alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Surat Suara Pilgub Jatim Lebih 17.781 Lembar

PAMEKASAN – Pemilihan Gubernur Jawa Timur tinggal hitungan hari. Tahapan demi tahapan terus dijalankan. Termasuk distribusi surat suara dari KPU Jawa Timur ke KPU Pamekasan. Surat suara tersebut dicetak lebih banyak dibanding daftar pemilih tetap (DPT).

Berdasarkan data KPU Pamekasan, jumlah DPT 680.392 pemilih. Sementara, surat suara yang diterima 698.173 lembar. Dengan demikian, terdapat selisih 17.781 lembar surat suara.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, pencetakan surat suara memang lebih banyak dibanding DPT. Sebab, penyelenggara mengantisipasi terjadinya kekurangan saat pemilihan.

Kemungkinan kekurangan surat suara pada hari H pemilihan sangat memungkinkan. Sebab, bisa terjadi adanya DPT tambahan yang sebelumnya tidak masuk pendataan KPU. Kemudian, ada surat suara rusak.

Baca Juga :  Pantau Distribusi Migor, Mendag Lutfi Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Dalam rangka mengantisipasi kekurangan tersebut, KPU mencetak lembaran yang bakal dicoblos itu lebih banyak. Selisih surat suara dengan DPT sebanyak 2,5 persen. ”Selisih ini sudah diatur didalam UU pemilu,” katanya Jumat (18/5).

Menurut Hamzah, meski ada selisih surat suara dipastikan tidak akan dijadikan bahan kecurangan siapa pun. KPU mengatur pendistribusian tersebut ke masing-masing kecamatan hingga tempat pemungutan suara (TPS).

Surat suara yang didistribusikan disesuaikan dengan DPT di tiap TPS. Sementara sisanya, tetap disimpan di gudang. Sisa itu bisa dipakai jika ada kekurangan yang diajukan panitia.

Pengawasan dan penjagaan surat suara sangat ketat. Hamzah menyakini, tidak akan ada orang yang bisa menembus penjagaan ketat tersebut untuk melakukan kecurangan. ”Kami pastikan surat suara aman,” katanya.

Baca Juga :  Aneh, Orang Mati Masuk Daftar Pemilih

Dia berharap, masyarakat berpartisipasi aktif dalam pemilihan gubernur yang bakal digelar 27 Juni mendatang itu. Sebab, salah satu indikasi keberhasilan pemilihan diukur dari tingkat partisipasi masyarakat.

Aktivis Kaukus Pemuda Kapela (KPK) Fathorrahman mengatakan, kelebihan surat suara itu harus menjadi pengawasan bersama. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. KPU selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap surat suara harus memberi kepastian keamanan.

Dengan demikian, tidak muncul kekhawatiran dari berbagai pihak yang menginginkan pilkada berjalan bersih dan damai. ”Harus hati-hati, pilkada sensitif,” tandasnya.

PAMEKASAN – Pemilihan Gubernur Jawa Timur tinggal hitungan hari. Tahapan demi tahapan terus dijalankan. Termasuk distribusi surat suara dari KPU Jawa Timur ke KPU Pamekasan. Surat suara tersebut dicetak lebih banyak dibanding daftar pemilih tetap (DPT).

Berdasarkan data KPU Pamekasan, jumlah DPT 680.392 pemilih. Sementara, surat suara yang diterima 698.173 lembar. Dengan demikian, terdapat selisih 17.781 lembar surat suara.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, pencetakan surat suara memang lebih banyak dibanding DPT. Sebab, penyelenggara mengantisipasi terjadinya kekurangan saat pemilihan.


Kemungkinan kekurangan surat suara pada hari H pemilihan sangat memungkinkan. Sebab, bisa terjadi adanya DPT tambahan yang sebelumnya tidak masuk pendataan KPU. Kemudian, ada surat suara rusak.

Baca Juga :  KPU Pamekasan Buka Kotak Suara, Data Pemilih di 8 Kecamatan Tertukar

Dalam rangka mengantisipasi kekurangan tersebut, KPU mencetak lembaran yang bakal dicoblos itu lebih banyak. Selisih surat suara dengan DPT sebanyak 2,5 persen. ”Selisih ini sudah diatur didalam UU pemilu,” katanya Jumat (18/5).

Menurut Hamzah, meski ada selisih surat suara dipastikan tidak akan dijadikan bahan kecurangan siapa pun. KPU mengatur pendistribusian tersebut ke masing-masing kecamatan hingga tempat pemungutan suara (TPS).

Surat suara yang didistribusikan disesuaikan dengan DPT di tiap TPS. Sementara sisanya, tetap disimpan di gudang. Sisa itu bisa dipakai jika ada kekurangan yang diajukan panitia.

Pengawasan dan penjagaan surat suara sangat ketat. Hamzah menyakini, tidak akan ada orang yang bisa menembus penjagaan ketat tersebut untuk melakukan kecurangan. ”Kami pastikan surat suara aman,” katanya.

Baca Juga :  KPU Segera Lakukan Verifikasi Faktual

Dia berharap, masyarakat berpartisipasi aktif dalam pemilihan gubernur yang bakal digelar 27 Juni mendatang itu. Sebab, salah satu indikasi keberhasilan pemilihan diukur dari tingkat partisipasi masyarakat.

Aktivis Kaukus Pemuda Kapela (KPK) Fathorrahman mengatakan, kelebihan surat suara itu harus menjadi pengawasan bersama. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. KPU selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap surat suara harus memberi kepastian keamanan.

Dengan demikian, tidak muncul kekhawatiran dari berbagai pihak yang menginginkan pilkada berjalan bersih dan damai. ”Harus hati-hati, pilkada sensitif,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/