alexametrics
28.9 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Gasak HP Tetangga, Perjalanan Marhatip Berakhir di Penjara

BANGKALAN –  Marhatip, warga asal Desa Karpote, Kecamatan Blega, harus berurusan dengan polisi. Pria berusia 44 tahun itu diduga melakukan pencurian atau persekongkolan jahat. Akibatnya, dia harus mendekam dibalik jeruji penjara.

Ceritanya, Sabtu (30/9) sekitar pukul 15.00, Mohammad Shohibul Anwar, 17, warga Desa Karpote, Kecamatan Blega, menonton kerapan sapi di Desa/Kecamatan Blega. Dia menyimpan HP di saku celananya sambil menonton kerapan sapi disekitar garis finis.

Selesai menonton kerapan sapi, Anwar menjauh dari area finis. Pada saat itulah, HP miliknya diduga diambil Marhatip. Kemudian korban memberi tahu kepada pamannya, Sa’ad Asari tentang kejadian itu. Sa’ad Asari langsung menegur Marhatip.

 Sekitar pukul 18.00, Marhatip mengembalikan HP itu kepada Isma’il dan Rudi Hartono yang juga merupakan paman Anwar. Saat ditanya, Marhatip berdalih, HP milik korban diambil oleh Rohim, warga Surabaya.

Baca Juga :  Lagi, Bupati Absen dalam Rapat Paripurna

Namun keluarga korban tidak langsung percaya. Sebab pelaku tidak bisa menjelaskan dengan detail siapa dan di mana alamat Rohim. Saat pelaku pulang, kemudian keluarga korban langsung melapor ke Polsek Blega.

Atas dasar pelaporan itu, polisi langsung melakukan penggerebekan ke rumah Marhatip. Sayangnya pelaku sudah melarikan diri. Pelaku ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Minggu (15/10) sekitar 12.00, anggota Polsek Blega mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa Marhatip menonton kerapan sapi di lapangan RP Moh. Noer Bangkalan. Polisi pun langsung melakukan penangkapan. Dari tangan pelaku, barang bukti (BB) yang diamankan di antaranya satu dose book dan HP merek Xiaomi Redmi 4A.

”Ya, ada penangkapan jambret waktu acara kerapan sapi,” terang Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin Senin (16/10).

Baca Juga :  Kehidupan Pesisir di Kanvas Affandi dan Hendra Gunawan

 Dia mengatakan, dalam melancarkan aksinya, pelaku selalu bersama Rohim. Saat ini pihaknya fokus memburu keberadaan Rohim dan ditetapkan sebagai DPO.

Bidarudin menambahkan, akibat perbuatan itu Marhatip dijerat pasal 362 KUHP jo pasal 480 KUHP. Pelaku diancam hukuman penjara minimal empat tahun penjara. ”Pelaku sudah kami tahan,” pungkasnya.

BANGKALAN –  Marhatip, warga asal Desa Karpote, Kecamatan Blega, harus berurusan dengan polisi. Pria berusia 44 tahun itu diduga melakukan pencurian atau persekongkolan jahat. Akibatnya, dia harus mendekam dibalik jeruji penjara.

Ceritanya, Sabtu (30/9) sekitar pukul 15.00, Mohammad Shohibul Anwar, 17, warga Desa Karpote, Kecamatan Blega, menonton kerapan sapi di Desa/Kecamatan Blega. Dia menyimpan HP di saku celananya sambil menonton kerapan sapi disekitar garis finis.

Selesai menonton kerapan sapi, Anwar menjauh dari area finis. Pada saat itulah, HP miliknya diduga diambil Marhatip. Kemudian korban memberi tahu kepada pamannya, Sa’ad Asari tentang kejadian itu. Sa’ad Asari langsung menegur Marhatip.


 Sekitar pukul 18.00, Marhatip mengembalikan HP itu kepada Isma’il dan Rudi Hartono yang juga merupakan paman Anwar. Saat ditanya, Marhatip berdalih, HP milik korban diambil oleh Rohim, warga Surabaya.

Baca Juga :  Tertipu Asisten, Hampir Rp 100 Juta Raib

Namun keluarga korban tidak langsung percaya. Sebab pelaku tidak bisa menjelaskan dengan detail siapa dan di mana alamat Rohim. Saat pelaku pulang, kemudian keluarga korban langsung melapor ke Polsek Blega.

Atas dasar pelaporan itu, polisi langsung melakukan penggerebekan ke rumah Marhatip. Sayangnya pelaku sudah melarikan diri. Pelaku ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Minggu (15/10) sekitar 12.00, anggota Polsek Blega mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa Marhatip menonton kerapan sapi di lapangan RP Moh. Noer Bangkalan. Polisi pun langsung melakukan penangkapan. Dari tangan pelaku, barang bukti (BB) yang diamankan di antaranya satu dose book dan HP merek Xiaomi Redmi 4A.

- Advertisement -

”Ya, ada penangkapan jambret waktu acara kerapan sapi,” terang Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin Senin (16/10).

Baca Juga :  Kehidupan Pesisir di Kanvas Affandi dan Hendra Gunawan

 Dia mengatakan, dalam melancarkan aksinya, pelaku selalu bersama Rohim. Saat ini pihaknya fokus memburu keberadaan Rohim dan ditetapkan sebagai DPO.

Bidarudin menambahkan, akibat perbuatan itu Marhatip dijerat pasal 362 KUHP jo pasal 480 KUHP. Pelaku diancam hukuman penjara minimal empat tahun penjara. ”Pelaku sudah kami tahan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/