alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Ulang Tahun Ke-53, Ini Doa dan Harapan Khofifah Indar Parawansa

KHOFIFAH Indar Parawansa genap berusia 53 tahun hari ini, Sabtu (19/5). Mantan Menteri Sosial yang kini menjadi calon Gubernur Jawa Timur tersebut memiliki segudang mimpi dan harapan yang belum terpenuhi. Tidak hanya untuk dirinya, tapi juga seluruh masyarakat Jawa Timur. Penasaran apa saja mimpi si mantan penjual es lilin dan pendaki gunung tersebut? Berikut liputannya.

Khofifah tidak pernah bermimpi menjadi anggota DPR RI, bahkan menteri hingga dua kali jabatan. Pun, kini melenggang dalam bursa Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Semasa SD dulu, pecandu kopi ini justru bercita-cita menjadi pembawa berita. Seiring bertambah usia, Khofifah remaja bahkan sempat mengidam-idamkan menjadi seorang pembalap. ”Saya suka kebut-kebutan naik motor. Makanya, sempat terlintas dalam benak saya untuk menjadi pembalap,” kenang perempuan yang juga hobi mendaki gunung tersebut.

Khofifah menceritakan masa kecilnya pun jauh dari kesan ”berada”. Sebaliknya, Khofifah pernah menjadi penjaja es lilin dan tukang pungut padi sisa panen di sawah milik nenek dan orang tuanya. Uang yang diperolehnya diperuntukkan untuk membeli buku dan peralatan sekolah.

Baca Juga :  Terdakwa Dugaan Penipuan Haji Janji Ganti Kerugian Korban

”Hal itu saya lakukan tanpa sedikit pun rasa malu. Karena buat saya, yang penting saya bisa membantu meringankan beban orang tua,” ungkapnya.

”Baru di tahun 1991, saya diminta mengisi formulir pendaftaran jadi anggota DPR. Tahun 1992 saya jadi pimpinan fraksi, pernah ketua komisi, dan juga pernah jadi wakil ketua DPR RI. Saya masuk Senayan saat usia 26 tahun,” tambah ibu empat orang anak ini.

Kini di usianya ke-53 tahun, bukan berarti semangat Khofifah menjadi padam. Dia masih menyimpan cita-cita besar. Khofifah ingin mengabdi pada tanah kelahirannya, Jawa Timur.

Dua kali menelan kekalahan dalam Pilgub 2008 dan 2013, tidak lantas menyurutkan langkah Khofifah untuk kembali bertarung dalam Pemilihan Gubernur 2018. Bersama Emil Elestianto Dardak, Khofifah bertekad membawa Jawa Timur menjadi lebih sejahtera dan makmur.

”Bukan obsesif. Tapi saya ingin berbuat lebih dan fokus untuk Jawa Timur. Karena bagaimanapun saya lahir dan dibesarkan di Jawa Timur,” tuturnya.

Baca Juga :  Tuntut Cabut Status Tersangka Irfan sebagai Korban Begal

Menurut dia, Jawa Timur masih menyimpan banyak masalah. Seperti pengangguran, kemiskinan, buruknya pelayanan publik dasar (pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan), infrastruktur, reformasi birokrasi, dan lain sebagainya. Karena itu, untuk membangun Jawa Timur dibutuhkan ide dan gagasan yang besar, bukan ”seadanya”.

Untuk menggapai cita-citanya tersebut, Khofifah menjadikan Nawa Bhakti Satya sebagai senjata andalan. Khofifah pun optimistis sembilan rumusan program kerja yang disusunnya tersebut mampu membawa kebaikan dan kemuliaan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

”Nawa Bhakti Satya merupakan konsep pembangunan yang kami godok secara rinci dan detail di semua lini kehidupan masyarakat. Insyaallah, bisa terimplementasikan dengan baik,” ujarnya.

Di hari ulang tahunnya, Khofifah berharap bisa membawa manfaat dan kebaikan di sisa umurnya untuk masyarakat Jawa Timur. Selamat ulang tahun Ibu Khofifah Indar Parawansa.

