alexametrics
29.4 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Malam Lebaran, Pemuda Dibacok Depan Ibu

BANGKALAN – Tamu tak diundang tiba-tiba menyerang keluarga Ahmad Saiful tepat pada malam Lebaran (14/6). Pemuda 24 tahun asal Desa Blateran, Kecamatan Galis, itu dibacok orang tak dikenal. Peristiwa setelah buka puasa sekitar pukul 18.30 itu dilakukan di depan ibu kandung korban.

Peristiwa itu bermula saat Saiful bersama keluarga besarnya berkumpul di rumah. Mereka adalah H Hamidah, 40, ibu kandung korban; Hamiyah, 20, adik kandung korban, dan Sulastri, 19, sepupu korban. Satu keluarga tersebut sedang asyik ngobrol. Tak berselang lama, tiba-tiba datang segerombolan orang tidak dikenal (OTK) membawa senjata tajam (sajam).

Para pelaku langsung melakukan penganiayaan kepada Saiful sehingga keluarga korban langsung berteriak. Setelah itu, para pelaku melarikan diri. Pelaku diduga berjumlah lebih dari tiga orang.

Baca Juga :  Ajukan Ra┬áMamak,┬áMuncul Nama Torul

Mendengar kegaduhan itu, warga sekitar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui peristiwa pembacokan. Selain itu, warga langsung berkoordinasi dengan Polsek Galis. Polisi lantas mendatangi lokasi.

Kemudian, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Lukas Bangkalan untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan. Namun, akibat sabetan senjata tajam, korban mengalami luka bacok di beberapa bagian. Di antaranya, tiga luka sobek di kepala serta luka sobek di bagian bibir atas dan bawah.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza membenarkan peristiwa pembacokan yang menimpa Saiful dilakukan orang tidak dikenal. Pihaknya masih melakukan penyelidikan. ”Pelaku diduga lebih dari tiga orang,” terangnya Sabtu (16/6).

Baca Juga :  10 Bulan, Polisi Tangkap 246 Orang dan Sita 2 Kilogram Lebih Sabu-Sabu

Dia mengungkapkan, polisi belum mengetahui motif pembacokan. Apakah lantaran motif asmara atau masalah lain. Sebab, belum bisa memintai keterangan korban. Saiful masih mendapatkan perawatan medis.

Pihaknya hanya meminta keterangan ibu kandung dan saudara-saudara korban. Dia berjanji terus melakukan pengembangan penyelidikan, sehingga para pelaku bisa bisa ditangkap. ”Masih pengembangan penyelidikan. Doakan saja pelaku bisa ditangkap,” tandasnya.

BANGKALAN – Tamu tak diundang tiba-tiba menyerang keluarga Ahmad Saiful tepat pada malam Lebaran (14/6). Pemuda 24 tahun asal Desa Blateran, Kecamatan Galis, itu dibacok orang tak dikenal. Peristiwa setelah buka puasa sekitar pukul 18.30 itu dilakukan di depan ibu kandung korban.

Peristiwa itu bermula saat Saiful bersama keluarga besarnya berkumpul di rumah. Mereka adalah H Hamidah, 40, ibu kandung korban; Hamiyah, 20, adik kandung korban, dan Sulastri, 19, sepupu korban. Satu keluarga tersebut sedang asyik ngobrol. Tak berselang lama, tiba-tiba datang segerombolan orang tidak dikenal (OTK) membawa senjata tajam (sajam).

Para pelaku langsung melakukan penganiayaan kepada Saiful sehingga keluarga korban langsung berteriak. Setelah itu, para pelaku melarikan diri. Pelaku diduga berjumlah lebih dari tiga orang.

Baca Juga :  PDIP Sebut Pemilihan BK DPRD Batal demi Hukum

Mendengar kegaduhan itu, warga sekitar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui peristiwa pembacokan. Selain itu, warga langsung berkoordinasi dengan Polsek Galis. Polisi lantas mendatangi lokasi.

Kemudian, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Lukas Bangkalan untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan. Namun, akibat sabetan senjata tajam, korban mengalami luka bacok di beberapa bagian. Di antaranya, tiga luka sobek di kepala serta luka sobek di bagian bibir atas dan bawah.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza membenarkan peristiwa pembacokan yang menimpa Saiful dilakukan orang tidak dikenal. Pihaknya masih melakukan penyelidikan. ”Pelaku diduga lebih dari tiga orang,” terangnya Sabtu (16/6).

Baca Juga :  Polres Bangkalan Sukses Amankan Pelantikan Kepala Desa

Dia mengungkapkan, polisi belum mengetahui motif pembacokan. Apakah lantaran motif asmara atau masalah lain. Sebab, belum bisa memintai keterangan korban. Saiful masih mendapatkan perawatan medis.

Pihaknya hanya meminta keterangan ibu kandung dan saudara-saudara korban. Dia berjanji terus melakukan pengembangan penyelidikan, sehingga para pelaku bisa bisa ditangkap. ”Masih pengembangan penyelidikan. Doakan saja pelaku bisa ditangkap,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/