alexametrics
21.1 C
Madura
Tuesday, August 16, 2022

Ketua PAN Pamekasan Positif Obat Penenang

PAMEKASAN – DPD PAN Pamekasan bergolak. Heru Budi Prayitno, sang nakhoda partai berlambang matahari itu dikabarkan positif mengonsumsi narkoba. Kabar tersebut viral di medias sosial (medsos).

Kabar burung itu seolah benar adanya lantaran rekam medik yang digunakan untuk persyaratan sebagai calon anggota legislatif (caleg) Pamekasan tersebar. Heru tercatat positif mengkonsumsi benzodiazepine.

Berdasarkan rekam medik yang tersebar, ada empat pemeriksaan yang dilakukan dokter spesialis RSUD dr H Slamet Martodirjdo Pamekasan. Yakni, amphetamine, methamphetamine, benzodiazepine dan cocaine/morphine.

Heru mengetahui kabar tentang dirinya viral di medsos. Ada warganet yang mengatakan Heru mengonsumsi narkoba dan ditangkap polisi. Semua kabar tersebut tidak benar. ”Informasi ini fitnah yang sangat keji,” sergahnya Senin (16/7).

Baca Juga :  Baanar Kampanyekan Bahaya Narkoba

Hasil pemeriksaan dokter memang menunjukkan positif. Tetapi, bukan berarti dia mengonsumsi narkoba. Itu lantaran mengonsumsi obat penenang yang merupakan resep dokter.

Dijelaskan, pasca pilkada, Heru mengalami sakit keras. Dia menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di bagian atas. Kelenjar Heru membengkak. Wajahnya ikut membengkak. Setiap hari kesulitan tidur.

Dia pun berobat ke dokter spesialis dan direkomendasikan mengonsumsi obat penenang. Lalu, dokter memberi resep untuk ditebus di apotek. ”Obat penenang,” tegasnya.

Seiring proses pengobatan, Heru melakukan tes kesehatan di RSUD dr H Slamet Martodirjdo sebagai persyaratan calon anggota DPRD Pamekasan. Hasilnya, dia dinyatakan positif benzodiazepine.

Senyawa kimia itu terkandung di dalam obat yang dikonsumsi. Meksi dinyatakan positif, dokter yang memeriksa Heru memberi keterangan mengenai obat tersebut. ”Tidak benar jika saya dikabarkan positif konsumsi narkoba,” tegasnya.

Baca Juga :  TKI Asal Pamekasan Terjerat Kasus 5 Kg Sabu-Sabu

Kabar mengejutkan itu tidak hanya viral di Kota Gerbang Salam. Tetapi, juga terdengar sampai DPW PAN Jatim. Dengan demikian, Heru mengirim klarifikasi secara tertulis kepada pengurus DPW PAN Jatim.

Heru mengaku, secara pribadi dan kelembagaan partai merasa dirugikan. Dia mencari tahu penyebar rekam medik itu ke medsos. Sebab, idealnya, hasil pemeriksaan itu bersifat rahasia.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, sesuai aturan, bacaleg tidak boleh positif narkoba. Jika ada yang ditanyakan positif narkoba, akan diklarifikasi sebelum mengambil keputusan. ”Nanti kita cek dulu positif yang bagaimana,” katanya. 

PAMEKASAN – DPD PAN Pamekasan bergolak. Heru Budi Prayitno, sang nakhoda partai berlambang matahari itu dikabarkan positif mengonsumsi narkoba. Kabar tersebut viral di medias sosial (medsos).

Kabar burung itu seolah benar adanya lantaran rekam medik yang digunakan untuk persyaratan sebagai calon anggota legislatif (caleg) Pamekasan tersebar. Heru tercatat positif mengkonsumsi benzodiazepine.

Berdasarkan rekam medik yang tersebar, ada empat pemeriksaan yang dilakukan dokter spesialis RSUD dr H Slamet Martodirjdo Pamekasan. Yakni, amphetamine, methamphetamine, benzodiazepine dan cocaine/morphine.


Heru mengetahui kabar tentang dirinya viral di medsos. Ada warganet yang mengatakan Heru mengonsumsi narkoba dan ditangkap polisi. Semua kabar tersebut tidak benar. ”Informasi ini fitnah yang sangat keji,” sergahnya Senin (16/7).

Baca Juga :  Polres Ungkap 42 Kasus Narkotika

Hasil pemeriksaan dokter memang menunjukkan positif. Tetapi, bukan berarti dia mengonsumsi narkoba. Itu lantaran mengonsumsi obat penenang yang merupakan resep dokter.

Dijelaskan, pasca pilkada, Heru mengalami sakit keras. Dia menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di bagian atas. Kelenjar Heru membengkak. Wajahnya ikut membengkak. Setiap hari kesulitan tidur.

Dia pun berobat ke dokter spesialis dan direkomendasikan mengonsumsi obat penenang. Lalu, dokter memberi resep untuk ditebus di apotek. ”Obat penenang,” tegasnya.

- Advertisement -

Seiring proses pengobatan, Heru melakukan tes kesehatan di RSUD dr H Slamet Martodirjdo sebagai persyaratan calon anggota DPRD Pamekasan. Hasilnya, dia dinyatakan positif benzodiazepine.

Senyawa kimia itu terkandung di dalam obat yang dikonsumsi. Meksi dinyatakan positif, dokter yang memeriksa Heru memberi keterangan mengenai obat tersebut. ”Tidak benar jika saya dikabarkan positif konsumsi narkoba,” tegasnya.

Baca Juga :  Panitia Matangkan Persiapan JJS dan Santunan

Kabar mengejutkan itu tidak hanya viral di Kota Gerbang Salam. Tetapi, juga terdengar sampai DPW PAN Jatim. Dengan demikian, Heru mengirim klarifikasi secara tertulis kepada pengurus DPW PAN Jatim.

Heru mengaku, secara pribadi dan kelembagaan partai merasa dirugikan. Dia mencari tahu penyebar rekam medik itu ke medsos. Sebab, idealnya, hasil pemeriksaan itu bersifat rahasia.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, sesuai aturan, bacaleg tidak boleh positif narkoba. Jika ada yang ditanyakan positif narkoba, akan diklarifikasi sebelum mengambil keputusan. ”Nanti kita cek dulu positif yang bagaimana,” katanya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/