alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Begal Ini Keren, Rampas Motor Gunakan Pistol Mainan

BANGKALAN – Jumadi berhasil memperdayai orang lain. Hanya bermodal pistol mainan, warga Desa Longkek, Kecamatan Galis, Bangkalan, itu bisa merampas sepeda motor. Namun, dia akhirnya harus berurusan dengan polisi.

Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) atau pembegalan itu terjadi Minggu (2/9) pukul 24.00. Malam itu, Dhiya Ulhaq, 21, warga Desa Lomaer, Kecamatan Blega, bersama Khoirul Asror Tamami, 16, warga Desa Peyepen, Kecamatan Jrengik, Sampang, mendatangi warung di dekat rumah Dhiya.

Mereka menggunakan sepeda motor masing-masing. Dhiya menggunakan sepeda motor Honda Vario W 2122 WL. Setibanya di warung, mereka bertemu dengan Jumadi. Kemudian Jumadi mengajak Dhiya dan Khoirul ke Alun-Alu Blega untuk menonton pasar malam.

Baca Juga :  Polda dan UTM Sikapi Surat Terbuka untuk Kapolda Jatim

Tak berselang lama berada di pasar malam, mengajak Dhiya pulang menuju Desa Lomaer.

Jumadi yang menjadi joki sepeda motor. Sedangkan Dhiya membonceng di belakang. Sementara Khoirul membuntuti di belakangnya. Namun jaraknya cukup jauh.

Sesampai di Jalan Raya Desa Karang Gayam, Jumadi menghentikan laju sepeda motor. Tanpa babibu langsung menodong Dhiya dengan pistol. Karena takut, Dhiya turun dari motor. Saat itulah Jumadi langsung kabur.

Minggu (9/9), korban bersama keluarganya melapor ke Polsek Blega. Berbekal laporan polisi LP/11/IX/2018/JTM/RES. BKL/SEK.BLEGA, polisi melakukan penyelidikan. Kamis (13/9) sekitar pukul 22.30, polisi berasil meringkus pelaku di rumah warga di Desa Pekadan, Kecamatan Galis.

Saat dilakukan penangkapan, Jumadi sedang tiduran. Belakangan diketahui, pelaku pernah ditahan lantaran kasus kepemilikan sajam tanpa izin resmi. Setelah diperiksa baru diketahui bahwa senjata api (senpi) yang ditodongkan kepada korban hanya pistol mainan.

Baca Juga :  Gara-Gara Barang dalam Sarung, Rudi Diciduk Polisi

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza mengungkapkan, Jumadi ditetapkan sebagai tersangka. Pria berusia 45 tahun itu dijerat pasal 365 ayat (1) KUHP. Dengan demikian, doa diancam hukuman pidana penjara selama 15 tahun. ”Pelaku ditahan di Polsek Blega,” ucapnya.

BANGKALAN – Jumadi berhasil memperdayai orang lain. Hanya bermodal pistol mainan, warga Desa Longkek, Kecamatan Galis, Bangkalan, itu bisa merampas sepeda motor. Namun, dia akhirnya harus berurusan dengan polisi.

Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) atau pembegalan itu terjadi Minggu (2/9) pukul 24.00. Malam itu, Dhiya Ulhaq, 21, warga Desa Lomaer, Kecamatan Blega, bersama Khoirul Asror Tamami, 16, warga Desa Peyepen, Kecamatan Jrengik, Sampang, mendatangi warung di dekat rumah Dhiya.

Mereka menggunakan sepeda motor masing-masing. Dhiya menggunakan sepeda motor Honda Vario W 2122 WL. Setibanya di warung, mereka bertemu dengan Jumadi. Kemudian Jumadi mengajak Dhiya dan Khoirul ke Alun-Alu Blega untuk menonton pasar malam.

Baca Juga :  Banyak Daftar Calon Pemilih Tidak Memenuhi Syarat

Tak berselang lama berada di pasar malam, mengajak Dhiya pulang menuju Desa Lomaer.

Jumadi yang menjadi joki sepeda motor. Sedangkan Dhiya membonceng di belakang. Sementara Khoirul membuntuti di belakangnya. Namun jaraknya cukup jauh.

Sesampai di Jalan Raya Desa Karang Gayam, Jumadi menghentikan laju sepeda motor. Tanpa babibu langsung menodong Dhiya dengan pistol. Karena takut, Dhiya turun dari motor. Saat itulah Jumadi langsung kabur.

Minggu (9/9), korban bersama keluarganya melapor ke Polsek Blega. Berbekal laporan polisi LP/11/IX/2018/JTM/RES. BKL/SEK.BLEGA, polisi melakukan penyelidikan. Kamis (13/9) sekitar pukul 22.30, polisi berasil meringkus pelaku di rumah warga di Desa Pekadan, Kecamatan Galis.

Saat dilakukan penangkapan, Jumadi sedang tiduran. Belakangan diketahui, pelaku pernah ditahan lantaran kasus kepemilikan sajam tanpa izin resmi. Setelah diperiksa baru diketahui bahwa senjata api (senpi) yang ditodongkan kepada korban hanya pistol mainan.

Baca Juga :  Minta Tebusan, Pencuri Ditangkap

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza mengungkapkan, Jumadi ditetapkan sebagai tersangka. Pria berusia 45 tahun itu dijerat pasal 365 ayat (1) KUHP. Dengan demikian, doa diancam hukuman pidana penjara selama 15 tahun. ”Pelaku ditahan di Polsek Blega,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/