alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Ketua-Sekretaris PKPI Pindah Parpol Menuju Pileg 2019

BANGKALAN – Pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) 2019 sudah klir. Terdapat 499 calon wakil rakyat yang bakal bertarung pada pemilihan legislatif (pileg) di Bangkalan 2019. Dari 16 partai politik (parpol), hanya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang kosong.

Ketua dan sekretaris partai tersebut malah memilih kendaraan politik lain ketika mendaftar sebagai bacaleg. Sofiullah Syarif selaku Ketua DPC PKPI mendaftar bacaleg melalui PPP. Sementara Abdul Hadi menggunakan Partai Gerindra. Pria yang akrab disapa Dul Hadi itu semula sebagai sekretaris DPC PKPI Bangkalan.

Komisioner KPU Bangkalan Badrun mengutarakan, total bacaleg yang mendaftar 499 orang. Itu tersebar di 15 parpol. Yang unik, ujar Badrun, ketua dan sekretaris PKPI justru maju sebagai bacaleg. Sofiullah Syarif dan Dul Hadi diketahui berangkat dari partai lain ketika PPP dan Gerindra mendaftar ke KPU pada Selasa malam (17/7).

Baca Juga :  Dua Kurir 8,75 Kilogram Sabu Dituntut 20 Tahun

Setelah dilakukan pengecekan untuk syarat pencalonan, keduanya memenuhi syarat. Sebab, mereka sudah melampirkan berkas pengunduran diri dari pengurus PKPI. Keduanya sudah otomatis sebagai anggota parpol lain. ”Karena salah satu syarat pencalonan itu harus punya KTA. Keduanya sudah memenuhi itu,” ucapnya.

Pria asal Kecamatan Geger itu menyatakan, belasan parpol lain juga memenuhi persyaratan. Termasuk, mengenai keterwakilan perempuan 30 persen. Hanya, mengenai syarat calon masih diverifikasi hingga Kamis (19/7). ”Dicek kelengkapan masing-masing bacaleg. Tapi, lebih ke personal. Misal, ijazahnya tidak dilegalisasi. Itu nanti suruh lengkapi,” katanya.

Penyampaian hasil verifikasi ke masing-masing parpol dijadwalkan hingga 21 Juli. Masa perbaikan 22–31 Juli. ”Tapi, untuk PKPI sudah final tidak bisa ikut pemilu 2019 di Bangkalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Nasdem Target 11 Kursi Pileg 2019

Abdul Hadi membenarkan jika dari PKPI tidak ada bacaleg. Sebab, PKPI di Bangkalan tidak banyak diminati. Sehingga, pada 2019 PKPI tidak ikut berpartisipasi dalam bursa pemilihan legislatif. ”Termasuk saya dan Pak Ketua (Sofi, Red) juga memilih parpol lain maju sebagai Bacaleg 2019,” ujarnya.

Dia mengaku, dirinya dan ketua, wakil sekretaris serta bendahara juga resmi mundur dari PKPI. ”Ya, sekarang sudah tidak di PKPI lagi. Buktinya maju dari parpol lain,” tandasnya.

 

BANGKALAN – Pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) 2019 sudah klir. Terdapat 499 calon wakil rakyat yang bakal bertarung pada pemilihan legislatif (pileg) di Bangkalan 2019. Dari 16 partai politik (parpol), hanya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang kosong.

Ketua dan sekretaris partai tersebut malah memilih kendaraan politik lain ketika mendaftar sebagai bacaleg. Sofiullah Syarif selaku Ketua DPC PKPI mendaftar bacaleg melalui PPP. Sementara Abdul Hadi menggunakan Partai Gerindra. Pria yang akrab disapa Dul Hadi itu semula sebagai sekretaris DPC PKPI Bangkalan.

Komisioner KPU Bangkalan Badrun mengutarakan, total bacaleg yang mendaftar 499 orang. Itu tersebar di 15 parpol. Yang unik, ujar Badrun, ketua dan sekretaris PKPI justru maju sebagai bacaleg. Sofiullah Syarif dan Dul Hadi diketahui berangkat dari partai lain ketika PPP dan Gerindra mendaftar ke KPU pada Selasa malam (17/7).

Baca Juga :  Melanggar, Bawaslu Turunkan 241 APK Caleg

Setelah dilakukan pengecekan untuk syarat pencalonan, keduanya memenuhi syarat. Sebab, mereka sudah melampirkan berkas pengunduran diri dari pengurus PKPI. Keduanya sudah otomatis sebagai anggota parpol lain. ”Karena salah satu syarat pencalonan itu harus punya KTA. Keduanya sudah memenuhi itu,” ucapnya.

Pria asal Kecamatan Geger itu menyatakan, belasan parpol lain juga memenuhi persyaratan. Termasuk, mengenai keterwakilan perempuan 30 persen. Hanya, mengenai syarat calon masih diverifikasi hingga Kamis (19/7). ”Dicek kelengkapan masing-masing bacaleg. Tapi, lebih ke personal. Misal, ijazahnya tidak dilegalisasi. Itu nanti suruh lengkapi,” katanya.

Penyampaian hasil verifikasi ke masing-masing parpol dijadwalkan hingga 21 Juli. Masa perbaikan 22–31 Juli. ”Tapi, untuk PKPI sudah final tidak bisa ikut pemilu 2019 di Bangkalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Kurir 8,75 Kilogram Sabu Dituntut 20 Tahun

Abdul Hadi membenarkan jika dari PKPI tidak ada bacaleg. Sebab, PKPI di Bangkalan tidak banyak diminati. Sehingga, pada 2019 PKPI tidak ikut berpartisipasi dalam bursa pemilihan legislatif. ”Termasuk saya dan Pak Ketua (Sofi, Red) juga memilih parpol lain maju sebagai Bacaleg 2019,” ujarnya.

- Advertisement -

Dia mengaku, dirinya dan ketua, wakil sekretaris serta bendahara juga resmi mundur dari PKPI. ”Ya, sekarang sudah tidak di PKPI lagi. Buktinya maju dari parpol lain,” tandasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/