alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Kasus Dugaan Penggelapan Kendaraan Masih Pemanggilan Saksi

SAMPANG – Penanganan hukum dugaan penggelapan kendaraan yang dilaporkan Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Sampang masih berkutat pemanggilan saksi-saksi. Padahal dugaan penggelapan kendaraan roda tiga dan roda empat yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang dilaporkan awal Agustus lalu.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto Minggu (15/10) mengatakan, pihaknya masih melakukan pemanggilan saksi-saksi untuk klarifikasi. ”Kami memanggil beberapa pihak yang membidangi. Tiga orang yang kami panggil,” katanya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pemegang kendaraan. Jika sudah ada bukti-bukti, pihaknya akan memproses ke tahap selanjutnya. ”Kami tidak tinggal diam. Kami tindak lanjuti semua laporan. Termasuk (dugaan penggelapan kendaraan) ini,” ujarnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Baca Juga :  BNI dan KBRI Buka Sentra Distribusi di Jepang

Pelaporan ke polres dilakukan karena kendaraan aset Pemkab Sampang itu ditengarai tidak jelas kesepakatannya dengan para pengguna. Bahkan, ada satu unit kendaraan roda empat yang ditengarai hilang. ”Kami minta polres terus memproses dugaan penggelapan kendaraan ini,” pinta Ketua Jaka Jatim Korda Sampang Sidik.

Ketidakjelasan kendaraan itu diduga mengakibatkan kebocoran pendapatan asli daerah (PAD). Retribusi dua jenis kendaraan mencapai Rp 275 juta. Hal tersebut diketahui pada 2016. ”Ini yang terkuak. Mungkin saja sebelumnya juga ada,” imbuh pria yang akrab disapa Didik itu.

 

SAMPANG – Penanganan hukum dugaan penggelapan kendaraan yang dilaporkan Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Sampang masih berkutat pemanggilan saksi-saksi. Padahal dugaan penggelapan kendaraan roda tiga dan roda empat yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang dilaporkan awal Agustus lalu.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto Minggu (15/10) mengatakan, pihaknya masih melakukan pemanggilan saksi-saksi untuk klarifikasi. ”Kami memanggil beberapa pihak yang membidangi. Tiga orang yang kami panggil,” katanya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pemegang kendaraan. Jika sudah ada bukti-bukti, pihaknya akan memproses ke tahap selanjutnya. ”Kami tidak tinggal diam. Kami tindak lanjuti semua laporan. Termasuk (dugaan penggelapan kendaraan) ini,” ujarnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Baca Juga :  Habib: Saya Tidak Berniat Menipu

Pelaporan ke polres dilakukan karena kendaraan aset Pemkab Sampang itu ditengarai tidak jelas kesepakatannya dengan para pengguna. Bahkan, ada satu unit kendaraan roda empat yang ditengarai hilang. ”Kami minta polres terus memproses dugaan penggelapan kendaraan ini,” pinta Ketua Jaka Jatim Korda Sampang Sidik.

Ketidakjelasan kendaraan itu diduga mengakibatkan kebocoran pendapatan asli daerah (PAD). Retribusi dua jenis kendaraan mencapai Rp 275 juta. Hal tersebut diketahui pada 2016. ”Ini yang terkuak. Mungkin saja sebelumnya juga ada,” imbuh pria yang akrab disapa Didik itu.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Jumlah TPS Membengkak

DLH Imbau Desa Serius Kelola Sampah

Berikut Nama-Nama Pelamar Yang Lolos

Artikel Terbaru

/