alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Ketua Komisi I DPRD Sampang Ditetapkan Tersangka

SAMPANG – Kasus dugaan penipuan yang melilit Ketua Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman terus berlanjut. Terbaru, polisi menaikkan kasus tersebut pada proses penyidikan. Menurut keterangan polisi, terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Aulia Rahman ditetapkan tersangka pada kasus dugaan penipuan CPNS. Sementara dua laporan lainnya, dia masih sebagai terlapor. Sebab, laporan yang masuk ke Polres Sampang sebanyak tiga kasus. Dua dugaan kasus penipuan CPNS dan satu kasus dugaan penipuan proyek.

Sebelumnya, Aulia Rahman dilaporkan ke Polres Sampang. Laporan tersebut kemudian dikembangkan. Penetapan tersangka dibuktikan dengan terkirimnya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejari Sampang beberapa hari lalu.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman melalui Kasatreskrim AKP Heri Kusnanto saat dikonfirmasi mengaku sudah menetapkan Aulia Rahman sebagai tersangka. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. ”Kita sudah tetapkan tersangka beberapa hari lalu. Saya lupa tanggalnya,” ucapnya.

Baca Juga :  SK Pj Bupati Sampang Belum Turun, Masa Tugas Fadhilah Tinggal Tiga Har

Dia menerangkan, pihaknya sudah dua kali melayangkan pemanggilan Aulia Rahman sebagai tersangka. Sebelumnya tidak hadir. Rabu siang (16/5) pada pemanggilan kedua dihadiri penasihat hukumnya, Eko Permana.

Heri mengaku, pihaknya sudah mengirimkan SPDP ke Kejari Sampang terkait penetapan tersangka Aulia Rahman. Penetapan tersangka dilakukan pada kasus dugaan penipuan PNS. Sebab, tiga laporan ditangani masing-masing oleh penyidik.

Dua laporan yang lain status Aulia masih terlapor. Meski demikian, Heri memastikan ketiga kasus dalam proses. Satu proses penyidikan, dua lainnya masih penyelidikan. ”Yang ditetapkan tersangka pada laporan CPNS. Sementara dua lainnya masih berstatus terlapor. Kita sudah mengirimkan SPDP-nya ke kejari beberapa waktu lalu,” ungkap Heri.

Mantan Kasatresnarkoba Bangkalan tersebut mengaku, Aulia Rahman menjanjikan pelapor diangkat jadi CPNS. Diduga ada uang masuk dari terlapor kepada tersangka. Kasus itu dilaporkan tiga orang berbeda.

Baca Juga :  Korban-BRI Sepakat Kawal Proses Hukum

Sementara Aulia Rahman saat dimintai keterangan tidak berkomentar banyak. Dia memasrahkan langsung kepada penasihat hukumnya, Eko Permana. Eko memastikan mendatangi Mapolres Sampang dalam rangka komunikasi. Bukan pemeriksaan.

”Kami datang ke polres tadi disambut baik. Kami berkomunikasi baik dengan polisi. Untuk keterangan itu (penetapan tersangka, Red) bisa kami jelaskan pada konferensi pers besok,” ucapnya.

Pihaknya membenarkan jika sempat ada surat pemanggilan Aulia Rahman sebagai tersangka. Namun, pihaknya masih memilih diam dengan adanya surat tersebut. Pihaknya akan memberikan keterangan pada pertemuan dengan awak media secara langsung.

Senin (9/4), Aulia mengaku tidak melakukan penipuan. Karena itu, kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan pelapor. Namun, laporan ke polres belum dicabut. 

SAMPANG – Kasus dugaan penipuan yang melilit Ketua Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman terus berlanjut. Terbaru, polisi menaikkan kasus tersebut pada proses penyidikan. Menurut keterangan polisi, terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Aulia Rahman ditetapkan tersangka pada kasus dugaan penipuan CPNS. Sementara dua laporan lainnya, dia masih sebagai terlapor. Sebab, laporan yang masuk ke Polres Sampang sebanyak tiga kasus. Dua dugaan kasus penipuan CPNS dan satu kasus dugaan penipuan proyek.

Sebelumnya, Aulia Rahman dilaporkan ke Polres Sampang. Laporan tersebut kemudian dikembangkan. Penetapan tersangka dibuktikan dengan terkirimnya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejari Sampang beberapa hari lalu.


Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman melalui Kasatreskrim AKP Heri Kusnanto saat dikonfirmasi mengaku sudah menetapkan Aulia Rahman sebagai tersangka. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. ”Kita sudah tetapkan tersangka beberapa hari lalu. Saya lupa tanggalnya,” ucapnya.

Baca Juga :  Projo: Koalisi Indonesia Bersatu Manuver Cerdas

Dia menerangkan, pihaknya sudah dua kali melayangkan pemanggilan Aulia Rahman sebagai tersangka. Sebelumnya tidak hadir. Rabu siang (16/5) pada pemanggilan kedua dihadiri penasihat hukumnya, Eko Permana.

Heri mengaku, pihaknya sudah mengirimkan SPDP ke Kejari Sampang terkait penetapan tersangka Aulia Rahman. Penetapan tersangka dilakukan pada kasus dugaan penipuan PNS. Sebab, tiga laporan ditangani masing-masing oleh penyidik.

Dua laporan yang lain status Aulia masih terlapor. Meski demikian, Heri memastikan ketiga kasus dalam proses. Satu proses penyidikan, dua lainnya masih penyelidikan. ”Yang ditetapkan tersangka pada laporan CPNS. Sementara dua lainnya masih berstatus terlapor. Kita sudah mengirimkan SPDP-nya ke kejari beberapa waktu lalu,” ungkap Heri.

- Advertisement -

Mantan Kasatresnarkoba Bangkalan tersebut mengaku, Aulia Rahman menjanjikan pelapor diangkat jadi CPNS. Diduga ada uang masuk dari terlapor kepada tersangka. Kasus itu dilaporkan tiga orang berbeda.

Baca Juga :  Tertipu Asisten, Hampir Rp 100 Juta Raib

Sementara Aulia Rahman saat dimintai keterangan tidak berkomentar banyak. Dia memasrahkan langsung kepada penasihat hukumnya, Eko Permana. Eko memastikan mendatangi Mapolres Sampang dalam rangka komunikasi. Bukan pemeriksaan.

”Kami datang ke polres tadi disambut baik. Kami berkomunikasi baik dengan polisi. Untuk keterangan itu (penetapan tersangka, Red) bisa kami jelaskan pada konferensi pers besok,” ucapnya.

Pihaknya membenarkan jika sempat ada surat pemanggilan Aulia Rahman sebagai tersangka. Namun, pihaknya masih memilih diam dengan adanya surat tersebut. Pihaknya akan memberikan keterangan pada pertemuan dengan awak media secara langsung.

Senin (9/4), Aulia mengaku tidak melakukan penipuan. Karena itu, kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan pelapor. Namun, laporan ke polres belum dicabut. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/