alexametrics
26.1 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Turnamen Biliar Tepis Kesan Negatif

SUMENEP – Turnamen Biliar Nine Ball resmi bergulir. Turnamen yang pertama di Sumenep dibuka Asisten Pemerintahan Setkab Sumenep Carto.

Dalam sambutannya, Carto mengapresiasi kegiatan ini. Menurut dia, turnamen olahraga seperti ini perlu sering digelar. Terutama untuk menepis hal negatif yang selama ini menempel pada permainan biliar.

”Biliar ini olahraga. Salah satu jenis olahraga yang dipertandingkan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, kita perlu sering-sering mengadakan turnamen seperti ini untuk menghilangkan image negatif yang melekat pada permainan ini,” ungkapnya.

Menurut ketua panitia Hafid, respons masyarakat dengan turnamen ini sangat baik. Sejak turnamen tersebut dibuka, sudah ada 85 orang yang mendaftar. Selain kedatangan tamu dari Pemkab Sumenep, turnamen ini dimeriahkan dua atlet biliar tingkat Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga :  DPRD Tak Serius Gelar Paripurna RAPBD 2019

Kedatangan dua atlet perempuan ini semakin menambah semarak perlombaan. Sayang, mereka tidak ikut turnamen. Mereka sempat bermain dengan Carto dan beberapa peserta turnamen yang beruntung.

”Kami sengaja mendatangkan dua atlet ini untuk memotivasi para peserta. Artinya apa, bahwa biliar ini sebuah olahraga berkualitas. Bukan sebuah permainan yang dekat dengan perjudian seperti yang selama ini mungkin ada di benak kita,” ungkap Hafid.

Turnamen ini terselenggara atas kerja sama Mr. Ball Billiard and Lounge dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dan beberapa pihak lain. Rencananya, turnamen ini akan berjalan hingga final tadi malam. ”Kami ingin dari turnamen ini lahir atlet biliar dari Sumenep. Karena kami menilai, banyak atlet berbakat yang tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di ajang resmi seperti ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sebar Hoax, Abd. Rohman Baca Pernyataan Depan Kapolres

SUMENEP – Turnamen Biliar Nine Ball resmi bergulir. Turnamen yang pertama di Sumenep dibuka Asisten Pemerintahan Setkab Sumenep Carto.

Dalam sambutannya, Carto mengapresiasi kegiatan ini. Menurut dia, turnamen olahraga seperti ini perlu sering digelar. Terutama untuk menepis hal negatif yang selama ini menempel pada permainan biliar.

”Biliar ini olahraga. Salah satu jenis olahraga yang dipertandingkan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, kita perlu sering-sering mengadakan turnamen seperti ini untuk menghilangkan image negatif yang melekat pada permainan ini,” ungkapnya.


Menurut ketua panitia Hafid, respons masyarakat dengan turnamen ini sangat baik. Sejak turnamen tersebut dibuka, sudah ada 85 orang yang mendaftar. Selain kedatangan tamu dari Pemkab Sumenep, turnamen ini dimeriahkan dua atlet biliar tingkat Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga :  Jaka Jatim Tuding Alfalah Belum Penuhi Janji Politik

Kedatangan dua atlet perempuan ini semakin menambah semarak perlombaan. Sayang, mereka tidak ikut turnamen. Mereka sempat bermain dengan Carto dan beberapa peserta turnamen yang beruntung.

”Kami sengaja mendatangkan dua atlet ini untuk memotivasi para peserta. Artinya apa, bahwa biliar ini sebuah olahraga berkualitas. Bukan sebuah permainan yang dekat dengan perjudian seperti yang selama ini mungkin ada di benak kita,” ungkap Hafid.

Turnamen ini terselenggara atas kerja sama Mr. Ball Billiard and Lounge dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dan beberapa pihak lain. Rencananya, turnamen ini akan berjalan hingga final tadi malam. ”Kami ingin dari turnamen ini lahir atlet biliar dari Sumenep. Karena kami menilai, banyak atlet berbakat yang tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di ajang resmi seperti ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Aneh! Taufik Lama Jadi Pengangguran Mampu Beli Sabu-Sabu Rp 245 Juta
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/