alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Madura Awards 2018 Bakal Jadi Momen Spektakuler

MADURA Awards (MA) 2018 siap digelar. Rangkaian persiapan ajang penghargaan bergengsi itu sudah dilaksanakan sejak 2 Oktober lalu. Yakni, dengan menggelar rapat persiapan yang melibatkan pimpinan Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada dua penghargaan dalam event yang sudah digelar selama enam kali berturut-turut tersebut. Yakni, penghargaan berbasis partisipasi pembaca dengan cara menggunting balot. Kemudian, penghargaan berbasis prestasi.

Untuk penghargaan berbasis prestasi ada penambahan kategori. Yakni, wisata terfavorit dan brand terpopuler. Penambahan kategori itu sebagai bentuk apresiasi JPRM atas inovasi dan upaya pengembangan wisata di empat kabupaten di Madura.

”Untuk kategori wisata, seleksi dan penilaiannya berdasarkan inovasi dan pengembangan wisata, serta seberapa besar wisatawan berkunjung ke objek wisata tersebut,” kata penanggung jawab MA, Moh. Sugianto, Senin (15/10).

Baca Juga :  Madura Awards Siap Digelar

Kemudian, kategori BUMDes bergeliat, BUMD leader, kecamatan dan OPD menonjol dalam pelayanan publik, serta kabupaten paling berprestasi. Lima kategori tersebut sudah dikompetisikan pada MA sebelumnya.

Sementara untuk penghargaan berbasis pertisipasi pembaca ada lima kategori. Yakni, pejabat publik, tokoh politik, tokoh muda Madura, penggiat pendidikan terpopuler versi pembaca. Kemudian, perempuan inspiratif.

Mantan Koordinator Liputan (Korlip) JPRM itu menjelaskan, pada MA sebelumnya kategori pejabat dan tokoh politik menjadi satu. Tapi, tahun ini dipisah. ”Pemilihan tokoh populer tahun ini lebih variatif. Pejabat dan tokoh politik dipisah agar lebih sepesifik,” terangnya.

Koordinator Balot Gatot S. Tomo menyatakan, pembaca sudah bisa mengusulkan nama-nama tokoh pilihannya untuk menjadi nomine. ”Sejak Senin (15/10) kami terbitkan balot kosong. Pembaca bisa mengisinya dengan identitas tokoh idola serta kategorinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Kado Termanis Terverifikasi Dewan Pers

Balot yang sudah diisi, jelas Gatot, bisa dikirimkan ke kantor JPRM di tiap kabupaten. Atau bisa dikirimkan langsung ke kantor JPRM pusat di Jalan Soekarno-Hatta. ”Kemudian, nama-nama usulan pembaca yang sudah masuk kami terbitkan,” terangnya.

Sementara untuk penilaian penghargaan berbasis prestasi memakai dua metode. Yakni, penilaian lapangan dan presentasi. Untuk menjaga kredibilitas penilaian, panitia melibatkan dewan juri dari empat perguruan tinggi di Madura.

Koordinator Seksi Penilaian Rusli Djunaidi mengatakan, ada sepuluh juri yang dilibatkan dalam penjurian tersebut. Selain dari kampus, panitia juga melibatkan empat wartawan. ”Kemudian, ditambah dua juri dari panitia,” tambahnya.

MADURA Awards (MA) 2018 siap digelar. Rangkaian persiapan ajang penghargaan bergengsi itu sudah dilaksanakan sejak 2 Oktober lalu. Yakni, dengan menggelar rapat persiapan yang melibatkan pimpinan Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada dua penghargaan dalam event yang sudah digelar selama enam kali berturut-turut tersebut. Yakni, penghargaan berbasis partisipasi pembaca dengan cara menggunting balot. Kemudian, penghargaan berbasis prestasi.

Untuk penghargaan berbasis prestasi ada penambahan kategori. Yakni, wisata terfavorit dan brand terpopuler. Penambahan kategori itu sebagai bentuk apresiasi JPRM atas inovasi dan upaya pengembangan wisata di empat kabupaten di Madura.


”Untuk kategori wisata, seleksi dan penilaiannya berdasarkan inovasi dan pengembangan wisata, serta seberapa besar wisatawan berkunjung ke objek wisata tersebut,” kata penanggung jawab MA, Moh. Sugianto, Senin (15/10).

Baca Juga :  Madura Awards 2017 Persaingan Tahap Kedua

Kemudian, kategori BUMDes bergeliat, BUMD leader, kecamatan dan OPD menonjol dalam pelayanan publik, serta kabupaten paling berprestasi. Lima kategori tersebut sudah dikompetisikan pada MA sebelumnya.

Sementara untuk penghargaan berbasis pertisipasi pembaca ada lima kategori. Yakni, pejabat publik, tokoh politik, tokoh muda Madura, penggiat pendidikan terpopuler versi pembaca. Kemudian, perempuan inspiratif.

Mantan Koordinator Liputan (Korlip) JPRM itu menjelaskan, pada MA sebelumnya kategori pejabat dan tokoh politik menjadi satu. Tapi, tahun ini dipisah. ”Pemilihan tokoh populer tahun ini lebih variatif. Pejabat dan tokoh politik dipisah agar lebih sepesifik,” terangnya.

Koordinator Balot Gatot S. Tomo menyatakan, pembaca sudah bisa mengusulkan nama-nama tokoh pilihannya untuk menjadi nomine. ”Sejak Senin (15/10) kami terbitkan balot kosong. Pembaca bisa mengisinya dengan identitas tokoh idola serta kategorinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Madura Awards Siap Digelar

Balot yang sudah diisi, jelas Gatot, bisa dikirimkan ke kantor JPRM di tiap kabupaten. Atau bisa dikirimkan langsung ke kantor JPRM pusat di Jalan Soekarno-Hatta. ”Kemudian, nama-nama usulan pembaca yang sudah masuk kami terbitkan,” terangnya.

Sementara untuk penilaian penghargaan berbasis prestasi memakai dua metode. Yakni, penilaian lapangan dan presentasi. Untuk menjaga kredibilitas penilaian, panitia melibatkan dewan juri dari empat perguruan tinggi di Madura.

Koordinator Seksi Penilaian Rusli Djunaidi mengatakan, ada sepuluh juri yang dilibatkan dalam penjurian tersebut. Selain dari kampus, panitia juga melibatkan empat wartawan. ”Kemudian, ditambah dua juri dari panitia,” tambahnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/