alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Pembahasan Tatib DPRD Terkendala SOTK

SAMPANG – Revisi tata tertib (tatib) DPRD Sampang jalan di tempat. Sampai saat ini revisi tersebut tak kunjung selesai. Padahal, sudah satu bulan lebih panitia kerja (panja) diberi amanah membahas tatib tersebut.

Ketua Panja Revisi Tatib DPRD Sampang Agus Husnul Yakin mengatakan, ada beberapa kendala mengapa pembahasan tidak dilanjutkan. Pertama, saat ini legislatif tengah fokus membahas RAPBD 2020. Karena itu, pihaknya lebih memberi ruang untuk penyelesaian raperda RAPBD terlebih dahulu. ”Kami prioritaskan dulu pembahasan RAPBD 2020,” kata politikus PBB itu kemarin (15/10).

Selain itu, susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) pemerintah daerah juga dinilai menjadi kendala. Saat ini bupati memiliki semangat untuk menata ulang struktur organisasi perangkat daerah (OPD). Ada yang dilakukan perampingan, penggabungan, atau perubahan tipe.

Baca Juga :  Pembahasan Restrukturisasi OPD Bakal Dikebut

Jika SOTK berubah, otomatis akan berpengaruh pada tatib DPRD. Sebab, tatib DPRD juga mengatur tentang kemitraan komisi dengan OPD. Di sinilah menurut Agus penting menunggu selesainya SOTK yang baru terlebih dahulu.

”Makanya kita tunggu SOTK dulu. Keinginan perda SOTK itu seperti apa, kita sesuaikan. SOTK itu (sifatnya) wajib diselesaikan Desember 2019,” imbuhnya.

Meski revisi tatib tidak selesai, tidak berpengaruh kepada kerja legislatif. ”Sementara tatib yang baru belum disahkan, kita pakai tatib yang lama. Itu saja,” tegasnya.

Kabag Organisasi Setkab Sampang Imam Sanusi mengatakan, proses penataan OPD sedang berlangsung. Pihaknya juga tengah menyusun raperda restrukturisasi OPD. Draf raperda ini diharapkan bisa segera rampung dan bisa diserahkan ke legislatif untuk dibahas. ”Sekarang masih menyusun kajian dan draf perda,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Gelar Paripurna LKPj APBD 2017

SAMPANG – Revisi tata tertib (tatib) DPRD Sampang jalan di tempat. Sampai saat ini revisi tersebut tak kunjung selesai. Padahal, sudah satu bulan lebih panitia kerja (panja) diberi amanah membahas tatib tersebut.

Ketua Panja Revisi Tatib DPRD Sampang Agus Husnul Yakin mengatakan, ada beberapa kendala mengapa pembahasan tidak dilanjutkan. Pertama, saat ini legislatif tengah fokus membahas RAPBD 2020. Karena itu, pihaknya lebih memberi ruang untuk penyelesaian raperda RAPBD terlebih dahulu. ”Kami prioritaskan dulu pembahasan RAPBD 2020,” kata politikus PBB itu kemarin (15/10).

Selain itu, susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) pemerintah daerah juga dinilai menjadi kendala. Saat ini bupati memiliki semangat untuk menata ulang struktur organisasi perangkat daerah (OPD). Ada yang dilakukan perampingan, penggabungan, atau perubahan tipe.

Baca Juga :  DPRD Tunggu Regulasi Turunan PP 18/2017

Jika SOTK berubah, otomatis akan berpengaruh pada tatib DPRD. Sebab, tatib DPRD juga mengatur tentang kemitraan komisi dengan OPD. Di sinilah menurut Agus penting menunggu selesainya SOTK yang baru terlebih dahulu.

”Makanya kita tunggu SOTK dulu. Keinginan perda SOTK itu seperti apa, kita sesuaikan. SOTK itu (sifatnya) wajib diselesaikan Desember 2019,” imbuhnya.

Meski revisi tatib tidak selesai, tidak berpengaruh kepada kerja legislatif. ”Sementara tatib yang baru belum disahkan, kita pakai tatib yang lama. Itu saja,” tegasnya.

Kabag Organisasi Setkab Sampang Imam Sanusi mengatakan, proses penataan OPD sedang berlangsung. Pihaknya juga tengah menyusun raperda restrukturisasi OPD. Draf raperda ini diharapkan bisa segera rampung dan bisa diserahkan ke legislatif untuk dibahas. ”Sekarang masih menyusun kajian dan draf perda,” katanya.

Baca Juga :  Janji Mengabdi untuk Ibu Pertiwi
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Stok Darah di PMI Menipis

Penertiban Batal, Rp 300 Juta Mubazir

BPRS SPM Miliki Dirut Baru

Proyek Lanskap Rp 8,1 M Tak Digarap

Artikel Terbaru

/