  Panitia JJS Minta Maaf, KPU Komitmen Jaga Netralitas

”Arahnya memang akan mengusung Fathor Rahman. Kalau dipersentasekan mungkin sudah lebih dari 50 persen menginginkan dia maju,” kata Sekretaris DPC PPP Pamekasan Muksin Salim.

Saat ini gambar Fathor Rahman bersanding dengan Kholilurrahman sudah ramai diunggah di media sosial. Terutama di laman Facebook. Pasangan Kholilurrahman dan Fathor Rahman ini disingkat menjadi Kholifah. Meskipun sampai kemarin (18/11) belum ada deklarasi ataupun surat resmi dari DPP PPP terkait rekomendasi terkait calon kepala daerah Pamekasan 2018–2023.

Bertebarannya gambar pasangan Kholifah ini, menurut Muksin, merupakan hal biasa. Tentu hal itu sebagai bentuk keinginan masyarakat untuk mengusung keduanya. ”Tapi, kami di DPC tetap menunggu kepastian dari DPP PPP. Sebelum rekom turun, kami tidak bisa memastikan mau mengusung siapa,” tandasnya.

Baca Juga :  Jadi Tersangka Kasus Judi Remi, Sekretaris DPC PDIP Dipecat

Sebelumnya, Khalil Asy’ari juga menegaskan bahwa dirinya tidak mendaftar dalam konvensi calon bupati atau calon wakil bupati dari PPP. Saat ditanya apakah dia akan pensiun dari dunia politik? Dia tidak menjawab secara pasti. ”Berpolitik kan tidak harus nyalon,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kholilurrahman belum bisa dimintai keterangan. Saat dikonfirmasi melalui telepon ataupun pesan WhatsApp, tidak ada tanggapan.

 

 

 

PAMEKASAN – Harapan masyarakat untuk memasangkan Kholilurrahman dan Khalil Asy’ari dalam Pilkada Pamekasan 2018 dipastikan gagal. Sebab, Khalil Asy’ari sudah menyatakan tidak lagi mau berkontestasi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. Jabatannya sebagai wakil bupati Pamekasan periode 2013–2018 akan menjadi akhir dari karir politik praktis Khalil Asy’ari.

Sampai detik ini, Khalil Asy’ari belum pernah berstatemen secara tegas di depan media. Namun, sumber internal PPP memastikan bahwa mantan ketua DPRD Pamekasan itu sudah 99 persen tidak akan maju dalam pilkada tahun depan. Karena itu, PPP menyiapkan figur lain yang akan diusung sebagai pengganti Khalil Asy’ari.

Banyak nama yang muncul dari kader partai Kakbah. Namun, yang paling ramai dibicarakan adalah Fathor Rahman. Anggota Komisi III DPRD Pamekasan itu dikabarkan telah mendapat restu dari para tokoh PPP di Kota Gerbang Salam. 

Baca Juga :  Pilkada Pamekasan, Tiket Partai Kakbah Turun ke Kholifah?

”Arahnya memang akan mengusung Fathor Rahman. Kalau dipersentasekan mungkin sudah lebih dari 50 persen menginginkan dia maju,” kata Sekretaris DPC PPP Pamekasan Muksin Salim.

Saat ini gambar Fathor Rahman bersanding dengan Kholilurrahman sudah ramai diunggah di media sosial. Terutama di laman Facebook. Pasangan Kholilurrahman dan Fathor Rahman ini disingkat menjadi Kholifah. Meskipun sampai kemarin (18/11) belum ada deklarasi ataupun surat resmi dari DPP PPP terkait rekomendasi terkait calon kepala daerah Pamekasan 2018–2023.

Bertebarannya gambar pasangan Kholifah ini, menurut Muksin, merupakan hal biasa. Tentu hal itu sebagai bentuk keinginan masyarakat untuk mengusung keduanya. ”Tapi, kami di DPC tetap menunggu kepastian dari DPP PPP. Sebelum rekom turun, kami tidak bisa memastikan mau mengusung siapa,” tandasnya.

Baca Juga :  Bakesbangpol Tunggu Lengkap Sepuluh Parpol

Sebelumnya, Khalil Asy’ari juga menegaskan bahwa dirinya tidak mendaftar dalam konvensi calon bupati atau calon wakil bupati dari PPP. Saat ditanya apakah dia akan pensiun dari dunia politik? Dia tidak menjawab secara pasti. ”Berpolitik kan tidak harus nyalon,” katanya.

- Advertisement -

Hingga berita ini diturunkan, Kholilurrahman belum bisa dimintai keterangan. Saat dikonfirmasi melalui telepon ataupun pesan WhatsApp, tidak ada tanggapan.

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/