alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

KPU Pamekasan Belum Sentuh Penyandang Disabilitas

PAMEKASAN – Setiap warga negara memiliki hak untuk memilih kepala daerah. Tak terkecuali warga yang mengalami disabilitas. Kendati memiliki keterbelakangan fisik dan mental, penyandang disabilitas harus difasilitasi penyelenggara pemilu agar keterlibatan pemilih meningkat.

KPU Pamekasan belum melakukan pembinaan tentang tata cara memilih dalam pilkada yang dilangsungkan serentak pada 27 Juni mendatang. KPU baru melaksanakan pendataan pemilih difabel di Kota Gerbang Salam. Sementara tahapan sosialisasi kepada penyandang difabel dan perempuan sebatas rencana.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih belum tuntas. Presentase rekapiltulasi coklit baru 81 persen. Jumlah yang sudah dicoklit 591.573.

Baca Juga :  Dukungan Balot Makin Semarak

”Untuk penyandang disabilitas, sementara ini kami masih melakukan pendataan. Menunggu proses coklit selesai,” ucap Subhan kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (16/2). Sesuai pendataan rekapitulasi coklit, penyandang disabilitas di Pamekasan ada 41 orang. Tetapi, dimungkinkan akan terus bertambah. Sebab, proses coklit belum tuntas.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Sosialisasi Abdus Said menyampaikan, pihaknya sedang membicarakan pembinaan kepada calon pemilih disabilitas. Pihaknya akan memperagakan tata cara mencoblos yang baik.

”Nanti akan kami beri pembinaan semacam sosialisasi kepada penyandang disabilitas. Kami sudah mengagendakan sosialisasi kepada penyandang disabilitas. Sekarang kami masih menyusun agenda,” jelasnya.

Menurut dia, masih ada waktu untuk memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada penyandang disabilitas. Sebab, pencoblosan baru akan dilaksanakan sekitar empat bulan lagi. Dia akan secepatnya melaksanakan sosialisasi tersebut.

Baca Juga :  APK Belum Didistribusikan, PAN Merasa Dirugikan

”Di Pamekasan ini memang ada komunitas penyandang disabilitas. Sebagian penyandang disabilitas sudah terdata saat proses coklit,” jelasnya.

Pihaknya berjanji tidak akan pilih kasih terhadap calon pemilih. Semua kategori pemilih, termasuk penyandang disabilitas akan difasilitasi dengan baik. Itu agar tetap bisa memilih saat pencoblosan.

”Yang penting memenuhi syarat sebagai pemilih. Tinggal pemberian sosialisasi kepada penyandang disabilitas agar mereka mengerti bagaimana jadi pemilih,” katanya. 

 

PAMEKASAN – Setiap warga negara memiliki hak untuk memilih kepala daerah. Tak terkecuali warga yang mengalami disabilitas. Kendati memiliki keterbelakangan fisik dan mental, penyandang disabilitas harus difasilitasi penyelenggara pemilu agar keterlibatan pemilih meningkat.

KPU Pamekasan belum melakukan pembinaan tentang tata cara memilih dalam pilkada yang dilangsungkan serentak pada 27 Juni mendatang. KPU baru melaksanakan pendataan pemilih difabel di Kota Gerbang Salam. Sementara tahapan sosialisasi kepada penyandang difabel dan perempuan sebatas rencana.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih belum tuntas. Presentase rekapiltulasi coklit baru 81 persen. Jumlah yang sudah dicoklit 591.573.

Baca Juga :  Pelipatan Surat Suara KPU Pamekasan Tuai Protes

”Untuk penyandang disabilitas, sementara ini kami masih melakukan pendataan. Menunggu proses coklit selesai,” ucap Subhan kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (16/2). Sesuai pendataan rekapitulasi coklit, penyandang disabilitas di Pamekasan ada 41 orang. Tetapi, dimungkinkan akan terus bertambah. Sebab, proses coklit belum tuntas.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Sosialisasi Abdus Said menyampaikan, pihaknya sedang membicarakan pembinaan kepada calon pemilih disabilitas. Pihaknya akan memperagakan tata cara mencoblos yang baik.

”Nanti akan kami beri pembinaan semacam sosialisasi kepada penyandang disabilitas. Kami sudah mengagendakan sosialisasi kepada penyandang disabilitas. Sekarang kami masih menyusun agenda,” jelasnya.

Menurut dia, masih ada waktu untuk memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada penyandang disabilitas. Sebab, pencoblosan baru akan dilaksanakan sekitar empat bulan lagi. Dia akan secepatnya melaksanakan sosialisasi tersebut.

Baca Juga :  Panwascam Kota Pamekasan Ungkap Ratusan DPT Ganda

”Di Pamekasan ini memang ada komunitas penyandang disabilitas. Sebagian penyandang disabilitas sudah terdata saat proses coklit,” jelasnya.

Pihaknya berjanji tidak akan pilih kasih terhadap calon pemilih. Semua kategori pemilih, termasuk penyandang disabilitas akan difasilitasi dengan baik. Itu agar tetap bisa memilih saat pencoblosan.

”Yang penting memenuhi syarat sebagai pemilih. Tinggal pemberian sosialisasi kepada penyandang disabilitas agar mereka mengerti bagaimana jadi pemilih,” katanya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/