alexametrics
21 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Polisi Periksa Simpatisan Bupati

BANGKALAN – Polres Bangkalan menindaklanjuti aduan dugaan penyebaran hoaks dan pencemaran nama baik yang menyeret nama direktur Jaka Jatim Mathur Husyairi. Polisi memanggil Tim Media Simpatisan Bupati Bangkalan (TMSBB) dan Jaringan Santri Bangkalan (JSB) untuk dimintai keterangan kemarin (18/2). Kedatangan mereka didampingi puluhan warga.

Korps Bhayangkara memeriksa Ketua JSB Huda Ismail dan Abdul Wahed selaku sekretaris. Kemudian, Ketua TMSBB Amir Hamzah dan Mukhlis selaku sekretaris.

Ketua TMSBB Amir Hamzah menilai, Mathur telah menyebarkan hoaks dan pencemaran nama baik di media sosial (medsos). Sebab, bupati Bangkalan tidak melakukan jual beli jabatan dan tidak seperti boneka. ”Kami sebagai simpatisan Pak Bupati juga dirugikan,” ucapnya.

Ketua JSB Huda Ismail mengatakan, pertanyaan penyidik cukup banyak. Sampai-sampai tidak terhitung. Pihaknya telah menyerahkan beberapa bukti. Di antaranya, tiga screenshot status Mathur dan lima screenshot komentar status tersebut.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Tersangka Kasus Pencurian

Status Mathur di Facebook membuat resah. Setelah JSB bersama TMSBB mengadu ke polres, beberapa pihak seperti kiai, ustad, dan santri menanyakan kepastian hukum. JSB yakin Polres Bangkalan profesional. ”Buktinya saat ini kami telah diperiksa,” terang Huda.

Mathur Husyairi menganggap wajar penyidik memintai keterangan pelapor untuk melengkapi berita acara pemeriksaan. Dengan begitu, polisi bisa melakukan pengembangan. ”Kalau kemudian dianggap fitnah, kalimat mana yang fitnah? ’Aroma’ itu apa maksudnya? Kemudian, santri apa yang dirugikan? Nantinya akan diurai,” terangnya.

Dia mempersilakan polisi melakukan penelusuran terlebih dahulu terkait aduan tersebut. Penyidik juga akan meminta keterangan ahli bahasa untuk mengupas status Facebook-nya itu. ”Kalau saya, kapan pun akan hadir jika dimintai keterangan oleh penyidik,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Buru Presma IAIN Madura

Hingga pukul 15.00 RadarMadura.id berada di Polres Bangkalan. Namun, belum bisa melakukan konfirmasi kepada penyidik. Sementara Kasatreskrim AKP Jeni Al Jauza dihubungi berkali-kali melalui nomor selulernya tidak direspons.

Pengaduan TMSBB dan JSB menanggapi unggahan status Mathur pada Senin (11/2) pukul 09.45. Di akun Facebook bernama Mathur tertulis, ”Mulai tercium aroma jual-beli jabatan di Bangkalan… Belum satu tahun menjabat udah kek gini, Bupatinya Santri loh!!! Bolehlah bilang, “saya tidak tahu apa2, itu perbuatan oknum…” #bupatibonekayakekginijadinya”.

BANGKALAN – Polres Bangkalan menindaklanjuti aduan dugaan penyebaran hoaks dan pencemaran nama baik yang menyeret nama direktur Jaka Jatim Mathur Husyairi. Polisi memanggil Tim Media Simpatisan Bupati Bangkalan (TMSBB) dan Jaringan Santri Bangkalan (JSB) untuk dimintai keterangan kemarin (18/2). Kedatangan mereka didampingi puluhan warga.

Korps Bhayangkara memeriksa Ketua JSB Huda Ismail dan Abdul Wahed selaku sekretaris. Kemudian, Ketua TMSBB Amir Hamzah dan Mukhlis selaku sekretaris.

Ketua TMSBB Amir Hamzah menilai, Mathur telah menyebarkan hoaks dan pencemaran nama baik di media sosial (medsos). Sebab, bupati Bangkalan tidak melakukan jual beli jabatan dan tidak seperti boneka. ”Kami sebagai simpatisan Pak Bupati juga dirugikan,” ucapnya.


Ketua JSB Huda Ismail mengatakan, pertanyaan penyidik cukup banyak. Sampai-sampai tidak terhitung. Pihaknya telah menyerahkan beberapa bukti. Di antaranya, tiga screenshot status Mathur dan lima screenshot komentar status tersebut.

Baca Juga :  Polisi Kembali Sita Tembakau Jawa

Status Mathur di Facebook membuat resah. Setelah JSB bersama TMSBB mengadu ke polres, beberapa pihak seperti kiai, ustad, dan santri menanyakan kepastian hukum. JSB yakin Polres Bangkalan profesional. ”Buktinya saat ini kami telah diperiksa,” terang Huda.

Mathur Husyairi menganggap wajar penyidik memintai keterangan pelapor untuk melengkapi berita acara pemeriksaan. Dengan begitu, polisi bisa melakukan pengembangan. ”Kalau kemudian dianggap fitnah, kalimat mana yang fitnah? ’Aroma’ itu apa maksudnya? Kemudian, santri apa yang dirugikan? Nantinya akan diurai,” terangnya.

Dia mempersilakan polisi melakukan penelusuran terlebih dahulu terkait aduan tersebut. Penyidik juga akan meminta keterangan ahli bahasa untuk mengupas status Facebook-nya itu. ”Kalau saya, kapan pun akan hadir jika dimintai keterangan oleh penyidik,” katanya.

Baca Juga :  Diduga Bocor, Operasi Gabungan Minim Temuan

Hingga pukul 15.00 RadarMadura.id berada di Polres Bangkalan. Namun, belum bisa melakukan konfirmasi kepada penyidik. Sementara Kasatreskrim AKP Jeni Al Jauza dihubungi berkali-kali melalui nomor selulernya tidak direspons.

Pengaduan TMSBB dan JSB menanggapi unggahan status Mathur pada Senin (11/2) pukul 09.45. Di akun Facebook bernama Mathur tertulis, ”Mulai tercium aroma jual-beli jabatan di Bangkalan… Belum satu tahun menjabat udah kek gini, Bupatinya Santri loh!!! Bolehlah bilang, “saya tidak tahu apa2, itu perbuatan oknum…” #bupatibonekayakekginijadinya”.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/