alexametrics
22 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Kades Candi Burung Diganjar 3,5 Tahun

PAMEKASAN – Kepala Desa (Kades) Candi Burung Fauzan harus menjalani hari-hari di penjara. Pemimpin desa di Kecamatan Proppo, Pamekasan, divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Surabaya dalam kasus penyelewengan bantuan beras untuk keluarga miskin (raskin). Kades muda itu diganjar hukuman 3,5 tahun penjara.

Kasipidsus Kejari Pamekasan Eka Hermawan mengatakan, sidang kasus penyelewengan raskin itu tuntas Senin (5/3). Majelis hakim menilai, Fauzan melanggar pasal 3 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kades yang sempat bersitegang dengan perangkat desanya itu diganjar hukuman penjara.

Dia mendapat ganjaran tiga tahun enam bulan kurungan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. ”Pemerataan bantuan raskin melanggar aturan,” katanya Sabtu (17/3).

Eka mengatakan, putusan majelis hakim PN Tipikor Surabaya memuaskan kedua belah pihak. Terbukti, pihak kejaksaan dan terpidana tidak mengajukan banding. Dengan demikian, kasus tersebut memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Baca Juga :  Kejari Hentikan Kasus Raskin di Tujuh Kecamatan

Penyimpangan bantuan raskin yang dilakukan Fauzan terjadi pada Januari-April 2016. Akibat tindakan itu mengakibatkan kerugian negara Rp 106.795.500. Kerugian negara itu berdasarkan hasil audit inspektorat yang dikeluarkan pada 25 Juli 2017.

Kasus tersebut bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) Satreskrim Polres Pamekasan 2016. Polisi menggerebek rumah salah satu perangkat Desa Candi Burung dan mengamankan ratusan karung beras raskin.

Meski demikian, Eka memastikan tidak ada kemungkinan tersangka baru. Sebab, berdasarkan fakta persidangan, kasus tersebut murni pemerataan yang dilakukan Fauzan selaku pemegang kebijakan di desa.

Eka juga memastikan, pasca Fauzan ditetapkan bersalah, tidak ada pengembangan penyelidikan. Kasus tersebut untuk sementara dianggap tuntas. ”Fauzan terbukti melakukan pemerataan,” katanya.

Baca Juga :  Hampir Separo Legislator┬áTak Hadiri Paripurna

Sebelumnya, M. Alfian, kuasa hukum Kades Fauzan, menuturkan, ada sejumlah kejanggalan pada kasus kliennya itu. Yakni, kasus tersebut berawal dari OTT polisi pada 2016. Waktu itu polisi menggerebek pengangkutan raskin di rumah salah seorang perangkat desa.

Pada saat penggerebekan, Fauzan tidak di lokasi. Seharusnya orang-orang yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) itu juga diproses hukum. Tapi faktanya, justru kliennya yang diproses bahkan diadili.

Alfian menegaskan, tidak ada uang raskin yang dinikmati Fauzan. Kades muda itu juga tidak melakukan tindak pidana korupsi. Fauzan hanya melakukan pemerataan pendistribusian. ”Pemerataan itu bukan korupsi. Tapi penyalahgunaan wewenang,” tandasnya.

PAMEKASAN – Kepala Desa (Kades) Candi Burung Fauzan harus menjalani hari-hari di penjara. Pemimpin desa di Kecamatan Proppo, Pamekasan, divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Surabaya dalam kasus penyelewengan bantuan beras untuk keluarga miskin (raskin). Kades muda itu diganjar hukuman 3,5 tahun penjara.

Kasipidsus Kejari Pamekasan Eka Hermawan mengatakan, sidang kasus penyelewengan raskin itu tuntas Senin (5/3). Majelis hakim menilai, Fauzan melanggar pasal 3 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kades yang sempat bersitegang dengan perangkat desanya itu diganjar hukuman penjara.

Dia mendapat ganjaran tiga tahun enam bulan kurungan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. ”Pemerataan bantuan raskin melanggar aturan,” katanya Sabtu (17/3).


Eka mengatakan, putusan majelis hakim PN Tipikor Surabaya memuaskan kedua belah pihak. Terbukti, pihak kejaksaan dan terpidana tidak mengajukan banding. Dengan demikian, kasus tersebut memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Baca Juga :  Polres Pamekasan Tahan Mantan Kades Bujur Timur

Penyimpangan bantuan raskin yang dilakukan Fauzan terjadi pada Januari-April 2016. Akibat tindakan itu mengakibatkan kerugian negara Rp 106.795.500. Kerugian negara itu berdasarkan hasil audit inspektorat yang dikeluarkan pada 25 Juli 2017.

Kasus tersebut bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) Satreskrim Polres Pamekasan 2016. Polisi menggerebek rumah salah satu perangkat Desa Candi Burung dan mengamankan ratusan karung beras raskin.

Meski demikian, Eka memastikan tidak ada kemungkinan tersangka baru. Sebab, berdasarkan fakta persidangan, kasus tersebut murni pemerataan yang dilakukan Fauzan selaku pemegang kebijakan di desa.

Eka juga memastikan, pasca Fauzan ditetapkan bersalah, tidak ada pengembangan penyelidikan. Kasus tersebut untuk sementara dianggap tuntas. ”Fauzan terbukti melakukan pemerataan,” katanya.

Baca Juga :  Pasutri di Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal

Sebelumnya, M. Alfian, kuasa hukum Kades Fauzan, menuturkan, ada sejumlah kejanggalan pada kasus kliennya itu. Yakni, kasus tersebut berawal dari OTT polisi pada 2016. Waktu itu polisi menggerebek pengangkutan raskin di rumah salah seorang perangkat desa.

Pada saat penggerebekan, Fauzan tidak di lokasi. Seharusnya orang-orang yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) itu juga diproses hukum. Tapi faktanya, justru kliennya yang diproses bahkan diadili.

Alfian menegaskan, tidak ada uang raskin yang dinikmati Fauzan. Kades muda itu juga tidak melakukan tindak pidana korupsi. Fauzan hanya melakukan pemerataan pendistribusian. ”Pemerataan itu bukan korupsi. Tapi penyalahgunaan wewenang,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/