KHOFIFAH Indar Parawansa genap berusia 53 tahun hari ini, Sabtu (19/5). Mantan Menteri Sosial yang kini menjadi calon Gubernur Jawa Timur tersebut memiliki segudang mimpi dan harapan yang belum terpenuhi. Tidak hanya untuk dirinya, tapi juga seluruh masyarakat Jawa Timur. Penasaran apa saja mimpi si mantan penjual es lilin dan pendaki gunung tersebut? Berikut liputannya.

Khofifah tidak pernah bermimpi menjadi anggota DPR RI, bahkan menteri hingga dua kali jabatan. Pun, kini melenggang dalam bursa Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Semasa SD dulu, pecandu kopi ini justru bercita-cita menjadi pembawa berita. Seiring bertambah usia, Khofifah remaja bahkan sempat mengidam-idamkan menjadi seorang pembalap. ”Saya suka kebut-kebutan naik motor. Makanya, sempat terlintas dalam benak saya untuk menjadi pembalap,” kenang perempuan yang juga hobi mendaki gunung tersebut.


Khofifah menceritakan masa kecilnya pun jauh dari kesan ”berada”. Sebaliknya, Khofifah pernah menjadi penjaja es lilin dan tukang pungut padi sisa panen di sawah milik nenek dan orang tuanya. Uang yang diperolehnya diperuntukkan untuk membeli buku dan peralatan sekolah.

Baca Juga :  Belajar Sederhana dengan Keunikan Berbahasa

”Hal itu saya lakukan tanpa sedikit pun rasa malu. Karena buat saya, yang penting saya bisa membantu meringankan beban orang tua,” ungkapnya.

”Baru di tahun 1991, saya diminta mengisi formulir pendaftaran jadi anggota DPR. Tahun 1992 saya jadi pimpinan fraksi, pernah ketua komisi, dan juga pernah jadi wakil ketua DPR RI. Saya masuk Senayan saat usia 26 tahun,” tambah ibu empat orang anak ini.

Kini di usianya ke-53 tahun, bukan berarti semangat Khofifah menjadi padam. Dia masih menyimpan cita-cita besar. Khofifah ingin mengabdi pada tanah kelahirannya, Jawa Timur.

- Advertisement -

Dua kali menelan kekalahan dalam Pilgub 2008 dan 2013, tidak lantas menyurutkan langkah Khofifah untuk kembali bertarung dalam Pemilihan Gubernur 2018. Bersama Emil Elestianto Dardak, Khofifah bertekad membawa Jawa Timur menjadi lebih sejahtera dan makmur.

”Bukan obsesif. Tapi saya ingin berbuat lebih dan fokus untuk Jawa Timur. Karena bagaimanapun saya lahir dan dibesarkan di Jawa Timur,” tuturnya.

Baca Juga :  Jaspenu Dukung Pasangan Khofifah-Emil

Menurut dia, Jawa Timur masih menyimpan banyak masalah. Seperti pengangguran, kemiskinan, buruknya pelayanan publik dasar (pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan), infrastruktur, reformasi birokrasi, dan lain sebagainya. Karena itu, untuk membangun Jawa Timur dibutuhkan ide dan gagasan yang besar, bukan ”seadanya”.

Untuk menggapai cita-citanya tersebut, Khofifah menjadikan Nawa Bhakti Satya sebagai senjata andalan. Khofifah pun optimistis sembilan rumusan program kerja yang disusunnya tersebut mampu membawa kebaikan dan kemuliaan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

”Nawa Bhakti Satya merupakan konsep pembangunan yang kami godok secara rinci dan detail di semua lini kehidupan masyarakat. Insyaallah, bisa terimplementasikan dengan baik,” ujarnya.

Di hari ulang tahunnya, Khofifah berharap bisa membawa manfaat dan kebaikan di sisa umurnya untuk masyarakat Jawa Timur. Selamat ulang tahun Ibu Khofifah Indar Parawansa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/