alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Remaja 16 Tahun Digilir Empat Pemuda, Pelaku Pura-Pura Jadi Dukun

BANGKALAN – Trauma dan luka mendalam dialami SM (inisial). Perempuan asal Kecamatan Labang yang berusia enam belas tahun ini menjadi korban kekerasan seksual. Dia diperkosa empat orang pemuda.

Berdasar keterangan polisi, pada April lalu SM mengaku menjadi korban guna-guna atau santet. Dia berusaha mengobatinya. Dia mendapat informasi dari temannya bahwa ada dukun di Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah yang bisa mengobati.

SM pun datang menemui Sodikin, 27, warga Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah yang mengaku bisa melakukan pengobatan. SM pun percaya. Dia mengikuti saran Sodikin. Namun, Sodikin punya rencana jahat yang tidak diketahui SM.

Untuk memuluskan aksi pencabulan, Sodikin mengajak tiga temannya yang juga merupakan warga Desa Alang-Alang. Mereka adalah Yaqin, 19; Hudrih, 20; dan Nuhan, 19. Para pelaku melakukan aksi bejatnya secara bergiliran. SM tidak bisa melawan. Dia kalah tenaga.

Baca Juga :  Dua Tersangka Pemerkosaan Janda Segera Disidang

Pasca kejadian memilukan itu, SM menceritakan semua kepada keluarganya. Selanjutnya, pada Selasa (17/4) keluarga korban melapor ke Polsek Tragah.

Polisi langsung melakukan penyelidikan kasus tersebut. Selasa (15/5) sekitar pukul 11.00, polisi berhasil menciduk Sodikin di kawasan Krembangan Barat, Surabaya.

Kemudian, polisi melakukan penggerebekan kepada tiga pelaku lainnya di rumah masing-masing. Sayangnya polisi gagal menangkap lantaran mereka sudah tidak berada di rumahnya. Polisi pun menetapkan Yaqin, Hudrih, dan Nuhan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepada penyidik, Sodikin mengakui perbuatannya. Polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti (BB). Di antaranya, celana dalam, rok panjang, kaus warna pink, beha warna cokelat, celana pendek cokelat, dan kaus dalam pink.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin membenarkan polisi menangkap Sodikin atas dugaan pencabulan kepada anak di bawah umur. ”Dari hasil pemeriksaan dan beberapa barang bukti, dia (Sodikin, Red) telah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura Kamis (17/5).

Baca Juga :  Ditolak┬áNikah, Abang Becak Ajak Teman Garap Pacar

Bidarudin menegaskan, polisi terus berusaha menangkap pelaku yang lain. Yakni Yaqin, Hudrih, dan Nuhan. ”Anggota terus di lapangan. Doakan saja para DPO ini bisa segera ditangkap,” tandasnya.

Tersangka dijerat pasal 81 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo pasal 76 D UU Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Sodikin diancam hukuman 15 tahun penjara.

 

BANGKALAN – Trauma dan luka mendalam dialami SM (inisial). Perempuan asal Kecamatan Labang yang berusia enam belas tahun ini menjadi korban kekerasan seksual. Dia diperkosa empat orang pemuda.

Berdasar keterangan polisi, pada April lalu SM mengaku menjadi korban guna-guna atau santet. Dia berusaha mengobatinya. Dia mendapat informasi dari temannya bahwa ada dukun di Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah yang bisa mengobati.

SM pun datang menemui Sodikin, 27, warga Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah yang mengaku bisa melakukan pengobatan. SM pun percaya. Dia mengikuti saran Sodikin. Namun, Sodikin punya rencana jahat yang tidak diketahui SM.


Untuk memuluskan aksi pencabulan, Sodikin mengajak tiga temannya yang juga merupakan warga Desa Alang-Alang. Mereka adalah Yaqin, 19; Hudrih, 20; dan Nuhan, 19. Para pelaku melakukan aksi bejatnya secara bergiliran. SM tidak bisa melawan. Dia kalah tenaga.

Baca Juga :  Bacaleg Diduga Pakai Urine Orang Lain

Pasca kejadian memilukan itu, SM menceritakan semua kepada keluarganya. Selanjutnya, pada Selasa (17/4) keluarga korban melapor ke Polsek Tragah.

Polisi langsung melakukan penyelidikan kasus tersebut. Selasa (15/5) sekitar pukul 11.00, polisi berhasil menciduk Sodikin di kawasan Krembangan Barat, Surabaya.

Kemudian, polisi melakukan penggerebekan kepada tiga pelaku lainnya di rumah masing-masing. Sayangnya polisi gagal menangkap lantaran mereka sudah tidak berada di rumahnya. Polisi pun menetapkan Yaqin, Hudrih, dan Nuhan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepada penyidik, Sodikin mengakui perbuatannya. Polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti (BB). Di antaranya, celana dalam, rok panjang, kaus warna pink, beha warna cokelat, celana pendek cokelat, dan kaus dalam pink.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin membenarkan polisi menangkap Sodikin atas dugaan pencabulan kepada anak di bawah umur. ”Dari hasil pemeriksaan dan beberapa barang bukti, dia (Sodikin, Red) telah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura Kamis (17/5).

Baca Juga :  Ditolak┬áNikah, Abang Becak Ajak Teman Garap Pacar

Bidarudin menegaskan, polisi terus berusaha menangkap pelaku yang lain. Yakni Yaqin, Hudrih, dan Nuhan. ”Anggota terus di lapangan. Doakan saja para DPO ini bisa segera ditangkap,” tandasnya.

Tersangka dijerat pasal 81 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo pasal 76 D UU Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Sodikin diancam hukuman 15 tahun penjara.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/