alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Serapan APBD Sampang Masih Minim

SAMPANG – Upaya Pemkab Sampang belum maksimal meningkatkan serapan anggaran. Dari jumlah anggaran Rp 1.757.214.896.271, per 31 Agustus serapan APBD Sampang baru Rp 822.072.382.983. dengan begitu, sampai saat ini anggaran tersisa Rp 935.142.513.288.

Lima organisasi perangkat daerah (OPD) dengan serapan anggaran terendah justru yang mendapat alokasi anggaran cukup besar. Misalnya, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (DPRKP), dan Dinas Pertanian (Disperta) Sampang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sampang serapan anggarannya juga rendah.

Padahal tiga bulan lagi tutup tahun anggaran 2017. Akan tetapi, APBD Sampang baru terealisasi 46,78 persen. Kondisi tersebut berpengaruh pembangunan di Kota Bahari. Dengan pencapaian serapan anggaran yang rendah, percepatan pembangunan sulit terdorong.

Kepala Bidang Anggaran Badan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Laili Akmaliyah mengatakan, belanja daerah dengan pendapatan mengalami defisit. Menurut dia, kekuatan anggaran masih dianggap stabil lantaran pemkab disuplai anggaran oleh pemerintah pusat.

Laili menjelaskan, APBD Sampang 2017 dari sisi pendapatan yaitu Rp 1.625.748.056.152. Sedangkan dari sisi belanja daerah Rp 1.757.214.896.271. Dengan demikian, terdapat defisit anggaran Rp 131.466.840.119. Kekurangan tersebut diambilkan dari silpa tahun lalu.

Baca Juga :  Bupati Sampang Siap Dukung Fun Bike Disdik dan JPRM

”Faktor rendahnya serapan anggaran akan berpengaruh terhadap kualitas program di setiap OPD,” ucap Laili Jumat (15/9). Menurut dia, sejak APBD ditetapkan, semua program seharusnya berjalan. Artinya, semua perencanaan dilaksanakan dengan baik. Sebab, apabila tidak tuntas di awal tahun, serapan anggaran tidak akan rendah. Apalagi APBD ditetapkan pada 2016.

”Kalau perencanaannya berjalan, otomatis pelaksanaan juga berjalan di awal-awal atau pertengahan tahun. Kalau program dilaksanakan akhir tahun, akan mengalami banyak kendala. Terutama, program fisik,” jelasnya.

Dampak lainnya, ketika program dijalankan di akhir tahun, akan berpengaruh terhadap kualitas program. Terutama, kegiatan fisik yang selalu terkendala faktor cuaca jika dilaksanakan di akhir tahun. ”Dengan sisa waktu yang ada, tidak mungkin semua terealisasi. Saya sih optimistis, cuma mungkin agak berat,” katanya.

Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengakui bahwa serapan anggaran masih minim. Fadhilah mengklaim rutin menggelar coffee morning dengan pejabat di setiap OPD mengenai permasalahan yang dihadapi selama sebulan terakhir.

”Anggaran yang banyak tidak terserap terutama di proyek fisik. Kadang teman-teman (OPD) ini menunggu. Pihak ketiga juga begitu. Ada yang tidak lekas menggarap pekerjaannya,” ungkap dia.

Baca Juga :  Polres-JPRM Gelar Police & Journalist Goes to School

Fadhilah mengaku selama ini sering mengingatkan pejabat OPD untuk menyerap anggaran demi mendorong percepatan pembangunan. Setiap OPD, ujar dia, sudah melaksanakan petunjuk itu. Yang menjadi kendala, pihak ketiga selaku pelaksana terkadang menghambat terserapnya anggaran.

”Kami mengimbau rekanan segera melaksanakan kegiatan. Program di setiap OPD yang belum terlaksana segera dilakukan,” tandasnya.

Bupati berjanji akan menindaklanjuti minimnya serapan anggaran. Fadhilah bakal mengumpulkan semua pejabat di setiap OPD untuk membahas rendahnya serapan anggaran tersebut.

Kepala Disperta Sampang Hary Soeyanto membenarkan bahwa serapan anggaran di instansinya masih rendah. Akan tetapi, sampai saat ini terus menyerap anggaran. Menurut dia, ada beberapa program yang belum terlaksana. Yakni, pengadaan hand tractor dan program-program lainnya.

”Kendalanya begini, pertanian dulu berdiri sendiri. Sekarang hanya satu bidang, sehingga pekerjaan dengan jumlah SDM tidak seimbang,” dalihnya. Dia mengaku ke depan membutuhkan tambahan SDM untuk menggenjot serapan anggaran maupun pendapatan asli daerah (PAD).

Pihaknya sudah meminta kepada bupati agar diberi tambahan SDM dalam melaksanakan program di disperta. ”Kami janji akan berupaya untuk menggenjot realiasi serapan anggaran dan PAD,” tukasnya.

