alexametrics
22.7 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Batu Canggah Jadi Latar Foto Prewedding

SUMENEP – Pulau Giliyang bukan hanya terkenal dengan kadar oksigennya yang tertinggi kedua di dunia, melainkan juga keindahan alamnya. Salah satunya adalah wisata Batu Canggah. Sayangnya, belum ada perhatian serius Pemkab Sumenep.

Dalam pengelolaan wisata di Dusun Baniteng, Desa Bancamara, hingga kini belum ada campur tangan Pemkab Sumenep. ”Sampai sekarang masih saya kelola sendiri. Belum ada campur tangan pemerintah,” ungkap Busahwan, 43, warga setempat yang mengelola wisata itu.

Sebenarnya, Busahwan berharap ada campur tangan pemerintah dalam pengembangan lokasi wisata tersebut. Sebab, lokasi itu pantas dijadikan objek wisata unggulan Kabupaten Sumenep. ”Saya ingin ada campur tangan dari Pemkab Sumenep. Soalnya kalau saya sendiri yang kelola, perkembangannya lambat,” katanya.

Baca Juga :  Menggugah Rasa Mengetuk Akal

Dari pengamatan RadarMadura.id di lokasi, wisata Batu Canggah memang memiliki keunggulan dibandingkan dengan wisata lain. Lokasinya yang berada tepat di pinggir laut membuat pemandangan yang disajikan sangat indah. Selain itu, kondisi tebing batu yang terbentuk secara alami di lokasi itu juga menambah kesan artistik.

Menurut Busahwan, lokasi wisata tersebut biasa ramai dikunjungi wisatawan. Selain menikmati keindahan pemandangan, kata dia, pengunjung biasanya menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat prewedding. ”Kadang kalau ramai sampai penuh di sini. Tapi, kadang kalau sepi ya tidak ada sama sekali. Biasanya banyak orang dari luar daerah, dari Gersik, Surabaya, Lamongan, prewedding di sini,” jelasnya.

Untuk memasuki lokasi wisata tersebut, pengunjung hanya diminta membayar Rp 3 ribu per orang.

Baca Juga :  Abang Becak Dihukum Percobaan Sebulan

 

SUMENEP – Pulau Giliyang bukan hanya terkenal dengan kadar oksigennya yang tertinggi kedua di dunia, melainkan juga keindahan alamnya. Salah satunya adalah wisata Batu Canggah. Sayangnya, belum ada perhatian serius Pemkab Sumenep.

Dalam pengelolaan wisata di Dusun Baniteng, Desa Bancamara, hingga kini belum ada campur tangan Pemkab Sumenep. ”Sampai sekarang masih saya kelola sendiri. Belum ada campur tangan pemerintah,” ungkap Busahwan, 43, warga setempat yang mengelola wisata itu.

Sebenarnya, Busahwan berharap ada campur tangan pemerintah dalam pengembangan lokasi wisata tersebut. Sebab, lokasi itu pantas dijadikan objek wisata unggulan Kabupaten Sumenep. ”Saya ingin ada campur tangan dari Pemkab Sumenep. Soalnya kalau saya sendiri yang kelola, perkembangannya lambat,” katanya.

Baca Juga :  BRI Hadirkan Metaverse untuk Pembelajaran Pekerja

Dari pengamatan RadarMadura.id di lokasi, wisata Batu Canggah memang memiliki keunggulan dibandingkan dengan wisata lain. Lokasinya yang berada tepat di pinggir laut membuat pemandangan yang disajikan sangat indah. Selain itu, kondisi tebing batu yang terbentuk secara alami di lokasi itu juga menambah kesan artistik.

Menurut Busahwan, lokasi wisata tersebut biasa ramai dikunjungi wisatawan. Selain menikmati keindahan pemandangan, kata dia, pengunjung biasanya menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat prewedding. ”Kadang kalau ramai sampai penuh di sini. Tapi, kadang kalau sepi ya tidak ada sama sekali. Biasanya banyak orang dari luar daerah, dari Gersik, Surabaya, Lamongan, prewedding di sini,” jelasnya.

Untuk memasuki lokasi wisata tersebut, pengunjung hanya diminta membayar Rp 3 ribu per orang.

Baca Juga :  Menggugah Rasa Mengetuk Akal

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/