alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Kenal di Facebook Berujung Pemerkosaan

PAMEKASAN – Perempuan berinisial AZ, 18, di Kecamatan Proppo menyesali nasibnya. Gadis malang itu diperkosa temannya yang baru kenal melalui jejaring media sosial Facebook. Korban diajak jalan-jalan dan diajak ke tempat sepi di Kecamatan Omben.

Di lokasi jauh dari rumah warga pelaku yang diketahui bernama Haris, asal Desa Batuampar Barat, Kecamatan Proppo. Korban sengaja dibawa ke tempat sepi jauh dari perkampungan. Saat itulah pelaku melancarkan aksi biadabnya.

Sebelumnya, keduanya intens berkomunikasi dengannya di media sosial. Saat chatting, Haris berkali-kali mengajak Melati bertemu. Namun, ditolak dengan alasan tertentu. ”Saya selalu diajak ketemuan oleh pelaku,tapi selalu saya tolak,” ungkap dia kepada Radarmadura.id, Kamis (18/10).

Suatu ketika, Haris kembali mengajak ketemuan di Asta Batuampar. Tanpa curiga, akhirnya korban menemuinya. Lalu, dia diajak jalan-jalan ke salah satu wisata di Kecamatan Omben, Sampang.

Baca Juga :  Pengumuman Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Sumenep

Namun, korban justru dibawa ke perbukitan yang jauh dari pemukiman warga. Saat itulah Melati mulai curiga.

Inisial AZ meminta Haris agar tidak melewati jalan tersebut dan balik pulang. Tiba-tiba pelaku berhenti dan langsung menyeret korban ke semak-semak.

Haris memaksa korban berhubungan badan. Namun, menolak dan terus berontak. Karena fisiknya kalah kuat, akhirnya pelaku berhasil melancarkan aksi bejatnya.

”Saya pingsan, setelah siuman ternyata pakaian saya banyak darah. Tapi saat itu saya masih diantar pulang oleh pelaku ke dekat rumah,” tuturnya.

Selanjutnya, korban menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya. Tidak terima dengan perilaku pelaku, akhirnya keluarga korban melaporkan ke Mapolres Pamekasan, Rabu (10/10).

Baca Juga :  Bisnis Cilok Online, Kuliah Tetap Utama

”Aksi pemerkosaan itu terjadi pada Selasa, 9 Oktober lalu. Kami laporkan keesokan harinya ke Mapolres Pamekasan,” kata Adim, kakak korban.

Dia mendesak polres segera menangkap pelaku. Sebab, sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran. ”Kalau tidak dihukum, kemungkinan banyak kejadian serupa yang akan ditiru masyarakat. Kalau pelaku dihukum, masyarakat takut untuk melakukan hal serupa,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menyatakan, kasus tersebut saat ini tengah ditangani satreskrim. Jika sudah memenuhi dua alat bukti, pelaku pasti akan ditangkap. ”Masih proses sidik,” ucapnya singkat.

PAMEKASAN – Perempuan berinisial AZ, 18, di Kecamatan Proppo menyesali nasibnya. Gadis malang itu diperkosa temannya yang baru kenal melalui jejaring media sosial Facebook. Korban diajak jalan-jalan dan diajak ke tempat sepi di Kecamatan Omben.

Di lokasi jauh dari rumah warga pelaku yang diketahui bernama Haris, asal Desa Batuampar Barat, Kecamatan Proppo. Korban sengaja dibawa ke tempat sepi jauh dari perkampungan. Saat itulah pelaku melancarkan aksi biadabnya.

Sebelumnya, keduanya intens berkomunikasi dengannya di media sosial. Saat chatting, Haris berkali-kali mengajak Melati bertemu. Namun, ditolak dengan alasan tertentu. ”Saya selalu diajak ketemuan oleh pelaku,tapi selalu saya tolak,” ungkap dia kepada Radarmadura.id, Kamis (18/10).


Suatu ketika, Haris kembali mengajak ketemuan di Asta Batuampar. Tanpa curiga, akhirnya korban menemuinya. Lalu, dia diajak jalan-jalan ke salah satu wisata di Kecamatan Omben, Sampang.

Baca Juga :  Jaksa Tuntut Mati Mat Beta

Namun, korban justru dibawa ke perbukitan yang jauh dari pemukiman warga. Saat itulah Melati mulai curiga.

Inisial AZ meminta Haris agar tidak melewati jalan tersebut dan balik pulang. Tiba-tiba pelaku berhenti dan langsung menyeret korban ke semak-semak.

Haris memaksa korban berhubungan badan. Namun, menolak dan terus berontak. Karena fisiknya kalah kuat, akhirnya pelaku berhasil melancarkan aksi bejatnya.

”Saya pingsan, setelah siuman ternyata pakaian saya banyak darah. Tapi saat itu saya masih diantar pulang oleh pelaku ke dekat rumah,” tuturnya.

Selanjutnya, korban menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya. Tidak terima dengan perilaku pelaku, akhirnya keluarga korban melaporkan ke Mapolres Pamekasan, Rabu (10/10).

Baca Juga :  Berharap Juara di Tingkat Kabupaten

”Aksi pemerkosaan itu terjadi pada Selasa, 9 Oktober lalu. Kami laporkan keesokan harinya ke Mapolres Pamekasan,” kata Adim, kakak korban.

Dia mendesak polres segera menangkap pelaku. Sebab, sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran. ”Kalau tidak dihukum, kemungkinan banyak kejadian serupa yang akan ditiru masyarakat. Kalau pelaku dihukum, masyarakat takut untuk melakukan hal serupa,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menyatakan, kasus tersebut saat ini tengah ditangani satreskrim. Jika sudah memenuhi dua alat bukti, pelaku pasti akan ditangkap. ”Masih proses sidik,” ucapnya singkat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/