24.4 C
Madura
Sunday, May 28, 2023

PKL Sampang Tunggu Tempat Baru

SAMPANG – Petugas Satpol PP Sampang mendatangi pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jaksa Agung Suprapto Senin (18/9). Kedatangan mereka tidak melakukan penertiban. Hanya memberi teguran dan imbauan agar pedagang pindah dan tidak berjualan di lokasi terlarang.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah menegaskan, pihaknya merencanakan penertiban PKL di atas trotoar sepanjang jalan kabupaten. Sebelum itu memberi teguran dan imbauan agar pedagang pindah sebelum ditindak. ”Ini teguran kedua. Jika sampai teguran ketiga masih tetap berjualan di situ, kami tertibkan,” katanya.

Imbauan itu merupakan upaya sosialisasi dan pemahaman kepada PKL terkait larangan berjualan di trotoar. Sebab, mereka melanggar perda dan merusak pemandangan kota. ”Kami harap PKL bisa mengerti dan menaati aturan karena kami tidak berniat memutus penghasilan mereka. Tapi lebih kepada mengajak mereka untuk tidak melanggar peraturan,” terangnya.

Baca Juga :  Airlangga: Inovasi Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Tangguh

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait tentang relokasi PKL. Penertiban baru bisa dilakukan setelah tempat baru sudah ada. ”Di Pasar Margalela dan Taman Wijaya Kusuma. Mekanisme pembagian atau penempatan, kami kurang paham. Itu kewenangan dinas terkait,” ujarnya.

Misnaki, 45, seorang PKL di trotoar Jalan Jaksa Agung Suprapto mengaku siap pindah kapan saja, asalkan tempat baru sudah tersedia dan strategis. Yang membuatnya berjualan di lokasi tersebut karena lokasi khusus bagi PKL minim. 

”Kami tidak berniat melanggar aturan. Siap dipindah, yang penting tempat dan waktunya jelas,” kata warga Desa Moktesareh, Kedungdung, itu.

SAMPANG – Petugas Satpol PP Sampang mendatangi pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jaksa Agung Suprapto Senin (18/9). Kedatangan mereka tidak melakukan penertiban. Hanya memberi teguran dan imbauan agar pedagang pindah dan tidak berjualan di lokasi terlarang.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah menegaskan, pihaknya merencanakan penertiban PKL di atas trotoar sepanjang jalan kabupaten. Sebelum itu memberi teguran dan imbauan agar pedagang pindah sebelum ditindak. ”Ini teguran kedua. Jika sampai teguran ketiga masih tetap berjualan di situ, kami tertibkan,” katanya.

Imbauan itu merupakan upaya sosialisasi dan pemahaman kepada PKL terkait larangan berjualan di trotoar. Sebab, mereka melanggar perda dan merusak pemandangan kota. ”Kami harap PKL bisa mengerti dan menaati aturan karena kami tidak berniat memutus penghasilan mereka. Tapi lebih kepada mengajak mereka untuk tidak melanggar peraturan,” terangnya.


Baca Juga :  Pilkada Pamekasan, Ini Calon Pemegang Rekom PPP

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait tentang relokasi PKL. Penertiban baru bisa dilakukan setelah tempat baru sudah ada. ”Di Pasar Margalela dan Taman Wijaya Kusuma. Mekanisme pembagian atau penempatan, kami kurang paham. Itu kewenangan dinas terkait,” ujarnya.

Misnaki, 45, seorang PKL di trotoar Jalan Jaksa Agung Suprapto mengaku siap pindah kapan saja, asalkan tempat baru sudah tersedia dan strategis. Yang membuatnya berjualan di lokasi tersebut karena lokasi khusus bagi PKL minim. 

”Kami tidak berniat melanggar aturan. Siap dipindah, yang penting tempat dan waktunya jelas,” kata warga Desa Moktesareh, Kedungdung, itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/