alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Polres Sampang Belum Petakan Titik Rawan

SAMPANG – Pilkada serentak 2018 tinggal hitungan bulan. Berbagai persiapan telah dilakukan menuju hari pencoblosan. Tak terkecuali aparat keamanan untuk menjaga kondusivitas masyarakat di daerah masing-masing.

Polres Sampang menerjunkan 560 personel ditambah 100 personel sesuai surat perintah tugas (sprint) dan 320 personel TNI. Selain itu, ditambah pengajuan ke Kodam 200–250 personel.

Untuk menyukseskan pengamanan Pilkada Sampang 2018, polres mendapat kucuran anggaran Rp 5,5 miliar dari APBD. Namun, anggaran itu belum bisa dicairkan karena ada beberapa tahapan belum selesai. Dana miliaran itu Rp 4 miliar untuk kepolisian dan Rp 1,5 miliar untuk TNI.

Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) dan Otonomi Daerah Setkab Sampang Asroni mengatakan, penanggung jawab anggaran pengamanan pilkada satpol PP. Komponen pilkada ada empat, yakni KPU, panwaslu, polres, dan kodim. ”KPU dan panwas di bakesbangpol. Sedangkan polres dan kodim di satpol PP,” ucapnya singkat.

Baca Juga :  Jihad Raih 257.121 Suara, Mantap Raup 252.676 Suara

Kepala Satpol PP Sampang Kusno Abdullah mengatakan, anggaran pengamanan pilkada kepada kodim dan polres merupakan dana hibah. Satpol PP tidak mengelola. Hanya bertanggung jawab administrasi awal. ”Pencairannya langsung ditransfer ke rekening polres dan kodim,” terangnya.

Kusno menambahkan, pihaknya juga tidak terlibat langsung dalam pengamanan. Hanya memantau yang dilakukan petugas perlindungan masyarakat (linmas). Biasanya, kata dia, tempat pemungutan suara (TPS) langsung diambil alih linmas desa. ”Dananya langsung dari KPU,” imbuhnya.

Kabag Ops Polres Sampang Kompol Syaiful Anam mengatakan, pihaknya belum memetakan titik kerawanan. Mantan Kasatnarkoba Polres Sampang itu berharap Pilkada 2018 lancar dan kondusif.

Dandim 0828/Sampang Letkol Inf Indrama Bodi menegaskan, pihaknya pasti membantu aparat kepolisian. Pihaknya mengajukan 200–250 orang ke kodam. Namun, pihaknya masih akan melihat perkembangan situasi dengan jumlah personel.

Baca Juga :  Cegah Street Crime di Bulan Ramadan, Polres Sampang Giatkan Patroli

”Insya Allah sudah seratus persen untuk pengamanan. Mudah-mudahan berjalan lancar, aman, dan tidak ada masalah. Sampang masyarakatnya agamais. Kita junjung tinggilah keagamaisan  itu,” ajaknya.

”Kalau agamaisnya yang ditonjolkan, insya Allah tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Ditambah teman-teman media membantu untuk menyejukkan suasana,” tandasnya.

SAMPANG – Pilkada serentak 2018 tinggal hitungan bulan. Berbagai persiapan telah dilakukan menuju hari pencoblosan. Tak terkecuali aparat keamanan untuk menjaga kondusivitas masyarakat di daerah masing-masing.

Polres Sampang menerjunkan 560 personel ditambah 100 personel sesuai surat perintah tugas (sprint) dan 320 personel TNI. Selain itu, ditambah pengajuan ke Kodam 200–250 personel.

Untuk menyukseskan pengamanan Pilkada Sampang 2018, polres mendapat kucuran anggaran Rp 5,5 miliar dari APBD. Namun, anggaran itu belum bisa dicairkan karena ada beberapa tahapan belum selesai. Dana miliaran itu Rp 4 miliar untuk kepolisian dan Rp 1,5 miliar untuk TNI.


Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) dan Otonomi Daerah Setkab Sampang Asroni mengatakan, penanggung jawab anggaran pengamanan pilkada satpol PP. Komponen pilkada ada empat, yakni KPU, panwaslu, polres, dan kodim. ”KPU dan panwas di bakesbangpol. Sedangkan polres dan kodim di satpol PP,” ucapnya singkat.

Baca Juga :  Vonis Mantan Anggota Dewan Ditunda

Kepala Satpol PP Sampang Kusno Abdullah mengatakan, anggaran pengamanan pilkada kepada kodim dan polres merupakan dana hibah. Satpol PP tidak mengelola. Hanya bertanggung jawab administrasi awal. ”Pencairannya langsung ditransfer ke rekening polres dan kodim,” terangnya.

Kusno menambahkan, pihaknya juga tidak terlibat langsung dalam pengamanan. Hanya memantau yang dilakukan petugas perlindungan masyarakat (linmas). Biasanya, kata dia, tempat pemungutan suara (TPS) langsung diambil alih linmas desa. ”Dananya langsung dari KPU,” imbuhnya.

Kabag Ops Polres Sampang Kompol Syaiful Anam mengatakan, pihaknya belum memetakan titik kerawanan. Mantan Kasatnarkoba Polres Sampang itu berharap Pilkada 2018 lancar dan kondusif.

Dandim 0828/Sampang Letkol Inf Indrama Bodi menegaskan, pihaknya pasti membantu aparat kepolisian. Pihaknya mengajukan 200–250 orang ke kodam. Namun, pihaknya masih akan melihat perkembangan situasi dengan jumlah personel.

Baca Juga :  Polisi Jebloskan Amin Rais ke Sel Tahanan Gara-Gara Terlibat Kasus Ini

”Insya Allah sudah seratus persen untuk pengamanan. Mudah-mudahan berjalan lancar, aman, dan tidak ada masalah. Sampang masyarakatnya agamais. Kita junjung tinggilah keagamaisan  itu,” ajaknya.

”Kalau agamaisnya yang ditonjolkan, insya Allah tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Ditambah teman-teman media membantu untuk menyejukkan suasana,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/