alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Polres Sumenep Musnahkan 3,36 Gram Sabu-Sabu

SUMENEP – Polres Sumenep belum berhasil mengungkap dan menangkap bandar narkoba. Selama ini hanya pengedar dan pemakai barang haram itu yang diamankan bersama barang bukti (BB). Selasa (15/8) 3,36 BB sabu-sabu (SS) dimusnahkan.

Polres Sumenep merilis penangkapan SS selama Juli 2017. Sebagian tersangka yang ditangkap merupakan pemakai. Sementara bandar narkoba tidak ada seorang pun yang berhasil diamankan.

Enam tersangka menyaksikan pembakaran sabu-sabu kemarin. Mereka melihat jajaran Forkopimda Sumenep membakar barang haram dengan berat total 3,36 gram. Para tersangka yaitu Amir Sarifudin, 48, warga Desa Sapeken; Buzamin bin Zainal, 49, warga Desa Kalianget Barat; Jasuli Sudahnan,19, warga Desa Lapataman; dan Afandi Murad bin Moh. Syahrullah, 29, Desa Pamolokan. Dua tersangka lainnya adalah Mistino bin Suali, 25, warga Desa Jukong-Jukong, dan Iskandar Sayadi, 29, warga Desa Bragung.

Baca Juga :  Polres Gandeng JPRM Adakan MRSF

Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar SS. Semua barang haram yang sebelumnya dibagi menjadi enam bungkus disatukan. Secara bersama-sama sabu-sabu dibakar di depan tersangka.

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora membenarkan bahwa selama ini tidak ada bandar narkoba yang berhasil ditangkap. Alasannya, pihaknya sulit mengungkap jaringan narkoba hingga ke bandar. ”Kami memang minim penangkapan bandar. Selama ini kami hanya mengamankan pemakai,” ucapnya.

Menurut dia, selama ini polisi menggunakan cara lama dalam pengungkapan kasus narkoba sehingga tidak tuntas sampai ke bandar. Namun, lanjut Joseph Ananta Pinora, ke depan pengungkapan narkoba akan menggunakan cara baru.

Antara lain dengan control undercover buying, planted agent, dan control delivery. Pengungkapan harus tuntas ke akar-akarnya sehingga peredaran narkoba di Sumenep bisa dibasmi.

Pengungkapan Juli 2017 dengan barang bukti 3,36 gram dinilai sangat sedikit. Pihaknya meyakini mampu mengungkap dengan BB lebih banyak. Dalam waktu dekat, cara baru akan dilakukan. Targetnya, pengungkapan narkoba lebih banyak daripada sebelumnya.

Baca Juga :  Bakal Calon Bupati Tidak Bisa Nyaleg

”Selama ini cara yang digunakan masih manual. Setelah ini harus menggunakan tiga cara tadi. Setiap minggu harus ada tersangka yang ditangkap. Baik pemakai, pengedar, maupun bandar narkoba,” tegas Kapolres.

Wakil Bupati Achmad Fauzi berharap, peredaran narkoba di Sumenep terus terungkap sehingga tidak merajalela dan merusak generasi pemuda. ”Kami berharap kasus narkoba selesai sampai ke akar-akarnya. Selama ini Polres Sumenep sudah berkontribusi banyak,” katanya.

Dia mengaku sering menyampaikan pengawasan terhadap anak oleh keluarga harus intens. Hal itu dilakukan agar anak terhindar dari pergaulan yang mengenalkan narkoba. Menurut Wabup, anak-anak, remaja, dan pemuda rentan jadi sasaran pengedar narkoba.

SUMENEP – Polres Sumenep belum berhasil mengungkap dan menangkap bandar narkoba. Selama ini hanya pengedar dan pemakai barang haram itu yang diamankan bersama barang bukti (BB). Selasa (15/8) 3,36 BB sabu-sabu (SS) dimusnahkan.

Polres Sumenep merilis penangkapan SS selama Juli 2017. Sebagian tersangka yang ditangkap merupakan pemakai. Sementara bandar narkoba tidak ada seorang pun yang berhasil diamankan.

Enam tersangka menyaksikan pembakaran sabu-sabu kemarin. Mereka melihat jajaran Forkopimda Sumenep membakar barang haram dengan berat total 3,36 gram. Para tersangka yaitu Amir Sarifudin, 48, warga Desa Sapeken; Buzamin bin Zainal, 49, warga Desa Kalianget Barat; Jasuli Sudahnan,19, warga Desa Lapataman; dan Afandi Murad bin Moh. Syahrullah, 29, Desa Pamolokan. Dua tersangka lainnya adalah Mistino bin Suali, 25, warga Desa Jukong-Jukong, dan Iskandar Sayadi, 29, warga Desa Bragung.

Baca Juga :  Posang e Mekka

Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar SS. Semua barang haram yang sebelumnya dibagi menjadi enam bungkus disatukan. Secara bersama-sama sabu-sabu dibakar di depan tersangka.

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora membenarkan bahwa selama ini tidak ada bandar narkoba yang berhasil ditangkap. Alasannya, pihaknya sulit mengungkap jaringan narkoba hingga ke bandar. ”Kami memang minim penangkapan bandar. Selama ini kami hanya mengamankan pemakai,” ucapnya.

Menurut dia, selama ini polisi menggunakan cara lama dalam pengungkapan kasus narkoba sehingga tidak tuntas sampai ke bandar. Namun, lanjut Joseph Ananta Pinora, ke depan pengungkapan narkoba akan menggunakan cara baru.

Antara lain dengan control undercover buying, planted agent, dan control delivery. Pengungkapan harus tuntas ke akar-akarnya sehingga peredaran narkoba di Sumenep bisa dibasmi.

Pengungkapan Juli 2017 dengan barang bukti 3,36 gram dinilai sangat sedikit. Pihaknya meyakini mampu mengungkap dengan BB lebih banyak. Dalam waktu dekat, cara baru akan dilakukan. Targetnya, pengungkapan narkoba lebih banyak daripada sebelumnya.

Baca Juga :  Terdakwa Sabu 8,75 Kg Terancam Hukuman Mati

”Selama ini cara yang digunakan masih manual. Setelah ini harus menggunakan tiga cara tadi. Setiap minggu harus ada tersangka yang ditangkap. Baik pemakai, pengedar, maupun bandar narkoba,” tegas Kapolres.

Wakil Bupati Achmad Fauzi berharap, peredaran narkoba di Sumenep terus terungkap sehingga tidak merajalela dan merusak generasi pemuda. ”Kami berharap kasus narkoba selesai sampai ke akar-akarnya. Selama ini Polres Sumenep sudah berkontribusi banyak,” katanya.

Dia mengaku sering menyampaikan pengawasan terhadap anak oleh keluarga harus intens. Hal itu dilakukan agar anak terhindar dari pergaulan yang mengenalkan narkoba. Menurut Wabup, anak-anak, remaja, dan pemuda rentan jadi sasaran pengedar narkoba.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/