alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Cara Bupati Isi Kemerdekaan, Gunakan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

SUMENEP – Hari ini (17/8) bangsa Indonesia merayakan HUT ke-72 kemerdekaan. Bupati Sumenep A. Busyro Karim berharap semua pihak berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif.

Politikus PKB tersebut meminta menghentikan diskursus mengenai bentuk negara. Sebab, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final. Menurut dia, dalam Alquran tidak dijelaskan bentuk negara.

Dia menerangkan, dalam Alquran hanya dikisahkan pemimpin yang zalim. Tidak dijelaskan mengenai bentuk negara. Selain itu, sistem pemilihan saat pergantian khalifah di masa Rasulullah juga berbeda-beda.

”Sehingga NKRI yang sudah disepakati para pendahulu sudah final. Tugas kita, mengisi kemerdekaan sepenuh hati. Menciptakan keadilan dan kemakmuran,” ujarnya.

Setiap warga bisa mengisi kemerdekaan sesuai dengan perannya. Bagi pemerintah, berusaha melahirkan APBD yang memihak kepada rakyat. Anggaran digunakan untuk menekan angka kemiskinan dan menyejahterakan rakyat.

Angka kemiskinan di Sumenep, kata ketua DPC PKB Sumenep ini, masih tinggi, yakni 20,9 persen. Berbagai upaya terus dilakukan agar semakin sedikit. Di antaranya, melalalui program wirausahawan muda.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan PWI, Bupati Minta Bebaskan Sumenep dari Hoaks

”Sudah ada 557 wirausahawan muda yang siap bersaing setelah mereka mengikuti berbagai pelatihan. Mereka siap memulai usahanya,” katanya bangga.

Selain itu, peningkatan sumber daya manusia (SDM) di semua sektor. Misalnya, melalui pendidikan. Dengan anggaran Rp 700–800 miliar setiap tahun untuk pendidikan, diharapkan Sumenep bisa melahirkan manusia cerdas.

”Ketika SDM berkualitas, bisa meciptakan peluang dan lapangan kerja. Tentu bisa mengurangi angka kemiskinan di Sumenep,” tegasnya.

Kemudian, penanggulangan kemiskinan. Di antaranya, menambah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Sumenep. Dengan harapan bisa melahirkan anak didik terampil. Salah satunya akan dibangun SMK Pariwisata.

”Cara-cara tersebut merupakan langkah penting dalam mengisi kemerdekaan. Langkah penting setelah pengusiran penjajah secara fisik adalah mengisi kemerdekaan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan pendapatan petani melalui bantuan benih dan alat produksi. Juga, pemberdayaan usaha mikro seperti pelatihan dan bantuan alat. Kemudian, peningkatan kebutuhan dasar yaitu sanitasi dan air bersih.

Baca Juga :  Kejari Bangkalan Utamakan Pengembalian Aset

Lalu, peningkatan layanan dasar bidang kesehatan dan pendidikan. Juga bentuk-bentuk pelayanan lain sesuai dengan aspirasi masyarakat. Kemerdekaan yang diraih bisa berbuah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Saya sempat melihat pemuda yang terjerat kasus hukum di mapolres. Selain karena faktor ekonomi, ada yang karena faktor keimanan. Akan terus kami carikan solusi,” janji mantan ketua DPRD Sumenep dua periode itu.

Menurut Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu merupakan amanah bagi ganerasi saat ini. Tugas kita saat ini adalah menjaga dan merawat NKRI.

”Semangat mengisi kemerdekaan harus terus berkobar. Sebagaimana para pejuang dulu mengusir penjajah. Kini tugas penerusnya, berjuang agar terbebas dari kemiskinan, kebodohan, dan pengaruh hal-hal negatif yang lain,” ucapnya.

SUMENEP – Hari ini (17/8) bangsa Indonesia merayakan HUT ke-72 kemerdekaan. Bupati Sumenep A. Busyro Karim berharap semua pihak berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif.

Politikus PKB tersebut meminta menghentikan diskursus mengenai bentuk negara. Sebab, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final. Menurut dia, dalam Alquran tidak dijelaskan bentuk negara.

Dia menerangkan, dalam Alquran hanya dikisahkan pemimpin yang zalim. Tidak dijelaskan mengenai bentuk negara. Selain itu, sistem pemilihan saat pergantian khalifah di masa Rasulullah juga berbeda-beda.


”Sehingga NKRI yang sudah disepakati para pendahulu sudah final. Tugas kita, mengisi kemerdekaan sepenuh hati. Menciptakan keadilan dan kemakmuran,” ujarnya.

Setiap warga bisa mengisi kemerdekaan sesuai dengan perannya. Bagi pemerintah, berusaha melahirkan APBD yang memihak kepada rakyat. Anggaran digunakan untuk menekan angka kemiskinan dan menyejahterakan rakyat.

Angka kemiskinan di Sumenep, kata ketua DPC PKB Sumenep ini, masih tinggi, yakni 20,9 persen. Berbagai upaya terus dilakukan agar semakin sedikit. Di antaranya, melalalui program wirausahawan muda.

Baca Juga :  Harapan Bupati Sumenep Atas Kepemimpinan Khofifah-Emil

”Sudah ada 557 wirausahawan muda yang siap bersaing setelah mereka mengikuti berbagai pelatihan. Mereka siap memulai usahanya,” katanya bangga.

Selain itu, peningkatan sumber daya manusia (SDM) di semua sektor. Misalnya, melalui pendidikan. Dengan anggaran Rp 700–800 miliar setiap tahun untuk pendidikan, diharapkan Sumenep bisa melahirkan manusia cerdas.

”Ketika SDM berkualitas, bisa meciptakan peluang dan lapangan kerja. Tentu bisa mengurangi angka kemiskinan di Sumenep,” tegasnya.

Kemudian, penanggulangan kemiskinan. Di antaranya, menambah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Sumenep. Dengan harapan bisa melahirkan anak didik terampil. Salah satunya akan dibangun SMK Pariwisata.

”Cara-cara tersebut merupakan langkah penting dalam mengisi kemerdekaan. Langkah penting setelah pengusiran penjajah secara fisik adalah mengisi kemerdekaan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan pendapatan petani melalui bantuan benih dan alat produksi. Juga, pemberdayaan usaha mikro seperti pelatihan dan bantuan alat. Kemudian, peningkatan kebutuhan dasar yaitu sanitasi dan air bersih.

Baca Juga :  Anggota DPRD Bangkalan Enggan Kembalikan┬áMobil Dinas

Lalu, peningkatan layanan dasar bidang kesehatan dan pendidikan. Juga bentuk-bentuk pelayanan lain sesuai dengan aspirasi masyarakat. Kemerdekaan yang diraih bisa berbuah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Saya sempat melihat pemuda yang terjerat kasus hukum di mapolres. Selain karena faktor ekonomi, ada yang karena faktor keimanan. Akan terus kami carikan solusi,” janji mantan ketua DPRD Sumenep dua periode itu.

Menurut Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu merupakan amanah bagi ganerasi saat ini. Tugas kita saat ini adalah menjaga dan merawat NKRI.

”Semangat mengisi kemerdekaan harus terus berkobar. Sebagaimana para pejuang dulu mengusir penjajah. Kini tugas penerusnya, berjuang agar terbebas dari kemiskinan, kebodohan, dan pengaruh hal-hal negatif yang lain,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/