alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Serapan OPD Tak Sampai 30 Persen

BANGALAN – Kinerja Pemkab Bangkalan perlu dipacu. Serapan APBD 2017 masih rendah. Dari 32 organisasi perangkat daerah (OPD), hanya satu yang mencapai 75.56 persen. Yakni, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkembunan Bangkalan.

OPD yang lain mayoritas tidak sampai 60 persen. Bahkan, delapan OPD serapan anggarannya di bawah 30 persen. Capaian tersebut dihitung sejak 24 Agustus 2017. Kondisi itu mengkhawatirkan. Sebab, waktu yang tersedia tinggal tiga bulan. Sementara serapan anggaran masih jauh dari target.

Sekkab Bangkalan Eddy Moeljono mengutarakan, realisasi belanja tidak langsung mencapai 60,89 persen. Hal itu terjadi karena mayoritas berkaitan dengan gaji pegawai. Jadi, maklum jika belanja tidak langsung lebih tinggi daripada belanja langsung.

”Secara keseluruhan, belanja langsung baru terealisasi 32,99 persen. Kondisi tersebut tentu masuk kategori rendah,” ujarnya.

Namun, pihaknya yakin hingga akhir tahun realisasi anggaran bisa lebih baik. Asalkan, OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan mau meningkatkan kinerja. Optimalisasi kegiatan penting karena merupakan ukuran dasar OPD dikatakan bekerja atau tidak.

Baca Juga :  Madura Awards Memotivasi Pimpinan untuk Semangat Bekerja

”Harus lebih optimal lagi. Namun, tetap bekerja secara normatif dan berkesinambungan. Tidak boleh melabrak aturan,” katanya.

Rendahnya serapan anggaran segera dievaluasi. Pihaknya akan mewanti-wanti pimpinan di setiap OPD untuk memperbaiki kinerja. ”Nanti kami instruksikan pimpinan OPD,” ucapnya.

Namun, kata Eddy, serapan anggaran saat ini rendah lantaran kegiatan lebih banyak di akhir tahun. ”Itu wajar karena memang ada yang menunggu musim. Terutama yang berkaitan dengan fisik,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman kecewa jika sampai sekarang serapan di tiap OPD masih di bawah 60 persen. Itu bukti bahwa kinerja belum maksimal. ”Ini sudah triwulan ketiga masuk akhir bulan. Kok bisa masih banyak yang di bawah 60 persen,” katanya kesal.

Bahkan, kata dia, jika terdapat OPD yang serapan anggarannya justru di bawah 30 persen, itu keterlaluan. ”Ini perlu dievaluasi. Nanti kami tegur ketika rapat. Serius kami kecewa,” tegas dia.

Baca Juga :  Nasib 30 Pejabat di Tangan Bupati

Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika menyatakan, realisasi anggaran milik disdik memang rendah, tapi bukan berarti tidak bekerja. Mayoritas kegiatan dilaksanakan akhir tahun. ”Sekarang dalam proses. Jadi, tidak bisa dijadikan tolok ukur kalau sekarang rendah. Baru bisa dilihat ketika akhir tahun,” klaimnya.

Misalnya, pembangunan gedung disdik lanjutan. Sekarang ini masih dalam pengerjaan. Otomatis serapan anggaran nihil. ”Tapi, nanti ketika akhir tahun akan 100 persen,” terangnya.

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili menegaskan, rendahnya serapan di dishub disebabkan beberapa kendala di bawah. Namun, dia optimistis pada Oktober mencapai 60 persen. ”Kendala ya ada saja. Tapi, kami yakin Oktober 60 persen,” ujarnya.

Apakah hingga akhir tahun bisa mencapai 100 persen? Ram mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan. Namun, melihat kondisi yang ada, tidak memungkinkan untuk 100 persen. ”Paling 90 persen. Sekarang kami terus menggenjot,” pungkas dia.

BANGALAN – Kinerja Pemkab Bangkalan perlu dipacu. Serapan APBD 2017 masih rendah. Dari 32 organisasi perangkat daerah (OPD), hanya satu yang mencapai 75.56 persen. Yakni, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkembunan Bangkalan.

OPD yang lain mayoritas tidak sampai 60 persen. Bahkan, delapan OPD serapan anggarannya di bawah 30 persen. Capaian tersebut dihitung sejak 24 Agustus 2017. Kondisi itu mengkhawatirkan. Sebab, waktu yang tersedia tinggal tiga bulan. Sementara serapan anggaran masih jauh dari target.

Sekkab Bangkalan Eddy Moeljono mengutarakan, realisasi belanja tidak langsung mencapai 60,89 persen. Hal itu terjadi karena mayoritas berkaitan dengan gaji pegawai. Jadi, maklum jika belanja tidak langsung lebih tinggi daripada belanja langsung.


”Secara keseluruhan, belanja langsung baru terealisasi 32,99 persen. Kondisi tersebut tentu masuk kategori rendah,” ujarnya.

Namun, pihaknya yakin hingga akhir tahun realisasi anggaran bisa lebih baik. Asalkan, OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan mau meningkatkan kinerja. Optimalisasi kegiatan penting karena merupakan ukuran dasar OPD dikatakan bekerja atau tidak.

Baca Juga :  PMII Tagih Janji Bupati-Wakil Bupati

”Harus lebih optimal lagi. Namun, tetap bekerja secara normatif dan berkesinambungan. Tidak boleh melabrak aturan,” katanya.

Rendahnya serapan anggaran segera dievaluasi. Pihaknya akan mewanti-wanti pimpinan di setiap OPD untuk memperbaiki kinerja. ”Nanti kami instruksikan pimpinan OPD,” ucapnya.

- Advertisement -

Namun, kata Eddy, serapan anggaran saat ini rendah lantaran kegiatan lebih banyak di akhir tahun. ”Itu wajar karena memang ada yang menunggu musim. Terutama yang berkaitan dengan fisik,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman kecewa jika sampai sekarang serapan di tiap OPD masih di bawah 60 persen. Itu bukti bahwa kinerja belum maksimal. ”Ini sudah triwulan ketiga masuk akhir bulan. Kok bisa masih banyak yang di bawah 60 persen,” katanya kesal.

Bahkan, kata dia, jika terdapat OPD yang serapan anggarannya justru di bawah 30 persen, itu keterlaluan. ”Ini perlu dievaluasi. Nanti kami tegur ketika rapat. Serius kami kecewa,” tegas dia.

Baca Juga :  Bupati Sentil OPD Tak Koperatif

Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika menyatakan, realisasi anggaran milik disdik memang rendah, tapi bukan berarti tidak bekerja. Mayoritas kegiatan dilaksanakan akhir tahun. ”Sekarang dalam proses. Jadi, tidak bisa dijadikan tolok ukur kalau sekarang rendah. Baru bisa dilihat ketika akhir tahun,” klaimnya.

Misalnya, pembangunan gedung disdik lanjutan. Sekarang ini masih dalam pengerjaan. Otomatis serapan anggaran nihil. ”Tapi, nanti ketika akhir tahun akan 100 persen,” terangnya.

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili menegaskan, rendahnya serapan di dishub disebabkan beberapa kendala di bawah. Namun, dia optimistis pada Oktober mencapai 60 persen. ”Kendala ya ada saja. Tapi, kami yakin Oktober 60 persen,” ujarnya.

Apakah hingga akhir tahun bisa mencapai 100 persen? Ram mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan. Namun, melihat kondisi yang ada, tidak memungkinkan untuk 100 persen. ”Paling 90 persen. Sekarang kami terus menggenjot,” pungkas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/