alexametrics
21.1 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Dipecat, Anggota BPD Angon-Angon Polisikan Kades

SUMENEP – Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Angon-Angon, Kecamatan Arjasa, Matrapik mendatangi Mapolres Sumenep, Rabu (18/7). Dia melaporkan Kepala Desa (Kades) Angon-Angon Moh. Hanafi. Matrapik menuding Hanafi memecatnya secara sepihak.

Ditemui usai melapor, pria 36 tahun itu mengaku dirinya menjabat sebagai anggota BPD sejak 2014. Seharusnya, masa jabatan Matrapik baru berakhir pada 2020. Tetapi, sejak awal 2017 dia tidak mengerjakan tugas sebagai anggota BPD.

”Saya ini sudah digantikan sejak Maret 2017. Sejak ganti kepala desa, saya dipecat secara sepihak oleh kepala desa yang baru. Sejak saat itu saya tidak lagi menerima honor sebagai BPD. Padahal, belum ada surat pemberhentian dari pemkab,” jelasnya.

Matrapik mengklaim sudah berusaha mengadukan permasalahan ini ke berbagai pihak. Namun, hingga saat ini tidak ada respons. Karena itu, dia memutuskan untuk membawa permasalahan ini ke jalur hukum.

Baca Juga :  Pemimpin Baru, Harapan Baru

”Saya sudah sering mencoba berkomunikasi dengan kepala desa. Tetapi, dia selalu menghindar dan tidak mau memberikan keterangan apakah saya ini benar-benar sudah diberhentikan atau seperti apa,” ungkapnya.

Kasubbaghumas Polres Sumenep Ipda Agus Suparno akan menindaklanjuti laporan Matrapik. ”Laporannya sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti oleh satrreskrim,” katanya.

Sementara itu, pihak Pemkab Sumenep sudah mendengar masalah yang terjadi di Desa Angon-Angon ini. Bupati A. Busyro Karim telah memberikan rekomendasi kepada dinas  pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD). Bahkan, dinas yang dinakhodai Ahmad Masuni ini mengagendakan untuk membahas.

”Kami sudah dapat rekom dari Pak Bupati untuk membahas permasalahan ini. Biar nanti ditemukan titik permasalahannya di mana,” terang Masuni.

Baca Juga :  Penganiayaan Malam Takbiran Terkuak

SUMENEP – Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Angon-Angon, Kecamatan Arjasa, Matrapik mendatangi Mapolres Sumenep, Rabu (18/7). Dia melaporkan Kepala Desa (Kades) Angon-Angon Moh. Hanafi. Matrapik menuding Hanafi memecatnya secara sepihak.

Ditemui usai melapor, pria 36 tahun itu mengaku dirinya menjabat sebagai anggota BPD sejak 2014. Seharusnya, masa jabatan Matrapik baru berakhir pada 2020. Tetapi, sejak awal 2017 dia tidak mengerjakan tugas sebagai anggota BPD.

”Saya ini sudah digantikan sejak Maret 2017. Sejak ganti kepala desa, saya dipecat secara sepihak oleh kepala desa yang baru. Sejak saat itu saya tidak lagi menerima honor sebagai BPD. Padahal, belum ada surat pemberhentian dari pemkab,” jelasnya.


Matrapik mengklaim sudah berusaha mengadukan permasalahan ini ke berbagai pihak. Namun, hingga saat ini tidak ada respons. Karena itu, dia memutuskan untuk membawa permasalahan ini ke jalur hukum.

Baca Juga :  Polres Sumenep Ringkus Bandar Togel

”Saya sudah sering mencoba berkomunikasi dengan kepala desa. Tetapi, dia selalu menghindar dan tidak mau memberikan keterangan apakah saya ini benar-benar sudah diberhentikan atau seperti apa,” ungkapnya.

Kasubbaghumas Polres Sumenep Ipda Agus Suparno akan menindaklanjuti laporan Matrapik. ”Laporannya sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti oleh satrreskrim,” katanya.

Sementara itu, pihak Pemkab Sumenep sudah mendengar masalah yang terjadi di Desa Angon-Angon ini. Bupati A. Busyro Karim telah memberikan rekomendasi kepada dinas  pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD). Bahkan, dinas yang dinakhodai Ahmad Masuni ini mengagendakan untuk membahas.

”Kami sudah dapat rekom dari Pak Bupati untuk membahas permasalahan ini. Biar nanti ditemukan titik permasalahannya di mana,” terang Masuni.

Baca Juga :  Penganiayaan Malam Takbiran Terkuak

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/