alexametrics
23.5 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Gambar Caleg ”Hiasi” Depan Sekolah

SAMPANG – Alat peraga kampanye (APK) yang dipasang sejumlah calon legislatif (caleg) di wilayah Kota Sampang banyak melanggar. Penindakan yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang terkesan tebang pilih. Masih banyak APK seperti baliho kecil dan besar yang dipasang di pohon dan di sekitar sekolah.

Seperti baliho salah satu caleg DPRD Jawa Timur dari PAN bernama Moh. Yanto yang ditempel di pohon, tepat di depan SDN Karang Dalem 3. ”Ini sudah lama kok, gambar yang kayak gini banyak juga ditempel di pohon-pohon,” terang Mohammad Safik, 40, warga Kelurahan Karang.

Menurut dia, tidak ada yang mencabut baliho tersebut. Jika memang meletakkan baliho caleg di depan sekolah, masjid, dan di pohon itu melanggar, berarti caleg tersebut melanggar dua ketentuan. Yaitu, menempel di pohon dan meletakkan di depan sekolah.

Baca Juga :  Pembahasan KUA-PPAS Alot

”Saya kurang tahu hukum. Tapi, kenapa kalau melanggar tidak ada penindakan? Kalau rakyat biasa seperti saya ini, takutlah mau mencabut baliho itu,” katanya.

Komisioner Bawaslu Sampang Divisi Penindakan dan Pelanggaran Yunus Ali Ghafi mengatakan, baliho tersebut melanggar ketentuan. Pihaknya akan segera melakukan penindakan. ”Tidak boleh baliho caleg ditaruh di lingkungan sekolah dan ditempel di pohon dengan cara dipaku,” jelasnya.

Bawaslu segera menerjunkan tim untuk menyisir keberadaan baliho caleg yang demikian. Sejak awal pihaknya sudah menyosialisasikan dan mewanti-wanti kepada caleg supaya memasang baliho dengan baik dan benar. ”Kami akan tegur calegnya nanti supaya disampaikan juga kepada tim pemenangan di bawahnya,” janjinya. 

SAMPANG – Alat peraga kampanye (APK) yang dipasang sejumlah calon legislatif (caleg) di wilayah Kota Sampang banyak melanggar. Penindakan yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang terkesan tebang pilih. Masih banyak APK seperti baliho kecil dan besar yang dipasang di pohon dan di sekitar sekolah.

Seperti baliho salah satu caleg DPRD Jawa Timur dari PAN bernama Moh. Yanto yang ditempel di pohon, tepat di depan SDN Karang Dalem 3. ”Ini sudah lama kok, gambar yang kayak gini banyak juga ditempel di pohon-pohon,” terang Mohammad Safik, 40, warga Kelurahan Karang.

Menurut dia, tidak ada yang mencabut baliho tersebut. Jika memang meletakkan baliho caleg di depan sekolah, masjid, dan di pohon itu melanggar, berarti caleg tersebut melanggar dua ketentuan. Yaitu, menempel di pohon dan meletakkan di depan sekolah.

Baca Juga :  Pembahasan KUA-PPAS Alot

”Saya kurang tahu hukum. Tapi, kenapa kalau melanggar tidak ada penindakan? Kalau rakyat biasa seperti saya ini, takutlah mau mencabut baliho itu,” katanya.

Komisioner Bawaslu Sampang Divisi Penindakan dan Pelanggaran Yunus Ali Ghafi mengatakan, baliho tersebut melanggar ketentuan. Pihaknya akan segera melakukan penindakan. ”Tidak boleh baliho caleg ditaruh di lingkungan sekolah dan ditempel di pohon dengan cara dipaku,” jelasnya.

Bawaslu segera menerjunkan tim untuk menyisir keberadaan baliho caleg yang demikian. Sejak awal pihaknya sudah menyosialisasikan dan mewanti-wanti kepada caleg supaya memasang baliho dengan baik dan benar. ”Kami akan tegur calegnya nanti supaya disampaikan juga kepada tim pemenangan di bawahnya,” janjinya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/