SAMPANG – Upaya Pemkab Sampang belum maksimal meningkatkan serapan anggaran. Dari jumlah anggaran Rp 1.757.214.896.271, per 31 Agustus serapan APBD Sampang baru Rp 822.072.382.983. dengan begitu, sampai saat ini anggaran tersisa Rp 935.142.513.288.

Lima organisasi perangkat daerah (OPD) dengan serapan anggaran terendah justru yang mendapat alokasi anggaran cukup besar. Misalnya, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (DPRKP), dan Dinas Pertanian (Disperta) Sampang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sampang serapan anggarannya juga rendah.

Padahal tiga bulan lagi tutup tahun anggaran 2017. Akan tetapi, APBD Sampang baru terealisasi 46,78 persen. Kondisi tersebut berpengaruh pembangunan di Kota Bahari. Dengan pencapaian serapan anggaran yang rendah, percepatan pembangunan sulit terdorong.


Kepala Bidang Anggaran Badan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Laili Akmaliyah mengatakan, belanja daerah dengan pendapatan mengalami defisit. Menurut dia, kekuatan anggaran masih dianggap stabil lantaran pemkab disuplai anggaran oleh pemerintah pusat.

Laili menjelaskan, APBD Sampang 2017 dari sisi pendapatan yaitu Rp 1.625.748.056.152. Sedangkan dari sisi belanja daerah Rp 1.757.214.896.271. Dengan demikian, terdapat defisit anggaran Rp 131.466.840.119. Kekurangan tersebut diambilkan dari silpa tahun lalu.

Baca Juga :  BRI Perkuat Komitmen Atasi Perubahan Iklim

”Faktor rendahnya serapan anggaran akan berpengaruh terhadap kualitas program di setiap OPD,” ucap Laili Jumat (15/9). Menurut dia, sejak APBD ditetapkan, semua program seharusnya berjalan. Artinya, semua perencanaan dilaksanakan dengan baik. Sebab, apabila tidak tuntas di awal tahun, serapan anggaran tidak akan rendah. Apalagi APBD ditetapkan pada 2016.

”Kalau perencanaannya berjalan, otomatis pelaksanaan juga berjalan di awal-awal atau pertengahan tahun. Kalau program dilaksanakan akhir tahun, akan mengalami banyak kendala. Terutama, program fisik,” jelasnya.

Dampak lainnya, ketika program dijalankan di akhir tahun, akan berpengaruh terhadap kualitas program. Terutama, kegiatan fisik yang selalu terkendala faktor cuaca jika dilaksanakan di akhir tahun. ”Dengan sisa waktu yang ada, tidak mungkin semua terealisasi. Saya sih optimistis, cuma mungkin agak berat,” katanya.

Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengakui bahwa serapan anggaran masih minim. Fadhilah mengklaim rutin menggelar coffee morning dengan pejabat di setiap OPD mengenai permasalahan yang dihadapi selama sebulan terakhir.

”Anggaran yang banyak tidak terserap terutama di proyek fisik. Kadang teman-teman (OPD) ini menunggu. Pihak ketiga juga begitu. Ada yang tidak lekas menggarap pekerjaannya,” ungkap dia.

Baca Juga :  Serapan APBD Rendah, Dewan Meradang

Fadhilah mengaku selama ini sering mengingatkan pejabat OPD untuk menyerap anggaran demi mendorong percepatan pembangunan. Setiap OPD, ujar dia, sudah melaksanakan petunjuk itu. Yang menjadi kendala, pihak ketiga selaku pelaksana terkadang menghambat terserapnya anggaran.

”Kami mengimbau rekanan segera melaksanakan kegiatan. Program di setiap OPD yang belum terlaksana segera dilakukan,” tandasnya.

Bupati berjanji akan menindaklanjuti minimnya serapan anggaran. Fadhilah bakal mengumpulkan semua pejabat di setiap OPD untuk membahas rendahnya serapan anggaran tersebut.

Kepala Disperta Sampang Hary Soeyanto membenarkan bahwa serapan anggaran di instansinya masih rendah. Akan tetapi, sampai saat ini terus menyerap anggaran. Menurut dia, ada beberapa program yang belum terlaksana. Yakni, pengadaan hand tractor dan program-program lainnya.

”Kendalanya begini, pertanian dulu berdiri sendiri. Sekarang hanya satu bidang, sehingga pekerjaan dengan jumlah SDM tidak seimbang,” dalihnya. Dia mengaku ke depan membutuhkan tambahan SDM untuk menggenjot serapan anggaran maupun pendapatan asli daerah (PAD).

Pihaknya sudah meminta kepada bupati agar diberi tambahan SDM dalam melaksanakan program di disperta. ”Kami janji akan berupaya untuk menggenjot realiasi serapan anggaran dan PAD,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/