alexametrics
25.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Pelaku Pencabulan Di Sampang Ditambah Hukuman Sepuluh Tahun

SAMPANG – Hasbi, 49, warga Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Sampang, hampir dipastikan akan semakin lama bertahan di balik jeruji besi. Pasalnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang kembali menjatuhkan hukuman 10 tahun dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Rabu (17/10). Sebelumnya dia juga telah divonis 10 tahun untuk kasus dengan korban yang lain.

Sidang yang berlangsung pada pukul 13.30 itu dipimpin Hakim Ketua I Gede Perwata serta dua hakim anggota Afrizal dan Triu Artanti. Sementara paniteranya adalah Muhammad Luthfi. Majelis hakim membacakan vonis terhadap Hasbi berdasarkan sejumlah keterangan saksi dan hasil persidangan. Dia telah terbukti melanggar pasal 81 UU 23/2012 tentang Perlindungan Anak.

”Majelis hakim menjatuhkan hukuman sepuluh tahun penjara dengan denda lima ratus juta subsider kurungan enam bulan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang Munarwi.

Baca Juga :  Majukan Industri Otomotif Nasional, BRI Group Gandeng Broom

Dia mengatakan, dasar yang digunakan oleh majelis hakim yakni ayat 2 pasal 81 UU 23/2012 tentang Perlindungan Anak. Terdakwa melakukan bujuk rayu kepada korban dengan cara menjanjikan lelaki ganteng dan kaya yang akan jadi pacarnya.

Berbekal akal bulus itu, terdakwa mengelabui A (inisial) yang masih di bawah umur untuk melakukan niat bejatnya dengan melakukan pelecehan seksual. Akan tetapi, terdakwa menyangkalnya. Karena itu, kepada penasihat hukummya dari Posbakum dia akan melakukan banding.

”Ada waktu tujuh hari yang diberikan oleh majelis hakim kepada terdakwa untuk melakukan pikir-pikir,” ujarnya. Korban pada kasus pertama berinisial F, 14. F dan A sama-sama warga Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Vonis kali ini merupakan yang kedua atas kasus yang sama kepada Hasbi. Pada kasus pertama, Hasbi juga diputus hukuman penjara 10 tahun dan tidak menyatakan banding. ”Tidak apa-apa, silakan mengajukan banding, karena alat bukti kami cukup kuat,” jelasnya.

Baca Juga :  30 Jabatan Strategis Kosong

I Gede Perwata di persidangan itu mengatakan, putusan tersebut merupakan hasil dari pertimbangan bersama dengan pimpinan. Juga, berdasarkan pada sejumlah bukti hasil persidangan. ”Silakan banding jika keberatan dengan putusan kami. Itu hak terdakwa yang menjalani persidangan,” singkatnya.

Dia menjelaskan, terdakwa jelas akan menjalani masa kurungan didalam penjara selama dua puluh tahun. Hal itu berdasarkan putusan yang diberikan oleh majelis hakim pada kasus yang pertama dan kedua.”Masa hukumannya bertambah sepuluh tahun lagi, jadi dua puluh tahun. Tapi kalau banding, lihat saja nanti, apa berkurang atau bertambah, karena maksimalnya itu lima belas tahun,” pungkasnya.

SAMPANG – Hasbi, 49, warga Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Sampang, hampir dipastikan akan semakin lama bertahan di balik jeruji besi. Pasalnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang kembali menjatuhkan hukuman 10 tahun dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Rabu (17/10). Sebelumnya dia juga telah divonis 10 tahun untuk kasus dengan korban yang lain.

Sidang yang berlangsung pada pukul 13.30 itu dipimpin Hakim Ketua I Gede Perwata serta dua hakim anggota Afrizal dan Triu Artanti. Sementara paniteranya adalah Muhammad Luthfi. Majelis hakim membacakan vonis terhadap Hasbi berdasarkan sejumlah keterangan saksi dan hasil persidangan. Dia telah terbukti melanggar pasal 81 UU 23/2012 tentang Perlindungan Anak.

”Majelis hakim menjatuhkan hukuman sepuluh tahun penjara dengan denda lima ratus juta subsider kurungan enam bulan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang Munarwi.

Baca Juga :  Majukan Industri Otomotif Nasional, BRI Group Gandeng Broom


Dia mengatakan, dasar yang digunakan oleh majelis hakim yakni ayat 2 pasal 81 UU 23/2012 tentang Perlindungan Anak. Terdakwa melakukan bujuk rayu kepada korban dengan cara menjanjikan lelaki ganteng dan kaya yang akan jadi pacarnya.

Berbekal akal bulus itu, terdakwa mengelabui A (inisial) yang masih di bawah umur untuk melakukan niat bejatnya dengan melakukan pelecehan seksual. Akan tetapi, terdakwa menyangkalnya. Karena itu, kepada penasihat hukummya dari Posbakum dia akan melakukan banding.

”Ada waktu tujuh hari yang diberikan oleh majelis hakim kepada terdakwa untuk melakukan pikir-pikir,” ujarnya. Korban pada kasus pertama berinisial F, 14. F dan A sama-sama warga Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Vonis kali ini merupakan yang kedua atas kasus yang sama kepada Hasbi. Pada kasus pertama, Hasbi juga diputus hukuman penjara 10 tahun dan tidak menyatakan banding. ”Tidak apa-apa, silakan mengajukan banding, karena alat bukti kami cukup kuat,” jelasnya.

Baca Juga :  Timses Khofifah-Emil Bagi-Bagi Sarung

I Gede Perwata di persidangan itu mengatakan, putusan tersebut merupakan hasil dari pertimbangan bersama dengan pimpinan. Juga, berdasarkan pada sejumlah bukti hasil persidangan. ”Silakan banding jika keberatan dengan putusan kami. Itu hak terdakwa yang menjalani persidangan,” singkatnya.

Dia menjelaskan, terdakwa jelas akan menjalani masa kurungan didalam penjara selama dua puluh tahun. Hal itu berdasarkan putusan yang diberikan oleh majelis hakim pada kasus yang pertama dan kedua.”Masa hukumannya bertambah sepuluh tahun lagi, jadi dua puluh tahun. Tapi kalau banding, lihat saja nanti, apa berkurang atau bertambah, karena maksimalnya itu lima belas tahun,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/