alexametrics
19 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Khalil Asy’ari Bakal Bermain di Balik Layar

PAMEKASAN – Masa jabatan Khalil Asy’ari menjadi wakil bupati Pamekasan berakhir Sabtu (21/4). Mantan ketua DPRD Pamekasan itu mengaku tidak punya agenda khusus setelah lengser. Dia mengaku bakal pensiun dari dunia politik praktis.

Khalil mengatakan, sebagai kader tetap akan membantu membesarkan partai yang telah membesarkan namanya. Tetapi, perannya lebih condong di belakang layar. Tidak terjun langsung seperti masih aktif sebagai politikus.

”Karena saya ada di dalam kepengurusan partai, paling tidak menyelesaikan sampai akhir kepengurusan,” katanya Jumat (16/2).

Khalil mengatakan, dia tidak memiliki agenda khusus pasca lengser dari kekuasaan. Agenda yang terpikir yakni fokus kepada keluarga. ”Nanti kegiatan saya ternak teri, nganter anak nganter istri,” katanya, lalu tertawa.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi Literasi Guru

Mengenai pengisian jabatan bupati, Khalil mengaku belum ada perintah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). SK yang dikabarkan sudah terbit belum juga turun ke Pemkab Pamekasan.

Dengan demikian, karena sisa masa jabatan tinggal dua bulan, Khalil mengaku lebih nyaman menjadi Wabup tanpa harus naik ke posisi bupati. ”Tetap begini saja (Wabup, Red) tidak apa-apa,” katanya.

Jika pemerintah pusat memberi amanah untuk mengisi posisi bupati, dia akan bekerja secara maksimal. Namun, jika sampai akhir jabatan SK pengangkatan bupati tetap tidak turun, dia akan menjalankan amanah sebagai Wabup dengan baik.

Sementara itu, Plt Sekkab Pamekasan Mohamad Alwi mengatakan, sampai sekarang, SK pengangkatan Wabup menjadi bupati belum turun. Kabar yang tersirat, SK tersebut sudah ditandatangani Mendagri Tjahjo Kumolo.

Baca Juga :  KPU Tetapkan Paslon Terpilih Hari Ini

Tetapi, sampai sekarang, SK itu belum diserahkan kepada Pemkab Pamekasan. Jika surat pengangkatan turun, pemkab mengagendakan pelantikan. ”Kami terus berkomunikasi dengan pemprov dan pemerintah pusat terkait SK itu,” tandasnya.

Jabatan bupati Pamekasan kosong sejak Achmad Syafii terciduk KPK lantaran terlibat kasus suap terhadap mantan Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya. Syafii diputus bersalah dengan vonis hukuman 2,8 bulan kurungan.

PAMEKASAN – Masa jabatan Khalil Asy’ari menjadi wakil bupati Pamekasan berakhir Sabtu (21/4). Mantan ketua DPRD Pamekasan itu mengaku tidak punya agenda khusus setelah lengser. Dia mengaku bakal pensiun dari dunia politik praktis.

Khalil mengatakan, sebagai kader tetap akan membantu membesarkan partai yang telah membesarkan namanya. Tetapi, perannya lebih condong di belakang layar. Tidak terjun langsung seperti masih aktif sebagai politikus.

”Karena saya ada di dalam kepengurusan partai, paling tidak menyelesaikan sampai akhir kepengurusan,” katanya Jumat (16/2).


Khalil mengatakan, dia tidak memiliki agenda khusus pasca lengser dari kekuasaan. Agenda yang terpikir yakni fokus kepada keluarga. ”Nanti kegiatan saya ternak teri, nganter anak nganter istri,” katanya, lalu tertawa.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi Literasi Guru

Mengenai pengisian jabatan bupati, Khalil mengaku belum ada perintah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). SK yang dikabarkan sudah terbit belum juga turun ke Pemkab Pamekasan.

Dengan demikian, karena sisa masa jabatan tinggal dua bulan, Khalil mengaku lebih nyaman menjadi Wabup tanpa harus naik ke posisi bupati. ”Tetap begini saja (Wabup, Red) tidak apa-apa,” katanya.

Jika pemerintah pusat memberi amanah untuk mengisi posisi bupati, dia akan bekerja secara maksimal. Namun, jika sampai akhir jabatan SK pengangkatan bupati tetap tidak turun, dia akan menjalankan amanah sebagai Wabup dengan baik.

Sementara itu, Plt Sekkab Pamekasan Mohamad Alwi mengatakan, sampai sekarang, SK pengangkatan Wabup menjadi bupati belum turun. Kabar yang tersirat, SK tersebut sudah ditandatangani Mendagri Tjahjo Kumolo.

Baca Juga :  Guru Meninggal Dianiaya Siswa, PGRI: Perlu Perlindungan Pendidik

Tetapi, sampai sekarang, SK itu belum diserahkan kepada Pemkab Pamekasan. Jika surat pengangkatan turun, pemkab mengagendakan pelantikan. ”Kami terus berkomunikasi dengan pemprov dan pemerintah pusat terkait SK itu,” tandasnya.

Jabatan bupati Pamekasan kosong sejak Achmad Syafii terciduk KPK lantaran terlibat kasus suap terhadap mantan Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya. Syafii diputus bersalah dengan vonis hukuman 2,8 bulan kurungan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/