alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Delapan Kali Raih WTP Berturut-Turut

Mas Tamam: Komitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Pamekasan di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam menorehkan sejarah baru. Yakni, berhasil mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari badan pemeriksa keuangan (BPK).

Raihan tersebut merupakan yang kesembilan kali dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2021. Delapan di antaranya diraih secara berturut-turut dalam delapan tahun terakhir.

Mas mam menyampaikan, tahun pertama Kabupaten Pamekasan mendapat WTP yakni 2011. Kemudian, sejak 2014 hingga 2021 opini WTP berhasil dipertahankan. Hal itu menunjukkan bahwa laporan keuangan (LK) telah disajikan secara wajar dalam semua hal.

”Kita bersyukur bisa mempertahankan opini WTP ini hingga delapan kali secara berturut-turut,” ungkapnya saat dihubungi JPRM usai menerima penghargaan.

Baca Juga :  Warga Pasean Siap Menangkan Baddrut Tamam

Menurutnya, opini atas laporan keuangan disusun dengan mempertimbangkan empat kriteria. Pertama, kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintahan (SAP). Kedua, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Ketiga, efektivitas sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP). Keempat, kecukupan pengungkapan atau adequate disclosure. ”Semua ini tidak mudah, tapi kita bisa mempertahankannya,” tutur Mas Tamam.

Raihan opini WTP, lanjut Mas Tamam, menjadi bukti bahwa dirinya memiliki komitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Hal itu perlu dukungan dari semua stakeholder di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Termasuk dukungan dari tokoh masyarakat dan ulama serta unsur yang lain.

”Kalau kita sudah bersih dan bekerja sesuai aturan, maka tidak sulit untuk memperoleh WTP,” ujarnya.

Baca Juga :  PKB-PPP Resmi Usung Pasangan Fattah Jasin-Ra Fikri

Mantan anggota DPRD Provinsi Jatim itu menilai, opini WTP bisa diraih atas kerja sama seluruh ASN di seluruh tingkatan. Termasuk, doa para ulama dan dukungan dari media sehingga penghargaan tersebut bisa dipertahankan.

Karena itu, Mas Tamam meminta agar ASN tidak cepat puas dengan diraihnya opini WTP delapan kali berturut-turut ini. Seharusnya, hal ini menjadi motivasi agar tahun berikutnya tetap bisa dipertahankan. ”Mudah-mudahan kita tidak puas dengan raihan opini WTP. Ke depan harus bisa lebih baik,” harapnya. (bil/rus)

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Pamekasan di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam menorehkan sejarah baru. Yakni, berhasil mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari badan pemeriksa keuangan (BPK).

Raihan tersebut merupakan yang kesembilan kali dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2021. Delapan di antaranya diraih secara berturut-turut dalam delapan tahun terakhir.

Mas mam menyampaikan, tahun pertama Kabupaten Pamekasan mendapat WTP yakni 2011. Kemudian, sejak 2014 hingga 2021 opini WTP berhasil dipertahankan. Hal itu menunjukkan bahwa laporan keuangan (LK) telah disajikan secara wajar dalam semua hal.


”Kita bersyukur bisa mempertahankan opini WTP ini hingga delapan kali secara berturut-turut,” ungkapnya saat dihubungi JPRM usai menerima penghargaan.

Baca Juga :  Sumenep Batik Festival 2017 Meriah

Menurutnya, opini atas laporan keuangan disusun dengan mempertimbangkan empat kriteria. Pertama, kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintahan (SAP). Kedua, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Ketiga, efektivitas sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP). Keempat, kecukupan pengungkapan atau adequate disclosure. ”Semua ini tidak mudah, tapi kita bisa mempertahankannya,” tutur Mas Tamam.

Raihan opini WTP, lanjut Mas Tamam, menjadi bukti bahwa dirinya memiliki komitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Hal itu perlu dukungan dari semua stakeholder di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Termasuk dukungan dari tokoh masyarakat dan ulama serta unsur yang lain.

”Kalau kita sudah bersih dan bekerja sesuai aturan, maka tidak sulit untuk memperoleh WTP,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Tambah Bansos di Daerah yang Terapkan PPKM Level 4

Mantan anggota DPRD Provinsi Jatim itu menilai, opini WTP bisa diraih atas kerja sama seluruh ASN di seluruh tingkatan. Termasuk, doa para ulama dan dukungan dari media sehingga penghargaan tersebut bisa dipertahankan.

Karena itu, Mas Tamam meminta agar ASN tidak cepat puas dengan diraihnya opini WTP delapan kali berturut-turut ini. Seharusnya, hal ini menjadi motivasi agar tahun berikutnya tetap bisa dipertahankan. ”Mudah-mudahan kita tidak puas dengan raihan opini WTP. Ke depan harus bisa lebih baik,” harapnya. (bil/rus)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/